๐Ÿ’๐Ÿ“BERKENALAN DENGAN BAGIAN-BAGIAN DALAM RIWAYAT HADITS

Setiap riwayat hadits memiliki 2 bagian, yaitu: sanad dan matan. Sanad disebut juga isnad, merupakan mata rantai para perawi hadits, orang-orang yang terlibat dalam penyampaian hadits tersebut. Sedangkan matan adalah isi berita atau hadits yang disampaikan.

Sebagian contoh, perhatikan sebuah hadits berikut ini yang disebutkan al-Imam al-Bukhari dalam Shahih-nya. Al-Imam al-Bukhari rahimahullah menyatakan:

ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽู†ูŽุง ู…ูŽูƒู‘ููŠู‘ู ุจู’ู†ู ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู…ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽู†ูŽุง ูŠูŽุฒููŠุฏู ุจู’ู†ู ุฃูŽุจููŠ ุนูุจูŽูŠู’ุฏู ุนูŽู†ู’ ุณูŽู„ูŽู…ูŽุฉูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุณูŽู…ูุนู’ุชู ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูŠูŽู‚ููˆู„ู ู…ูŽู†ู’ ูŠูŽู‚ูู„ู’ ุนูŽู„ูŽูŠู‘ูŽ ู…ูŽุง ู„ูŽู…ู’ ุฃูŽู‚ูู„ู’ ููŽู„ู’ูŠูŽุชูŽุจูŽูˆู‘ูŽุฃู’ ู…ูŽู‚ู’ุนูŽุฏูŽู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู

Telah menceritakan kepada kami Makkiy bin Ibrahim ia berkata: telah menceritakan kepada kami Yazid bin Abi Ubaid dari Salamah radhiyallahu anhu ia berkata: Aku mendengar Nabi shollallahu alaihi wasallam bersabda: Barangsiapa yang mengucapkan sesuatu yang sebenarnya tidak aku ucapkan (berdusta atas namaku), silakan ambil tempat duduknya di Neraka (Shahih al-Bukhari bab Itsmu man kadzaba alan Nabi shollallahu alaihi wasallam)

Sanad dalam hadits itu adalah mata rantai penyampai berita (hadits) dari Nabi sampai kepada al-Imam al-Bukhari. Antara Nabi dengan al-Imam al-Bukhari ada 3 orang, yaitu Salamah (bin al-Akwaaโ€™), Yazid bin Abi Ubaid, dan Makkiy bin Ibrahim.

Sedangkan matan hadits itu adalah redaksi sabda Nabi yang disampaikan, yaitu:

ู…ูŽู†ู’ ูŠูŽู‚ูู„ู’ ุนูŽู„ูŽูŠู‘ูŽ ู…ูŽุง ู„ูŽู…ู’ ุฃูŽู‚ูู„ู’ ููŽู„ู’ูŠูŽุชูŽุจูŽูˆู‘ูŽุฃู’ ู…ูŽู‚ู’ุนูŽุฏูŽู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู

Barangsiapa yang mengucapkan sesuatu yang sebenarnya tidak aku ucapkan (berdusta atas namaku), silakan ambil tempat duduknya di Neraka

Jika suatu hadits tidak ditemukan adanya mata rantai sanad dalam kitab apapun, ia disebut dengan Laa Ashla Lahu (tidak ada asalnya).

Al-Imam al-Bukhari memiliki kriteria yang sangat ketat untuk memasukkan seseorang perawi dalam sanad hadits pada kitab Shahihnya. Para perawi dalam Shahih al-Bukhari disebut dengan rijaal al-Bukhari. Para perawi dalam Shahih Muslim disebut rijaal Muslim. Hal itu berlaku jika perawi tersebut berada dalam riwayat bersambung yang utama, bukan sekedar riwayat yang dijadikan penguat saja.

Penyebutan rijaal as-Shahih adalah untuk mengisyaratkan bahwa perawi tersebut adalah perawi dalam Shahih al-Bukhari atau Shahih Muslim. Para perawi dalam Shahih al-Bukhari dan Muslim adalah perawi yang terpercaya.

Jika ada hadits lain yang perawinya adalah perawi dalam Shahih al-Bukhari atau Muslim, itu adalah salah satu indikasi yang menguatkan bahwa haditsnya shahih.

Sebagai contoh, hadits berikut yang diriwayatkan oleh al-Imam Ahmad bin Hanbal dalam musnadnya. Al-Imam Ahmad rahimahullah menyatakan:

ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽู†ูŽุง ู…ูŽูƒู‘ููŠู‘ู ุจู’ู†ู ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู…ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽู†ูŽุง ูŠูŽุฒููŠุฏู ุจู’ู†ู ุฃูŽุจููŠ ุนูุจูŽูŠู’ุฏู ุนูŽู†ู’ ุณูŽู„ูŽู…ูŽุฉูŽ ุจู’ู†ู ุงู„ู’ุฃูŽูƒู’ูˆูŽุนู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุจูŽุงูŠูŽุนู’ุชู ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุซูู…ู‘ูŽ ุนูŽุฏูŽู„ู’ุชู ุฅูู„ูŽู‰ ุธูู„ู‘ู ุดูŽุฌูŽุฑูŽุฉู ููŽู„ูŽู…ู‘ูŽุง ุฎูŽูู‘ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ุนูŽู†ู’ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ูŠูŽุง ุงุจู’ู†ูŽ ุงู„ู’ุฃูŽูƒู’ูˆูŽุนู ุฃูŽู„ูŽุง ุชูุจูŽุงูŠูุนู ู‚ูู„ู’ุชู ู‚ูŽุฏู’ ุจูŽุงูŠูŽุนู’ุชู ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ูˆูŽุฃูŽูŠู’ุถู‹ุง ู‚ูŽุงู„ูŽ ููŽุจูŽุงูŠูŽุนู’ุชูู‡ู ุงู„ุซู‘ูŽุงู†ููŠูŽุฉูŽ

Telah menceritakan kepada kami Makkiy bin Ibrahim ia berkata: telah menceritakan kepada kami Yazid bin Abi Ubaid dari Salamah bin al-Akwaaโ€™ ia berkata: Aku berbaiat kepada Rasulullah shollallahu alaihi wasallam kemudian aku pergi berteduh di bawah pohon. Ketika manusia sudah sedikit jumlahnya di sekitar Rasulullah shollallahu alaihi wasallam, Nabi bersabda: Wahai putra al-Akwaaโ€™ tidakkah engkau berbaiat? Aku berkata: Aku telah berbaiat wahai Rasulullah. Beliau berkata: dan juga? Aku kemudian berbaiat yang kedua (Musnad Ahmad)

Dalam hadits tersebut sanadnya sama persis dengan pada Shahih al-Bukhari di atas, yaitu: Salamah bin al-Akwaaโ€™ (Sahabat Nabi), Yazid bin Abi Ubaid, dan Makkiy bin Ibrahim. Sehingga bisa dikatakan bahwa hadits itu sanadnya adalah rijaal al-Bukhari atau rijaal as-Shahih. Ini adalah salah satu indikasi kuat keshahihan riwayat tersebut, sebelum dikaji dan mempertimbangkan parameter-parameter yang lain.

(dikutip dari buku “Mudah Memahami Ilmu Mustholah Hadits (Syarh Mandzhumah al-Baiquniyyah)”, Abu Utsman Kharisman)