🌾🌻📝 *BOLEHKAH BERPUASA SUNAH DALAM KONDISI MASIH PUNYA UTANG PUASA RAMADAN*

Boleh. Akan tetapi membayar hutang puasa lebih utama dari pada berpuasa sunah. Bahkan, meskipun dibandingkan dengan puasa pada hari paling mulia tanggal 1-9 Dzulhijjah, tetap lebih utama mengqada. Karena mengqada ialah membayar kewajiban, dan kewajiban lebih tinggi dari yang sunah.

Asy-Syaikh Muhammad al-Utsaimin rahimahullah mengatakan,

هل هذا أولى أو الأولى أن يبدأ بالقضاء؟
الجواب: الأولى أن يبدأ بالقضاء، حتى لو مر عليه عشر ذي الحجة أو يوم عرفة، فإننا نقول: صم القضاء في هذه الأيام وربما تدرك أجر القضاء وأجر صيام هذه الأيام، وعلى فرض أنه لا يحصل أجر صيام هذه الأيام مع القضاء، فإن القضاء أفضل من تقديم النفل.

“Apakah lebih utama berpuasa sunah atau lebih utama mengqada lebih dulu? Jawabannya, lebih utama mengqada lebih dulu. Bahkan, meskipun jika dia berada pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah atau hari Arafah, maka kami katakan, ‘Berpuasalah qada pada hari-hari tersebut.’

Bisa saja di samping mendapatkan pahala mengqada, kamu juga mendapatkan pahala berpuasa pada hari-hari tersebut. Anggaplah tidak mendapatkan pahala berpuasa pada hari-hari itu ketika niat seseorang membayar hutang puasa, akan tetapi itu tetap lebih utama daripada mendahulukan puasa sunah.” (Asy-Syarh al-Mumti’, VI/443)

🖋 Oleh: _al-Ustadz Hari Ahadi_ حفظه الله

📲 *Ayo Join dan Share*:
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
📚 Faedah:
telegram.me/Riyadhus_Salafiyyin
🖼 Poster dan Video:
telegram.me/galerifaedah
🌏 Kunjungi:
www.riyadhussalafiyyin.com