✅ BERSAUDARA KARENA ALLAH DAN TIDAK FANATIK KECUALI KEPADA KEBENARAN (2)

🎙 Al-Allamah Rabi’ bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah

Dan saya menasehatkan kepada orang-orang yang terjun dalam mendidik dan mengajar; agar mereka mendidik murid-murid mereka di atas manhaj ini dan mencintai semua salafy di belahan bumi yang timur maupun yang barat, dan agar mereka tidak fanatik terhadap gurunya selama-lamanya.

Tidak boleh fanatik kepada kelompok tertentu atau pribadi tertentu kecuali pribadi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam, dan tidak boleh fanatik kepada kelompok tertentu kecuali terhadap para shahabat Muhammad shalallahu alaihi wa sallam.

Adapun Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam maka boleh fanatik terhadap pribadi beliau, karena kebenaran selalu bersama beliau di manapun beliau berada. Demikian juga para shahabat boleh fanatik terhadap mereka karena kebenaran selalu bersama mereka di manapun mereka berada.

Adapun selain mereka dari kalangan tabi’in hingga tanggal kita sekarang ini maka engkau jangan fanatik terhadap pribadi atau kelompok tertentu kecuali terhadap kebenaran.

Dan jika engkau selalu mengikuti kebenaran maka engkau akan menjumpainya pada Ahlus Sunnah jika mereka bersatu dan membebaskan diri dari hawa nafsu.

Maka saya menasehatkan kepada para pemuda agar saling bersaudara, tidak ada perbedaan antara orang Riyadh, orang Madinah, orang Karachi, orang New Delhi, orang Amerika dan seterusnya. Mereka semua bersaudara karena Allah Tabaraka wa Ta’ala. Mereka diikat oleh Islam yang benar.

Saya menasehatkan kepada orang-orang yang terjun ke dalam tarbiyah para pemuda agar mereka mendidik para pemuda mereka di atas jiwa yang baik ini yang jauh dari fanatisme dan kekelompokan. Demi Allah yang tidak sesembahan yang benar selain Dia, di Madinah engkau tidak akan menjumpai para penuntut ilmu si A atau para penuntut ilmu si B. Mereka semua satu. Di Mekkah demikian juga, di Selatan demikian juga, engkau tidak menjumpai hal seperti ini. Hanya saja fenomena ini ada di Riyadh, dan mungkin ada di tempat-tempat yang lain.

Fenomena ini wajib untuk dihabisi oleh salafiyyun, baik oleh para gurunya maupun oleh para penuntut ilmunya. Karena mereka adalah bersaudara seperti satu tubuh, jika ada salah satu bagian tubuhnya yang merasakan sakit maka seluruh tubuhnya ikut merasakan demam dan tidak bisa tidur. Inilah yang diinginkan oleh Allah dari kita.

Jika syaikhmu salah dan dia dikritik oleh syaikh yang lainnya, sementara kebenaran bersama syaikh yang lain tersebut, maka engkau hendaknya bersama syaikh yang lain ini, dan nasehatilah syaikhmu, jangan fanatik terhadapnya! Tidak boleh bagimu untuk fanatik terhadapnya.

Jika engkau fanatik terhadapnya hal itu diserupakan oleh Syaikhul Islam dengan orang-orang Tartar karena ini merupakan fanatisme jahiliyyah. Islam dan manhaj salaf berlepas diri darinya, dan kita mendidik di atas prinsip ini, dan kita berlepas diri kepada Allah dari tarbiyah yang menyelisihi tarbiyah yang diridhai oleh Allah untuk kita dan disyari’atkan untuk kita.

Seandainya Ibnu Baz dan Ibnu Taimiyyah salah lalu dikritik oleh seseorang dengan benar, maka engkau jangan marah! Jika dia mengkritik dengan ilmu dan hujjah karena Allah Azza wa Jalla, maka –demi Allah– engkau tidak boleh mengatakan, “Orang ini mencela Ibnu Baz dan Ibnu Taimiyyah.” Jika dia mengkritik dengan benar, dengan adab dan memuliakan. Karena tujuannya adalah mengikat manusia dengan manhaj Allah, dan tidak mengikat mereka dengan kesalahan-kesalahan manusia siapapun mereka.

⚠ INSYAALLAH BERSAMBUNG

Sumber:
@jujurlahselamanya/1982
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com