✅ BERSAUDARA KARENA ALLAH DAN TIDAK FANATIK KECUALI KEPADA KEBENARAN (1)

🎙 Al-Allamah Rabi’ bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah

Kita memuji Allah Tabaraka wa Ta’ala atas keadaan saling mencintai diantara ikhwah dan persatuan yang baik ini, dan kami wasiatkan kepada mereka untuk bertakwa kepada Allah dan saling bersaudara di jalan Allah karena mengharapkan wajah Allah Azza wa Jalla, karena sesungguhnya ini termasuk perkara yang paling besar di sisi Allah dan termasuk perkara yang paling dicintai oleh Allah.

Kalian mengetahui hadits tentang 7 golongan yang dinaungi oleh Allah dalam naungan-Nya pada hari ketika tidak ada naungan kecuali naungan-Nya. Diantara 7 golongan tersebut –saya sengaja tidak ingin memperpanjang– ada 2 orang yang saling mencintai karena Allah, keduanya bersatu karena-Nya dan berpisah juga karena-Nya. Keduanya bersatu di atas kecintaan karena Allah Azza wa Jalla dan berpisah di atas kecintaan karena Allah Azza wa Jalla, bukan karena fanatik kepada ini atau itu, tetapi semata-mata hanya mengharapkan wajah Allah Azza wa Jalla.

Rasulullah shallallahu alaihi was sallam juga bersabda:

‏«ﺃَﻥَّ ﺭَﺟُﻠًﺎ ﺯَﺍﺭَ ﺃَﺧًﺎ ﻟَﻪُ ﻓِﻲْ ﻗَﺮْﻳَﺔٍ ﺃُﺧْﺮَﻯ، ﻓَﺄَﺭْﺻَﺪَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻟَﻪُ ﻋَﻠَﻰ ﻣَﺪْﺭَﺟَﺘِﻪِ ﻣَﻠَﻜًﺎ، ﻓَﻠَﻤَّﺎ ﺃَﺗَﻰ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻗَﺎﻝَ: ﺃَﻳْﻦَ ﺗُﺮِﻳْﺪُ؟ ﻗَﺎﻝَ: ﺃُﺭِﻳْﺪُ ﺃَﺧًﺎ ﻟِﻲْ ﻓِﻲْ ﻫَﺬِﻩِ ﺍﻟْﻘَﺮْﻳَﺔِ. ﻗَﺎﻝَ: ﻫَﻞْ ﻟَﻚَ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻣِﻦْ ﻧِﻌْﻤَﺔٍ ﺗَﺮُﺑُّﻬَﺎ؟ ﻗَﺎﻝَ: ﻟَﺎ، ﻏَﻴْﺮَ ﺃَﻧِّﻲْ ﺃَﺣْﺒَﺒْﺘُﻪُ ﻓِﻲْ ﺍﻟﻠﻪِ ﻋَﺰَّ ﻭَﺟَﻞَّ. ﻗَﺎﻝَ: ﻓَﺈِﻧِّﻲْ ﺭَﺳُﻮْﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ ﺇِﻟَﻴْﻚَ ﺑِﺄَﻥَّ ﺍﻟﻠﻪَ ﻗَﺪْ ﺃَﺣَﺒَّﻚَ ﻛَﻤَﺎ ﺃَﺣْﺒَﺒْﺘَﻪُ ﻓِﻴْﻪِ‏»

“Ada seseorang yang mengunjungi saudaranya di negeri lain, maka Allah mengutus seorang malaikat di tengah perjalanannya, ketika malaikat itu bertemu dengannya maka dia bertanya: ‘Kemana engkau akan pergi?’ Dia menjawab: ‘Aku ingin mengunjungi saudaraku di negeri ini.’ Malaikat bertanya lagi: ‘Apakah engkau ingin mendapatkan sebuah kenikmatan darinya?’ Dia menjawab: ‘Tidak, aku hanya mencintainya karena Allah Azza wa Jalla.’ Malaikat tersebut berkata lagi: ‘Sesungguhnya aku adalah malaikat yang diutus oleh Allah kepadamu untuk mengabarkan bahwa Dia telah mencintaimu sebagaimana engkau telah mencintai saudaramu itu karena-Nya.”
(HR. Muslim no. 2567 –pent)

Maka hendaklah kalian saling mencintai karena Allah dan salinglah mengunjungi karena Allah!

Saya sampaikan kepada kalian sejarah salafiyyun, dahulu mereka dalam puncak persaudaraan. Tentu saja di masa-masa yang lalu mereka lebih dan lebih dibandingkan apa yang kita lihat, lebih banyak dan lebih banyak dibandingkan apa yang kita jumpai, yaitu salafiyyun di belahan bumi timur dan barat dan orang-orang non Arab mereka dahulu semuanya seakan-akan satu keluarga.

Orang India bertemu dengan orang Saudi, orang Yaman bertemu dengan orang… dan seterusnya, bertemu dengan orang dari semua negara dalam keadaan mereka semua seakan-akan bersaudara. Mereka terdidik oleh ulama yang sama, manhaj yang sama, akidah yang sama, dan ketika menghadapi semua peristiwa –subhanallah– ini di timur, ini di barat, ini di Hijaz, mereka satu pendapat. Mengapa demikian? Karena manhaj mereka semua sama persis dan tempat mengambil air (keyakinan) sama, barakallah fikum.

Dan saya menjumpai dari semua wilayah Kerajaan (Arab Saudi) dari bagian utaranya, timurnya, baratnya, salafiyyun semuanya bersaudara, barakallah fikum. Masyayikh di wilayah selatan mereka juga merupakan masyayikh bagi yang berada di wilayah utara, semuanya sama.

Tidak ada yang mengatakan bahwa syaikhnya hanya si fulan atau fulan, mereka semua adalah masyayikhnya, dan para penuntut ilmu mereka semua adalah saudara-saudaranya, barakallah fikum.

Saya sekarang menasehatkan kepada para pemuda agar saling bersaudara seperti ini, jangan membeda-bedakan antara orang Saudi, orang Yaman, orang India, orang Pakistan, orang Sindi, dan orang Amerika (yang muslim –pent). Mereka semua bersaudara karena Allah, yang menyatukan mereka adalah tali Islam dan tali manhaj ini.

⚠ INSYAALLAH BERSAMBUNG

Sumber:
@jujurlahselamanya/1982
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com