​USHUL DAN KAEDAH-KAEDAH DALAM MANHAJ SALAFY

Berkata Syaikh al Allamah Ubaid bin Abadillah al Jabiri hafizHahullah:

Kaedah kedua: “Seseorang itu diketahui dengan kebenaran (yang ada padanya) dan tidaklah kebenaran itu diketahui dengan semata-mata melihat pribadi tertentu yang ada.”

Makna kaedah ini:

Penggalan pertama:

ﺍﻟﺮﺟﺎﻝ ﻳﻌﺮﻑ ﺑﺎﻟﺤﻖ

Maksudnya adalah: seseorang bisa diketahui bahwa dia seorang Ahlus Sunnah dan Ahlul Haq dikarenakan berpegang teguhnya dia dengan sunnah dan dia tidak tercemari oleh bid’ah-bid’ah dan khurafat.

Dan ini semua bisa diketahui dari ucapan-ucapan dan amalan-amalannya yang senantiasa mengikuti al haq.

Penggalan kedua:

ﺍﻟﺤﻖ ﻻ ﻳﻌﺮﻑ ﺑﺎﻟﺮﺟﺎﻝ

Maknanya adalah: tidaklah kebenaran itu dinilai semata-mata dengan melihat ucapan dan perbuatan seseorang kemudian memastikan bahwa dia ini pasti benar. Akan tetapi, sebagaimana yang telah aku jelaskan kepada kalian bahwa salafiyin ahlus sunnah wal jamaah thooifatun manshuroh ahlul hadits firqotun najiyah, mereka menghukumi ucapan-ucapan dan perbuatan-perbuatan manusia dengan dua tolak ukur timbangan, yaitu

1. Nash (Al-Qur’an dan Sunnah)

2. Ijma’

Sumber: http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=147631

* Alih bahasa : Syabab Forum Salafy

——————

ﺑﺴﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺮﺣﻤﺎﻥ ﺍﻟﺮﺣﻴﻢ

ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﺍﻟﻌﻼﻣﺔ ﻋﺒﻴﺪ ﺑﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺠﺎﺑﺮﻱ ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻤﻮﻟﻰ

ﻓﻲ ‏( ‏( ﺃﺻﻮﻝ ﻭﻗﻮﺍﻋﺪ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﻨﻬﺞ ﺍﻟﺴﻠﻔﻲ ‏) ‏)

ﻣﺎ ﻧﺼﻪ :

ﺍﻟﻘﺎﻋﺪﺓ ﺍﻟﺜﺎﻧﻴﺔ : ﻳُﻌﺮﻑ ﺍﻟﺮﺟﺎﻝُ ﺑﺎﻟﺤﻖ ﻭﻻ ﻳُﻌﺮﻑ ﺍﻟﺤﻖ ﺑﺎﻟﺮﺟﺎﻝ :

ﻭﻣﻌﻨﻰ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻘﺎﻋﺪﺓ : ﺃﻥَّ ﺍﻹﻧﺴﺎﻥ ﻳﻮﺻﻒ ﺑﺎﻟﺘﻤﺴﻚ، ﻭﺃﻧﻪ ﻣﻦ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺴﻨﺔ، ﻭﺃﻧﻪ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺤﻖ ﺍﻟﺬﻱ ﻟﻢ ﺗﺸﺒﻪُ ﺷﺎﺋﺒﺔ ﺍﻟﺒﺪﻋﺔ ﻭﺍﻟﺨﺮﺍﻓﺔ ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺤﻖ . ﺍﻟﻌﻼﻣﺔ ﺍﻟﺪﺍﻟﺔ ﻋﻠﻴﻪ : ﻣﺎ ﺍﻧﺘﻬﺠﻪ ﻣﻦ ﺣﻖٍّ ﻓﻲ ﺃﻗﻮﺍﻟﻪ ﻭﺃﻋﻤﺎﻟﻪ؛ ﻭﻫﺬﺍ ﻫﻮ ﺍﻟﺸﻄﺮ ﺍﻷﻭﻝ .

ﻭﻻ ﻳﻌﺮﻑ ﺍﻟﺤﻖ ﺑﺎﻟﺮﺟﺎﻝ : ﻭﺍﻟﻤﻌﻨﻰ ﺃﻧﻪ ﻟﻴﺲ ﻣﺠﺮﺩ ﺳﻠﻮﻙ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﺑﻘﻮﻝٍ ﺃﻭ ﻓﻌﻞٍ ﻫﻮ ﺩﻻﻟﺔٌ ﻋﻠﻰ ﺃﻧﻪ ﻣﺼﻴﺐ، ﺑﻞ ﻛﻤﺎ ﻗﺪَّﻣﺖُ ﻟﻜﻢ ﺍﻟﺤﻜﻢ ﻋﻠﻰ ﺍﻷﻗﻮﺍﻝ ﻭﺍﻷﻋﻤﺎﻝ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﺴﻠﻔﻴﻴﻦ ﻋﻨﺪ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﻭﺍﻟﺠﻤﺎﻋﺔ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻄﺎﺋﻔﺔ ﺍﻟﻤﻨﺼﻮﺭﺓ ﻋﻨﺪ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻔﺮﻗﺔ ﺍﻟﻨﺎﺟﻴﺔ : ﻣﻴﺰﺍﻧﺎﻥ ﻓﻘﻂ : ﺍﻟﻨﺺ، ﻭﺍﻹﺟﻤﺎﻉ …