Tanya:
Apakah boleh memakan kutu jepang, atau semut jepang sebagai obat dalam. Apakah hukumnya sama seperti membunuh semut? Dan apakah boleh ataukah tidak?

Jawab:
Oleh Al Ustadz Abu Karimah Askari hafizhahullah

Sudah kehabisan kutu kah di Indonesia ini? Koq harus nyari di Jepang? Indonesia ini masya Allah, macam-macam pengobatan di Indonesia ini, dari berbagai macam jenis tumbuh-tumbuhan, macam macam. Ada yang bisa di jus, ada yang bisa di…(dioalah dengan berbagai cara, -red) macam-macam pengobatan. Saya pernah punya buku pengobatan dengan jus Dr. Hembing rahimahullah (muslim ya?), itu subhanallah sakit ini ada (obatnya, -red), macam-macam penyakit dari atas sampai bawah, penyakit dalam, penyakit kulit, macam-macam.

Koq yang dicari kutu dari Jepang itu kehabisan obat? Cari yang aneh-aneh. Padahal mungkin yang di dekat kita itu banyak. Al Habbatus sauda (شِفَاءٌ مِنْ كُلِّ دَاءٍ), minyak zaitun masya Allah, yang lain, madu, atau pengobatan-pengobatan yang biasa saja. Supaya kita tidak terjatuh ke dalam perkara yang menjadi sebab munculnya polemik, munculnya permasalahan.

Semut Jepang? Saya belum pernah lihat ini semut Jepang. Bedanya dengan semut Indonesia itu dari sisi mana? Apakah karena matanya lebih sipit, saya belum tahu. Wallahu a’lam. Memang kita ini sering terbawa, apa yang ramai dibicarakan. Dulu ada yang pahit sekali itu, mengkudu, macam-macam. Akhirnya orang yang tidak punya pohonnya tanam pohon mengkudu. Saking terlalu banyaknya, tidak laku sudah. Pindah lagi ke yang lain.

Cari yang tidak ada khilaf. Kalau disebut semut Jepang, wallahu a’lam apakah termasuk ke dalam an naml, jenis namlah, wallahu a’lam. Kalau dia termasuk dalam jenis namlah, berarti tidak diperbolehkan, tidak boleh dibunuh dan tidak boleh dijadikan sebagai obat. Sama seperti cacing, pengobatan pakai cacing, dikapsulkan lagi, yang shahih dari pendapat para ulama, cacing haram!
—————

© TIS (Thalab Ilmu Syar’i)

العلم الشرعي رأس مال السلفيين

———–

http://appsalafy.salafymedia.com

Bagikan Komentarmu