🄵🄰🅃🅆🄰

CONTOH-CONTOH ACARA BID’AH

Di sana terdapat banyak amalan bid’ah. Seperti bid’ah maulid yang diistilahkan menghidupkan tanggal kelahiran nabi shallallahu alaihi wasallam, atau maulid yang lainnya. Juga seperti bid’ah malam isra’ dan mi’raj 27 Rajab, merayakannya juga termasuk bid’ah, amalan-amalan mungkar yang dilarang.

Hanya saja amalan-amalan di atas tidaklah termasuk syirik besar, kecuali jika ternyata terdapat unsur kesyirikan di dalamnya. Misalkan pada perayaan maulid ataupun acara malam isra’ mi’raj terdapat do’a dan istighatsah kepada nabi, maka ini termasuk syirik besar.

Adapun sekadar acara makan, minum, ngopi, ngeteh, dan tidak terdapat do’a serta istighatsah kepada nabi, maka ini adalah bid’ah lagi mungkar. Dilarang berdasarkan sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam:

“Barangsiapa yang mengadakan perkara batu dalam urusan kami ini -yakni agama kami- yang bukan bagian daripadanya maka amalan itu tertolak.”
(Muttafaqun ‘alaihi)

“Barangsiapa yang melakukan suatu amalan yang bukan dari kami maka amalan tersebut tertolak.”
(HR. Muslim)

“Jauhilah oleh kalian perkara baru dalam agama, karena sesungguhnya setiap perkara baru (dalam agama itu) adalah bid’ah, sedangkan setiap bid’ah itu adalah sesat.”
(HR. Ahmad)

*[Asy-syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz -rahimahullah]*

[Fatawa Nuur ‘Alaa ad-Darb Li Ibni Baz: 03/24]
☼︎☼︎✩☼︎☼︎

https://t.me/ponselmuslim/277
🏷️ Mari sebarkan kepada sanak saudara kita