🌍 https://t.me/KajianAhadBadaShubuh

*Kajian Utama*

🏵🏆 *BERSABAR DI ATAS KEBENARAN, KEWAJIBAN INSAN YANG BERIMAN* 🏆🏵

✍🏻 *Al-Ustadz Ruwaifi’ Bin Sulaimi, Lc حفظه الله تعالى*

Kebenaran adalah mutiara kehidupan yang sangat berharga bagi setiap insan. Titian jalannya mengantarkan kepada kebahagiaan. Keberadaannya di tengah kehidupan, laksana pelita dalam kegelapan. Cahayanya terang-benderang menerangi lorong-lorong kehidupan sepanjang zaman. *Berpegang teguh dengannya adalah kemuliaan, sedangkan mengabaikannya adalah kebinasaan.*

*Kebenaran adalah anugerah agung dari Allah سبحانه وتعالى untuk para hamba-Nya yang beriman.* Allah سبحانه وتعالى berfirman,

الْحَقُّ مِن رَّبِّكَ ۖ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِينَ

*_“Kebenaran itu (datang) dari Rabbmu,_* _karena itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu.”_
*(al-Baqarah: 147)*

Kebenaran yang datang dari Allah سبحانه وتعالى itu tercermin pada *agama Islam yang dibawa oleh Rasulullah ﷺ dan diterapkan oleh para sahabat yang mulia.* Allah سبحانه وتعالى berfirman,

هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَىٰ وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ

_“Dialah (Allah سبحانه وتعالى) yang telah mengutus Rasul-Nya dengan (membawa) petunjuk dan agama yang benar, agar Allah memenangkan agama tersebut atas semua agama yang ada, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukainya.”_
*(ash-Shaff: 9)*

وَمَن يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِن بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَىٰ وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّىٰ وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ ۖ وَسَاءَتْ مَصِيرًا

_“Barang siapa menentang Rasul setelah jelas baginya petunjuk, dan mengikuti selain jalan orang-orang yang beriman¹, Kami biarkan ia leluasa bergelimang dalam kesesatan dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.”_
*(an-Nisa’: 115)*

Rasulullah ﷺ bersabda,

سَتَفْتَرِقُ أُمَّتِي عَلَى ثَلاَثَةٍ وَسَبْعِينَ مِلَّةً، كُلُّهُمْ فِي النَّارِ إِلاَّ وَاحِدَةً. قِيلَ: مَنْ هِيَ يَا رَسُولَ الَّهلِ؟ قَالَ: مَا أَنَا عَلَيْهِ وَأَصْحَابِيْ

*_“Umatku akan terpecah belah menjadi 73 golongan. Semuanya masuk neraka, kecuali satu golongan. Beliau ditanya, ‘Siapakah dia wahai Rasulullah❓’ Beliau menjawab, ‘(Golongan) yang berada di atas jalan hidup (manhaj) yang aku dan para sahabatku berada’.”_* *(HR. at-Tirmidzi* dalam _Sunan_ -nya; “Kitabul Iman”, bab “Iftiraqul Hadzihil Ummah”, dari ‘Abdullah bin Amr bin al-’Ash رضي الله عنهما)

Beliau ﷺ juga bersabda,

فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ بَعْدِي فَسَيَرَى اخْتِلاَفًا كَثِيْرًا، فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الْرَّاشِدِيْنَ الْمَهْدِيِيْنَ، عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ

*_“Sesungguhnya siapa saja di antara kalian yang hidup sepeninggalku nanti, niscaya akan melihat perselisihan yang banyak (dalam memahami agama ini). Maka dari itu, kalian wajib berpegang teguh dengan sunnah (bimbingan)ku dan sunnah al-Khulafa ar-Rasyidin yang terbimbing. Gigitlah ia dengan gigi-gigi geraham kalian (maksudnya, berpeganglah erat-erat dengannya, –pen.)…_ (HR. Abu Dawud, at-Tirmidzi, ad-Darimi, Ibnu Majah,* dan yang lainnya dari al- ‘Irbadh bin Sariyah رضي الله عنه. Lihat _Irwaul Ghalil,_ hadits no. 2455)

Maka dari itu, Allah سبحانه وتعالى menyeru seluruh umat manusia untuk mengikuti kebenaran tersebut dengan sebaik-baiknya. Allah سبحانه وتعالى berfirman,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَكُمُ الرَّسُولُ بِالْحَقِّ مِن رَّبِّكُمْ فَآمِنُوا خَيْرًا لَّكُمْ ۚ وَإِن تَكْفُرُوا فَإِنَّ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا

_“Wahai manusia, sesungguhnya telah datang Rasul (Muhammad) itu kepada kalian dengan (membawa) kebenaran dari Rabb kalian maka berimanlah kalian, *itulah yang lebih baik bagi kalian.* Jika kalian kafir, (kekafiran itu tidak merugikan Allah sedikit pun) karena sesungguhnya apa yang di langit dan di bumi itu adalah kepunyaan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.”_
*(an-Nisa’: 170)*

Tak terlewatkan Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani), Allah سبحانه وتعالى menyeru mereka kepada kebenaran tersebut yang sekaligus sebagai peringatan bahwa jalan hidup yang mereka tempuh selama ini adalah batil. Allah سبحانه وتعالى berfirman,

