🗂️📎✅ DALIL-DALIL YANG MENEGASKAN BOLEHNYA MENINGGALKAN SHALAT BERJAMA’AH DI MASJID KARENA SEBUAH MASHLAHAT SYAR’I YANG KUAT

📌 (Bagian 1)

✍🏼 Ditulis oleh:
Asy-Syaikh Abu ‘Ammar ‘Ali al-Hudzaifi asy-Syarafi hafizhahullah

📄 MUQADDIMAH
Segala puji hanya bagi Allah Rabb semesta alam, Aku bersaksi bahwasa tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah Yang Maha Melindungi orang-orang yang shalih, dan Aku bersaksi bahwa Nabi kita Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya shallallahu alaihi wa sallam, amma ba’du:

Seiring berkembangnya (wabah) virus corona, juga bangkitnya banyak negara yang berupaya serius melakukan pencegahan dan perlindungan guna menangkal bahaya virus ini. Saat itu pula, negara-negara Islam menetapkan aturan yang isinya melarang kaum muslimin melaksanakan shalat jama’ah di masjid, sebagai salah satu bentuk upaya pencegahan.

Haiah Kibar Ulama -Kerajaaan Saudi Arabia- telah menerbitkan fatwa yang memutuskan untuk meniadakan shalat jama’ah di masjid-masjid. Sebagian menyebutkan bahwa fatwa ini keluar setelah adanya upaya mempelajari kasus-kasus yang terjadi bersama dengan menteri kesehatan; akhirnya para ulama itu pun paham bahaya besar yang akan terjadi jika tidak ada upaya pencegahan serius dari penyebab-penyebab timbulnya virus ini.

1. Dalil-dalil yang melarang shalat jama’ah di masjid.

Dalil-dalil yang dipakai oleh para ulama adalah dalil-dalil umum, seperti larangan menjerumuskan diri dalam kebinasaan, larangan bunuh diri, larangan orang sakit digabungkan dengan orang sehat, perintah agar menjauh dari orang yang terkena kusta, larangan masuk ke daerah yang terkena wabah tha’un, sebagaimana mereka juga berdalil dengan kaidah:

لا ضرر ولا ضرار

(Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan membahayakan orang lain)

Dan dalil-dalil yang semisalnya.

2. Orang-orang shalih bersedih dengan terhentinya shalat jama’ah di masjid-masjid.

Situasi yang terjadi membuat orang-orang shalih benar-benar bersedih. Mereka terpaksa meninggalkan shalat jama’ah di masjid, padahal hati-hati mereka tergantung kepada masjid. Akan tetapi mereka pasrah kepada keputusan Allah Ta’ala dengan berharap kepada Allah Ta’ala agar memberikan mereka tiga pahala;

1. Pahala shalat berjama’ah yang senantiasa mereka jaga.

2. Pahala menaati pemerintah mereka yang melarang shalat jama’ah demi kemaslahatan masyarakat.

3. Pahala musibah yang menimpa mereka.

📎 In syaa Allah bersambung

✍🏼 Seri artikel ini diterjemahkan dari tulisan asy-Syaikh ‘Ali asy-Syarafi hafizhahullah berjudul:

أدلة جواز ترك صلاة الجماعة في المسجد لمصلحة شرعية راجحة

ﻣﻘﺪﻣﺔ
ﺍﳊﻤﺪ ﷲ ﺭﺏ ﺍﻟﻌﺎﳌﲔ، ﻭﺃﺷﻬﺪ ﺃﻥ ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﷲ ﻭﱄﹼ ﺍﻟﺼﺎﳊﲔ، ﻭﺃﺷﻬﺪ ﺃﻥ ﻧﺒﻴﻨﺎ ﳏﻤﺪﺍ ﻋﺒﺪﻩ ﻭﺭﺳﻮﻟﻪ – ﺻﻠﻰ ﺍﷲ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ -، ﺃﻣﺎ ﺑﻌﺪ:

ﻓﺈﻧﻪ ﻣﻊ ﺍﻧﺘﺸﺎﺭ ﻣﺮﺽ ﺍﻟﻜﻮﺭﻭﻧﺎ، ﻭﻗﻴﺎﻡ ﺍﻟﻜﺜﲑ ﻣﻦ ﺍﻟﺪﻭﻝ ﺑﺎﺣﺘﺮﺍﺯﺍﺕ ﻭﻗﺎﺋﻴﺔ ﻟﻠﺤﺪ ﻣﻦ ﺧﻄﻮﺭﺓ ﻫﺬﺍ ﺍﳌﺮﺽ، ﻗﺎﻣﺖ ﺑﻌﺾ ﺍﻟﺪﻭﻝ ﺍﻹﺳﻼﻣﻴﺔ ﲟﻨﻊ ﺻﻼﺓ ﺍﳉﻤﺎﻋﺔ ﰲ ﺍﳌﺴﺠﺪ، ﻛﻨﻮﻉ ﻣﻦ ﺍﻻﺣﺘﺮﺍﺯﺍﺕ ﺍﻟﻮﻗﺎﺋﻴﺔ.

