BOLEHNYA MENANGISI KEMATIAN ORANG YANG DICINTAI

478- وَعَنْ أَنَسٍ – رضي الله عنه – قَالَ: – شَهِدْتُ بِنْتًا لِلنَّبِيِّ – صلى الله عليه وسلم – تُدْفَنُ , وَرَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – جَالِسٌ عِنْدَ اَلْقَبْرِ، فَرَأَيْتُ عَيْنَيْهِ تَدْمَعَانِ – رَوَاهُ اَلْبُخَارِيّ

Dari Anas radhiyallaahu anhu beliau berkata: Saya menyaksikan jenazah putri Nabi shollallaahu alaihi wasallam dimakamkan sedangkan Rasulullah shollallahu alaihi wasallam duduk di sisi kubur dan aku melihat kedua mata beliau berurai air mata (riwayat alBukhari)

? PENJELASAN:

Hadits ini merupakan dalil tentang bolehnya menangis berlinang air mata saat sedih dengan kematian orang yang tercinta. Sekedar menangis sebagai bentuk kesedihan adalah diperbolehkan, karena Nabi shollallahu alaihi wasallam  juga menangis ketika kematian putri beliau sebagaimana dalam hadits ini.

〰〰〰

? Disalin dari buku “Tata Cara Mengurus Jenazah Sesuai Sunnah Nabi Shollallaahu Alaihi Wasallam (Syarh Kitab al-Janaiz Min Bulughil Maram)”.  Penerbit Pustaka Hudaya, halaman 145.

? Penulis: Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله.

? hashtag serial kajian ini :  #fiqih_mengurus_jenazah

〰〰〰〰〰〰〰
??Salafy Kendari || http://bit.ly/salafy-kendari