Setelah membaca dan mendengarkan beberapa pembahasan dan kajian tentang kaum JIN (Jaringan Islam Nusantara), maka bisa kita petik beberapa poin.

——~~—–

 

PERNYATAAN-PERNYATAAN  SESAT JIN

 

>> Semua agama adalah sama, semua menuju kepada kebenaran.

 

>> Tidak perlu menerapkan syariat Islam yang terkait dengan muamalah seperti hukum seputar jual beli dan pernikahan.

 

>> Untuk mengatur kehidupan manusia modern tidak diperlukan Al Quran dan hadits nabawi, namun yang paling berperan adalah pengalaman manusia.

 

Lihat:

http://daarulihsan.com/mewaspadai-pemikiran-islam-liberal/

——~~—–

 

>> Bukan Islam yang paling benar.

 

>> Agama-agama selain Islam adalah agama yang selamat.

 

>> Pluralisme agama dibenarkan Al Qur’an dan hadits Nabi.

 

>> Membolehkan perkawinan antar agama secara mutlak.

 

Lihat:

http://www.darussalaf.or.id/aqidah/membongkar-kedok-jil-gagasan-para-pemuja-akal-dan-bantahannya/

——~~—–

 

>> Memperkokoh landasan demokrasi melalui penanaman nilai-nilai pluralisme, inklusivisme, dan humanisme.

 

>> Membangun kehidupan keagamaan yang berdasarkan pada penghormatan atas perbedaan

 

>> Bahwa ketiga agama (Islam, Yahudi, dan Nashrani) itu sama-sama memiliki komitmen untuk menegakkan tauhid.

 

Lihat:

JIL DAN PENYATUAN AGAMA (1)

——~~—–

 

>> tidak mau sama dengan Islam hakiki yang dibawa oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam.

 

>> Islam Nusantara MENGAKUI Syi’ah sebagai bagian yang sah dari agama Islam.

 

>> Islam Nusantara sangat dengki, benci, dan memusihi apa yang mereka sebut dengan “Wahabi”. Sehingga Islam Nusantara dibuat dalam rangka menghadang apa yang mereka sebut dengan ‘wahabi’.

 

>> Islam Nusantara merupakan kelanjutan dari Islam Liberal.

 

Lihat:

AWAS!! Bahaya ISLAM NUSANTARA

——~~—–

 

>> Meyakini bahwa Islam Nusantara lebih sesuai dengan masyarakat Indonesia, bukan Islam Arab.

 

>> Meyakini bahwa Islam Nusantara berbeda dengan Islam Arab yang kaku, penuh teror dan kekerasan.

 

>> Ciri Islam Nusantara: tidak memusuhi Syi’ah. (Ucapan Ulil)

 

>> JIL moderat dan menghargai keberagamaan.

 

>> Kata Ulil: ” Semua agama sama. Semuanya menuju jalan kebenaran.”

 

>> Kata Sa’id: “Agama yang membawa misi tauhid adalah Yahudi, Nasrani, dan Islam.”

 

>> JIL adalah pelestari budaya-budaya syirik warisan Hindu-Budha, seperti sesajen.

 

>> JIL mendukung Syi’ah, sementara ‘Wahabi’ (baca: Dakwah Salafiyah) selalu buruk di mata pegiat-pegiat Islam Nusantara dan konco-konconya.

 

>> Tokoh-tokoh telah lancang mengatakan bahwa Malaikat Mungkar dan Nakir masih antri untuk menanyai Gus Dur.

 

>> Tokoh-tokoh Jil mencela orang-orang yang mengamalkan sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, seperti jenggot dan cadar.

 

>> Tokoh JIL telah mencela sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Contohnya adalah meluruskan shaf shalat dan pakaian di atas mata kaki bagi pria. (Oleh Said Agil)

 

>> JIL tidak berbicara dengan ilmiah. Misalnya mereka mengatakan bahwa cadar (hijab) adalah budaya Arab.

 

Lihat:

Majalah Asysyari’ah edisi 112

=========

 

Dan masih banyak lagi penyimpangan-penyimpangan yang ada pada kaum JIN. Semua statemen yang kontraversial tersebut tidak lepas dari dua faktor, bodoh atau hawa nafsu. Dan yang kedua jauh lebih nyata di hadapan mata.

 

Semoga Allah menjauhkan kita dari segala kesesatan dan penyimpangan. Amin.

——-~——-~——-~——-~——-

 

Appsalafy1

 

Bagikan Komentarmu