يَا أَهْلَ الْكِتَابِ قَدْ جَاءَكُمْ رَسُولُنَا يُبَيِّنُ لَكُمْ كَثِيرًا مِّمَّا كُنتُمْ تُخْفُونَ مِنَ الْكِتَابِ وَيَعْفُو عَن كَثِيرٍ ۚ قَدْ جَاءَكُم مِّنَ اللَّهِ نُورٌ وَكِتَابٌ مُّبِينٌ (١٥) يَهْدِي بِهِ اللَّهُ مَنِ اتَّبَعَ رِضْوَانَهُ سُبُلَ السَّلَامِ وَيُخْرِجُهُم مِّنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِهِ وَيَهْدِيهِمْ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ (١٦)

_“Hai Ahli Kitab, telah datang kepada kalian Rasul kami, menjelaskan kepada kalian banyak dari al-Kitab yang kalian sembunyikan dan banyak pula yang dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepada kalian cahaya dari Allah dan kitab yang menerangkan (al-Qur’an). Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya kepada jalan keselamatan. Dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari kegelapan menuju cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.”_ *(al-Maidah: 15—16)*

Dari keterangan di atas dapat disimpulkan *bahwa kebenaran itu bukan akal, bukan rajutan hawa nafsu, dan bukan pula budaya warisan leluhur. Kebenaran adalah agama Islam yang dibawa oleh Rasulullah ﷺ dan diterapkan oleh para sahabat yang mulia. Itulah jalan hidup (manhaj) yang penuh berkah dan diridhai oleh Allah سبحانه وتعالى. Jalan hidup yang dicatat oleh para ulama dengan sebutan manhaj salaf.*

Barang siapa mengikuti manhaj tersebut dengan baik kemudian istiqamah di atasnya, *niscaya akan beruntung hidupnya di dunia dan di akhirat.* Allah سبحانه وتعالى berfirman,

الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الرَّسُولَ النَّبِيَّ الْأُمِّيَّ الَّذِي يَجِدُونَهُ مَكْتُوبًا عِندَهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنجِيلِ يَأْمُرُهُم بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَاهُمْ عَنِ الْمُنكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَالْأَغْلَالَ الَّتِي كَانَتْ عَلَيْهِمْ ۚ فَالَّذِينَ آمَنُوا بِهِ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَاتَّبَعُوا النُّورَ الَّذِي أُنزِلَ مَعَهُ ۙ أُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

_“(Yaitu) orang-orang yang mengikuti rasul, nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf (baik), melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar (buruk), menghalalkan bagi mereka segala yang baik, mengharamkan bagi mereka segala yang buruk, serta membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka._

_Orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya, dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (al-Qur’an), mereka itulah orang-orang yang beruntung.”_ *(al-A’raf: 157)*

وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُم بِإِحْسَانٍ رَّضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

_“Orang-orang yang terdahulu lagi pertama-tama (masuk Islam) dari kalangan sahabat Muhajirin dan Anshar, serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah, dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga (al-Jannah) yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal abadi di dalamnya. Itulah kesuksesan yang agung.”_
*(at-Taubah: 100)*

⭕ *Konsekuensi Kebenaran*
Mengetahui kebenaran, mengikutinya, dan istiqamah di atasnya menghadirkan konsekuensi besar dalam kehidupan. Secara sunnatullah, *siapa saja yang mengetahui kebenaran, mengikutinya, dan istiqamah di atasnya pasti akan mendapatkan ujian dan cobaan.* Allah سبحانه وتعالى berfirman,

الم (١) أَحَسِبَ النَّاسُ أَن يُتْرَكُوا أَن يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُو (۲)

_Alif Laam Miim. *Apakah manusia mengira dibiarkan berkata, “Kami telah beriman’ sedangkan mereka tidak diberi ujian*_❓”
*(al-‘Ankabut: 1—2)*

*Ujian dan cobaan itu pun beragam bentuknya. Terkadang dalam bentuk keburukan dan terkadang pula dalam bentuk kebaikan.* Allah سبحانه وتعالى berfirman,

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَنَبْلُوكُم بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

_“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. *Kami akan menguji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan* (yang sebenar-benarnya), dan hanya kepada Kamilah kalian dikembalikan.”_
*(al-Anbiya’: 35)*

Al-Imam Ibnu Katsir رحمه الله berkata, “Maksudnya, *Kami (Allah سبحانه وتعالى) akan menguji kalian, kadang dengan musibah dan kadang dengan kenikmatan, untuk Kami nilai siapa yang bersyukur dan siapa pula yang kufur, siapa yang bersabar dan siapa pula yang berputus asa.* Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalhah dari Ibnu Abbas رضي الله عنهما, beliau berkata, ‘Maksud dari ayat (yang artinya) [Kami akan menguji kalian] *adalah Kami akan menguji kalian dengan kesulitan dan kelapangan, sehat dan sakit, kecukupan dan kemiskinan, halal dan haram, ketaatan dan kemaksiatan, petunjuk dan kesesatan…’.”* _(Tafsir Ibnu Katsir)_

⭕ *Ketika Ujian & Cobaan Menerpa*
Sesungguhnya, ragam ujian dan cobaan dalam kehidupan beragama telah lama ada. Para rasul terdahulu dan umatnya yang beriman benar-benar telah mengalami beragam ujian dan cobaan tersebut. Karena itu, *ketika ujian dan cobaan menerpa Rasulullah ﷺ dan para sahabatnya, datanglah berita dari langit menghibur mereka semua.* Di antaranya firman Allah سبحانه وتعالى,

🔽⬇⏬ *bersambung, إن شآء الله* …