📒 APA HUKUMNYA MENAHAN KENCING, UNTUK MENJAGA WUDHU AGAR SUPAYA TIDAK BATAL, KARENA SEBAB CUACANYA DINGIN

Di jawab oleh Fadhilatu Asy-Syekh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullahu

Pertanyaan :
Apa pendapat anda terkait orang yang menahan kencing karena sebab masih (waktu) shalat atau ingin menjaga wudhu agar tidak batal. Dan yang demikian itu karena sebab (cuaca) dingin atau karena sesuatu hal yang lain, maka apakah ada sesuatu (dosa) bagi orang tsb?

Jawaban :

Na’am, atas orang tsb ada dosa, karena membangkang terhadap nabi shollahu ‘alaihi wa sallam karena beliau bersabda;
“Tidak ada shalat, ketika makanan sudah di hidangkan dan ketika dalam keadaan ia menahan dari kencing dan buang air besar.”

Maka apabila seseorang shalat dalam keadaan ia menahan kencing atau buang air besar, berarti ia sungguh telah membangkang terhadap nabi shollahu ‘alaihi wa sallam. Bahkan sebagian ulama berpendapat bahwa tidak ada shalat sama sekali baginya dalam keadaan itu, dan wajib baginya untuk menghilangkannya yaitu dengan cara ia kencing atau buang air besar.

Lalu kami katakan ; “Jika di dapati air dan juga mampu menggunakan air tsb dengan tidak membahayakannya (meskipun cuacanya dingin), maka hendaknya ia melakukannya (yaitu buang air, lalu berwudhu kembali)”.

Akan tetapi apabila tidak di dapati air atau ia takut akan membahayakannya (seperti karena cuacanya dingin, dan hal itu bisa berbahaya baginya) dengan menggunakannya air tsb, maka perkaranya luas (wa lillah al-hamdu), maka hendaknya ia bertayamum.

Dan shalatnya dengan tayamum, tanpa menahan kencing atau buang air besar lebih bagus daripada shalatnya dengan wudhu tetapi dalam keadaan menahan kencing atau buang air besar, dan hendaknya ia mengingat ucapan nabi, apabila ia akan shalat dalam keadaan menahan kencing atau buang air besar, yaitu ucapan nabi:

“Tidak ada shalat, ketika makanan sudah di hidangkan, dan ketika dalam keadaan menahan kencing atau buang air besar.”

Apabila ia mengingat hadits tsb, maka ia tidak kepikiran untuk shalat dalam keadaan ia menahan kencing atau buang air besar.

📕Fataawa Nuur Alaa Ad-Darbi

⛔ حكــم مــن يحبـس البــول حفاظــا علـى الوضـوء بسبـب البـرد ⛔

♻ الســــــــؤال:
👈🏽 ﻣﺎ ﺭﺃﻱ ﻓﻀﻴﻠﺘﻜﻢ ﻓﻴﻤﻦ ﻳﺤﺒﺲ ﻧﻔﺴﻪ ﻋﻦ اﻟﺒﻮﻝ ﻷﺟﻞ اﻟﺼﻼﺓ ﻭاﻟﺤﻔﺎﻅ ﻋﻠﻰ اﻟﻮﺿﻮء ﻭﺫﻟﻚ للبرﺩ ﺃﻭ ﻷﻱ ﺷﻲء ﺁﺧﺮ ﻓﻬﻞ ﻋﻠﻴﻪ ﺷﻲء؟
.
✅ﻓﺄﺟﺎﺏ الشيخ ابن عثـيمين ﺭﺣﻤﻪ اﻟﻠﻪ
👈🏽 ﻧﻌﻢ ﻋﻠﻴﻪ ﺷﻲء ﻷﻧﻪ ﻋﺼﻰ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻟﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻓﻘﺪ ﻗﺎﻝ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ (ﻻ ﺻﻼﺓ ﺑﺤﻀﺮﺓ ﻃﻌﺎﻡ ﻭﻻ ﻭﻫﻮ ﻳﺪاﻓﻌﻪ اﻷﺧﺒﺜﺎﻥ)
ﻓﺈﺫا ﺻﻠﻰ اﻹﻧﺴﺎﻥ ﻣﻊ ﻣﺪاﻓﻌﺔ اﻟﺨﺒﺚ اﻟﺒﻮﻝ ﺃﻭ اﻟﻐﺎﺋﻂ ﻓﻘﺪ ﻋﺼﻰ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻟﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺑﻞ ﻗﺪ ﺫﻫﺐ ﺑﻌﺾ اﻟﻌﻠﻤﺎء ﺇﻟﻰ ﺃﻧﻪ ﻻ ﺻﻼﺓ ﻟﻪ ﻓﻲ ﻫﺬﻩ اﻟﺤﺎﻝ ﻭﻋﻠﻴﻪ ﺃﻥ ﻳﺘﺨﻠﻰ ﺃﻱ ﺃﻥ ﻳﺒﻮﻝ ﺃﻭ ﻳﺘﻐﻮﻁ ﺛﻢ ﻧﻘﻮﻝ ﺇﻥ ﻭﺟﺪ اﻟﻤﺎء ﻭﻗﺪﺭ ﻋﻠﻰ اﺳﺘﻌﻤﺎﻟﻪ ﺑﻼ ﺿﺮﺭ ﻓﻠﻴﻔﻌﻞ ﻭﺇﻥ ﻟﻢ ﻳﺠﺪ اﻟﻤﺎء ﺃﻭ ﻛﺎﻥ ﻳﺨﺎﻑ اﻟﻀﺮﺭ ﺑﺎﺳﺘﻌﻤﺎﻟﻪ ﻓﺎﻷﻣﺮ ﻭاﺳﻊ ﻭﻟﻠﻪ اﻟﺤﻤﺪ ﻓﻠﻴﺘﻴﻤﻢ ﻭﺻﻼﺗﻪ ﺑﺘﻴﻤﻢ ﺑﺪﻭﻥ ﻣﺪاﻓﻌﺔ اﻟﺒﻮﻝ ﺃﻭ اﻟﻐﺎﺋﻂ ﺧﻴﺮ ﻣﻦ ﺻﻼﺗﻪ ﺑﻮﺿﻮء ﻳﻜﻮﻥ ﻓﻴﻪ ﻣﺪاﻓﻌﺎ ﻟﻠﺒﻮﻝ ﻭاﻟﻐﺎﺋﻂ ﻭﻟﻴﺴﺘﺤﻀﺮ ﺇﺫا ﺩﻋﺘﻪ ﻧﻔﺴﻪ ﺇﻟﻰ اﻟﺼﻼﺓ ﻭﻫﻮ ﻳﺪاﻓﻊ اﻷﺧﺒﺜﻴﻦ ﻗﻮﻝ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻟﻪ ﻭﺳﻠﻢ
(ﻻ ﺻﻼﺓ ﺑﺤﻀﺮﺓ ﻃﻌﺎﻡ ﻭﻻ ﻭﻫﻮ ﻳﺪاﻓﻌﻪ اﻷﺧﺒﺜﺎﻥ) ﻓﺈﺫا اﺳﺘﺤﻀﺮ ﻫﺬا ﻓﺈﻧﻪ ﻟﻦ ﻳﺬﻫﺐ ﻳﺼﻠﻰ ﻭﻫﻮ ﻳﺪاﻓﻊ اﻷﺧﺒﺜﻴﻦ.
.
📓[[] فتـاوى نـور علـى الــدرب []]
https://goo.gl/IoFp59
https://goo.gl/R6br7a

Sumber:
@faedahislamiyahslogohimo
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com