(وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا)
.

“Dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.” [Surat Al-Furqan 63]

Seharusnya orang-orang fasiklah yang malu menampakkan kefasikannya di depan halayak ramai. Terlebih di hadapan Allah Yang Maha Mengetahui segala apa yang mereka kerjakan.

Tapi kenyataan tidak demikian. Dengan kemaksiatan yang sudah menjadi kebiasaan, justru perbuatan dosa itulah yang menjadi panutan, tuntunan, tren serta adat kemasyarakatan. Sedangkan hukum islam hanya menjadi tontonan unik dan bahan cemo’ohan.

Absyiru, sampaikan kabar gembira kepada para penegak agama Allah di tengah-tengah keterasingan mereka. Kondisi seperti inilah yang telah disebutkan oleh Allah Ta’ala di dalam Tanzil yang mulia:

(إِنَّ الَّذِينَ أَجْرَمُوا كَانُوا مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا يَضْحَكُونَ * وَإِذَا مَرُّوا بِهِمْ يَتَغَامَزُونَ * وَإِذَا انْقَلَبُوا إِلَىٰ أَهْلِهِمُ انْقَلَبُوا فَكِهِينَ * وَإِذَا رَأَوْهُمْ قَالُوا إِنَّ هَٰؤُلَاءِ لَضَالُّونَ َ)

“Sesungguhnya orang-orang yang berdosa, adalah mereka yang menertawakan orang-orang yang beriman. Dan apabila orang-orang yang beriman lalu di hadapan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan matanya. Dan apabila orang-orang yang berdosa itu kembali kepada kaumnya, mereka kembali dengan gembira. Dan apabila mereka melihat orang-orang mukmin, mereka mengatakan: “Sesungguhnya mereka itu benar-benar orang-orang yang sesat”. 

[Surat Al-Mutaffifin 29 – 32]

Biarlah orang-orang yang berdosa itu menertawakan kaum mukminin penegak sunnah. Itu hanyalah ujian bagi mereka yang beriman – di dunia, dan istidraj (pancingan) bagi kaum yang lalai dan durhaka. Sementara perhitungan atas mereka hanyalah di sisi Allah:

(فَالْيَوْمَ الَّذِينَ آمَنُوا مِنَ الْكُفَّارِ يَضْحَكُونَ * عَلَى الْأَرَائِكِ يَنْظُرُونَ * هَلْ ثُوِّبَ الْكُفَّارُ مَا كَانُوا يَفْعَلُونَ)

“Maka pada hari ini, orang-orang yang beriman menertawakan orang-orang kafir. mereka (duduk) di atas dipan-dipan sambil memandang. Sesungguhnya orang-orang kafir telah diberi ganjaran terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.”

[Surat Al-Mutaffifin 34 – 36]

Semoga Allah jadikan kita sebagai orang-orang yang selalu istiqomah di jalan-Nya.  Tetap optimis dalam menuntut ilmu, mengamalkan serta mendakwahkannya. Amin.
والله أعلم بالصواب.

Bersambung insya Allah…..

– – – – – – – – – – –

Ahad 12 Rabiul Awwal 1438 / 11 Desember 2016

Sumber:

https://alpasimiy.com/