“Dari sini dapat disimpulkan bahwa pemantik utama bergulirnya SOSIALISME adalah perbedaan kelas atau tingkat sosial kemasyarakatan yang dinilai dengan standar materi dan pembelaan terhadap kalangan bawah (proletar). Adapun KOMUNISME merupakan penerapan radikal dari sosialisme dalam lapangan politik. Untuk pertama kalinya, komunisme diterapkan dalam lapangan politik di Uni Soviet oleh Vladimir Ilyich Lenin.Asy-Syaikh al-‘Allamah Rabi’ bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah ketika mengkritisi paham sosialis yang ada pada Sayyid Quthb mengatakan,

“Tidak tersembunyi bahwa ini adalah argumentasi orang-orang komunis dan sosialis untuk menguasai harta manusia dan menjadikannya milik bersama dengan isu keadilan, persamaan, dan kepentingan bersama.

Itulah argumentasi orang-orang komunis dan sosialis, padahal itu adalah :
> kezhaliman,
> kecurangan,
> pendiskreditan umat manusia dan berbagai kepentingan mereka, serta
> menjadikan orang-orang kaya di antara mereka dan orang-orang miskin sebagai budak-budak yang hina setelah harta mereka dirampas.

Berbagai jaminan palsu yang dipromosikan oleh orang-orang sosialis itu pun pasti akan menguap dan sirna. Cukuplah rekam jejak pemerintahan-pemerintahan sosialis-komunis sebagai pelajaran terbesar bagi orang-orang yang dapat mengambil pelajaran. (Adhwa’ Islamiyyah ala Aqidah Sayyid Quthb wa Fikrihi, hlm. 215-216)

Islam menolak komunisme dan kapitalisme. Islam berada di antara kedua dan tidak membutuhkan keduanya. Komunisme memasung hak-hak kalangan atas. Kapitalisme memasung hak-hak kalangan bawah.

Islam tidak memasung hak-hak keduanya, justru memerhatikannya. Kalangan atas dan kalangan bawah sama-sama mendapatkan haknya secara adil, sesuai kapasitas dan porsinya. Islam tidak menjadikan kalangan atas dan kalangan bawah sebagai dua kalangan yang bermusuhan. Bahkan, Islam berupaya merapatkan keduanya dalam tatanan kehidupan sosial kemasyarakatan yang indah dan menjadikan keduanya sebagai dua kekuatan yang saling melengkapi. Sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah — shallallahu ‘alaihi wa sallam — .”

dari majalah “asy-Syari’ah” no. 113/X/1437 H/2016 , “BOM WAKTU KOMUNISME”, oleh al-Ustadz Ruwaifi bin Sulaimi, Lc, halaman 7-8.

http://www.manhajul-anbiya.net

Bagikan Komentarmu