*APAKAH DUDUK TAWARRUK[1] PADA SAAT SHALAT ITU BERLAKU UMUM UNTUK PRIA DAN WANITA?*

Fadhilatu Asy-syaikh ditanya tentang hukum duduk tawarruk di saat shalat, apakah berlaku umum untuk pria dan wanita?

Jawaban:
Duduk tawarruk pada saat shalat hukumnya sunnah tatkala sedang dalam keadaan tasyahhud/tahyat terakhir pada setiap shalat yang memiliki dua tahyat, seperti maghrib, Isya, Zhuhur, dan Ashar. Sedangkan shalat yang hanya memiliki satu tahyat maka tidak ada tawarruk padanya, tapi dengan iftirasy[2].

Ini seputar hukum tawarruk.

Adapun perihal apakah tawarruk itu berlaku bagi pria dan wanita, maka kami berpendapat umum. Duduk tawarruk berlaku bagi wanita maupun pria. Karena secara asal pria dan wanita memiliki kesamaan dalam masalah hukum syariat, kecuali jika memang ada dalil yang menunjukkan perbedaannya. Sementara di sana tidak ada dalil syar’i shahih yang menerangkan bahwa wanita berbeda cara pada perihal shalat dengan kaum pria. Justru wanita dan pria berada pada keadaan yang sama.

*[Ibnu Utsaimin, Majmu’ Fatawa wa Rasa’il Al-Utsaimin 233/13]*

[1] Tawarruk: duduk dengan pantat menempel di lantai, dan kaki kiri dimajukan.
[2] Iftirasy: duduk dengan posisi pantat berada di atas kaki kiri
********

وسئل فضيلة الشيخ: عن حكم التورك في الصلاة؟ وهل هو عام للرجال والنساء؟ أفيدونا جزاكم الله خيراً.

فأجاب فضيلته بقوله: جلسة التورك في الصلاة سنة في التشهد الأخير في كل صلاة فيها تشهدان؛ كصلاة المغرب، والعشاء، والظهر والعصر. وأما الصلاة التي ليس فيها إلا تشهد واحد فليس فيها تورك. بل يفترش. هذا عن حكم التورك.

أما كونه للرجال والنساء، فنعم فهو ثابت في حق النساء والرجال؛ لأن الأصل تساوي الرجال والنساء في الأحكام الشرعية إلا بدليل شرعي يدل على عدم التساوي، وليس هناك دليل شرعي صحيح على أن المرأة تختلف عن الرجل في هيئات الصلاة؛ بل هي والرجل على حد سواء.

[ابن عثيمين ,مجموع فتاوى ورسائل العثيمين ,13/233]
********

AD al-Basimiy

*Kunjungi:*
Alpasimiy.com