ﻭَﺍﻟﻠَّﻪُ ﻟَﺎ ﻳَﺴْﺘَﺤْﻴِﻲ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺤَﻖِّ

“Dan Allah tidaklah malu dari al-haq”  [Al-Ahzab: 53]

 ۗ أَفَمَنْ يَهْدِي إِلَى الْحَقِّ أَحَقُّ أَنْ يُتَّبَعَ أَمَّنْ لَا يَهِدِّي إِلَّا أَنْ يُهْدَىٰ

“Katakanlah “Allah-lah yang menunjuki kepada kebenaran”. Maka apakah orang-orang yang menunjuki kepada kebenaran itu lebih berhak diikuti ataukah orang yang tidak dapat memberi petunjuk kecuali (bila) diberi petunjuk?” [Surat Yunus 35]

– – – – – –
Kaum kuffar, bersama kekufurannya teramat percaya diri dengan kekafiran mereka. Setia selalu dalam mempromosikan atribut-atribut sekaligus praktik-praktik keagamaan mereka yang jauh dari hidayah. Kita semua tentu yakin bahwa mereka berada pada kesesatan dan penyimpangan yang nyata.
Namun begitulah. Mereka menganggap semua yang mereka upayakan adalah kebaikan, padahal di sisi Allah Subhanahu Wata’ala mereka adalah makhluk-makhluk yang paling buruk lagi penuh kehinaan.

Tak wajar tentu, tatkala seorang muslim yang menekuni ilmu Ad-din yang haq ini tidak berani menunjukkan syi’ar-syi’ar kebenaran. Minder untuk menampakkan bahwa yang berhaq diikuti itu adalah garis sunnah Nabinya yang mulia Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Ini bukanlah malu yang terpuji, bahkan suatu bentuk kelemahan dan ketidak-berdayaan. Sebagaimana yang dikatakan oleh syaikh Ibnu Baz -rahmatullahi ‘alaihi:

ﻓﺎﻟﺤﻴﺎﺀ ﺍﻟﺬﻱ ﻳﻤﻨﻊ ﻣﻦ ﺍﻟﺤﻖ ﺇﻧﻤﺎ ﻫﻮ ﺿﻌﻒ ﻭﻋﺠﺰ ، ﻭﻟﻴﺲ ﺑﺤﻴﺎﺀ ، ﻭﺇﻧﻤﺎ ﺍﻟﺤﻴﺎﺀ ﺍﻟﺸﺮﻋﻲ ﺍﻟﺬﻱ ﻳﻤﻨﻌﻚ ﻣﻦ ﺍﻟﺒﺎﻃﻞ ، ﺍﻟﺬﻱ ﻗﺎﻝ ﻓﻴﻪ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﷺ : ‏( ﺍﻟﺤﻴﺎﺀ ﻣﻦ ﺍﻹﻳﻤﺎﻥ ‏) ‏( ﺍﻟﺤﻴﺎﺀ ﺧﻴﺮ ﻛﻠﻪ ‏) ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺤﻴﺎﺀ ﺍﻟﺬﻱ ﻳﻤﻨﻌﻚ ﻣﻦ ﺍﻟﺒﺎﻃﻞ ، ﻓﻴﻤﻨﻌﻚ ﻣﻦ ﺍﻟﺰﻧﻰ ، ﻭﻳﻤﻨﻌﻚ ﻣﻦ ﺍﻟﺨﻤﺮ ، ﻭﻳﻤﻨﻌﻚ ﻣﻦ ﻣﺠﺎﻟﺴﺔ ﺍﻷﻋﺪﺍﺀ ، ﻭﻳﻤﻨﻌﻚ ﻣﻦ ﻛﻞ ﺷﺮ ، ﻫﺬﺍ ﻫﻮ ﺍﻟﺤﻴﺎﺀ ﺍﻟﺸﺮﻋﻲ .

“Malu yang mencegah dari al-haq itu hanyalah merupakan wujud kelemahan dan kepayahan, serta bukanlah malu (yang syar’i).

Malu yang syar’i adalah malu yang dapat mencegah dari perkara bathil, sebagaimana yang telah disebutkan oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, “Malu itu merupakan bagian dari iman”, “Malu itu semuanya baik”.

Malu semacam itulah yang dapat mencegahmu dari kebathilan, mencegahmu dari perbuatan zina, mencegahmu dari khamar, mencegahmu dari bermajlis dengan musuh, dan mencegahmu dari segala bentuk kejelekan. Itulah malu yang syar’i.”

‏[ ﺍﺑﻦ ﺑﺎﺯ / ﻓﺘﺎﻭﻯ ﺇﺳﻼﻣﻴﺔ ﺝ 4 ﺹ 293 ‏]

Bersambung insya Allah…..

– – – – – – – – – – –

Rabu 08 Rabiul Awwal 1438 /07 Desember 2016

 

Sumber:

https://alpasimiy.com/