ﻭﻗﺪ ﺃﺻﺪﺭﺕ ﻫﻴﺌﺔ ﻛﺒﺎﺭ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ – ﰲ ﺍﳌﻤﻠﻜﺔ ﺍﻟﻌﺮﺑﻴﺔ ﺍﻟﺴﻌﻮﺩﻳﺔ – ﻓﺘﻮﻯ ﺗﻘﻀﻲ ﺑﺘﺮﻙ ﺻﻼﺓ ﺍﳉﻤﺎﻋﺔ ﰲ ﺍﳌﺴﺎﺟﺪ، ﻭﻗﺪ ﺫﻛﺮ ﺑﻌﻀﻬﻢ ﺃﻥ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻔﺘﻮﻯ ﺟﺎﺀﺕ ﺑﻌﺪ ﺩﺭﺍﺳﺔ ﺍﻷﻭﺿﺎﻉ ﻣﻊ ﻭﺯﻳﺮ ﺍﻟﺼﺤﺔ، ﻋﺮﻓﻮﺍ بها ﻣﺪﻯ ﺍﻷﺿﺮﺍﺭ ﺍﳌﺘﻮﻗﻌﺔ ﰲ ﺣﺎﻟﺔ ﻋﺪﻡ ﺍﳊﺪ ﻣﻦ ﺃﺳﺒﺎﺏ ﺍﻻﻧﺘﺸﺎﺭ.

١ ـ ﺃﺩﻟﺔ ﺍﳌﻨﻊ ﻣﻦ ﺻﻼﺓ ﺍﳉﻤﺎﻋﺔ ﰲ ﺍﳌﺴﺎﺟﺪ ﻭﻛﺎﻧﺖ ﺍﻷﺩﻟﺔ ﺍﻟﱵ ﺍﺳﺘﺪﻟﻮﺍ بها ﻋﻠﻰ ﺍﳌﻨﻊ ﺃﺩﻟﺔ ﻋﺎﻣﺔ، ﻛﺎﻟﻨﻬﻲ ﻋﻦ ﺇﻟﻘﺎﺀ ﺍﻹﻧﺴﺎﻥ ﺑﻨﻔﺴﻪ ﰲ ﺍﻟﺘﻬﻠﻜﺔ، ﻭﺍﻟﻨﻬﻲ ﻋﻦ ﻗﺘﻞ ﺍﻟﻨﻔﺲ، ﻭﺍﻟﻨﻬﻲ ﻋﻦ ﻭﺭﻭﺩ ﳑﺮﺽ ﻋﻠﻰ ﻣﺼﺢ، ﻭﺍﻷﻣﺮ ﺑﺎﻻﺑﺘﻌﺎﺩ ﻣﻦ ﺍلمجذﻭﻡ، ﻭﺍﻟﻨﻬﻲ ﻋﻦ ﺩﺧﻮﻝ ﺃﺭﺽ ﺍﻟﻄﺎﻋﻮﻥ، ﻛﻤﺎ ﺍﺳﺘﺪﻟﻮﺍ ﺑﻘﺎﻋﺪﺓ: “ﻻ ﺿﺮﺭ ﻭﻻ ﺿﺮﺍﺭ”، ﻭﳓﻮ ﺫﻟﻚ ﻣﻦ ﺍﻷﺩﻟﺔ.

٢ ـ ﺍﻷﺧﻴﺎﺭ ﳛﺰﻧﻮﻥ ﻟﺘﻮﻗﻒ ﺻﻼﺓ ﺍﳉﻤﺎﻋﺔ ﰲ ﺍﳌﺴﺎﺟﺪ

ﻭﻗﺪ ﺣﺰﻥ ﺍﻷﺧﻴﺎﺭ ﻟﻮﺟﻮﺩ ﻇﺮﻭﻑ ﺍﺿﻄﺮهم ﻟﻼﻣﺘﻨﺎﻉ ﻋﻦ ﺻﻼﺓ ﺍﳉﻤﺎﻋﺔ، ﻷﻥ ﻗﻠﻮبهم ﻣﻌﻠﻘﺔ ﺑﺎﳌﺴﺎﺟﺪ، ﻟﻜﻨﻬﻢ ﺍﺳﺘﺴﻠﻤﻮﺍ ﻷﻣﺮ ﺍﷲ ﺗﻌﺎﱃ ﺭﺍﺟﲔ ﻣﻦ ﺍﷲ ﺗﻌﺎﱃ ﺃﻥ ﻳﺆﺗﻴﻬﻢ ﺍﷲ ﺗﻌﺎﱃ ﺛﻼﺛﺔ ﺃﺟﻮﺭ: ﺃﺣﺪﻫﺎ: – ﺃﺟﺮ ﺻﻼﺓ ﺍﳉﻤﺎﻋﺔ ﺍﻟﱵ ﻛﺎﻧﻮﺍ ﳛﺎﻓﻈﻮﻥ ﻋﻠﻴﻬﺎ. ﻭﺍﻟﺜﺎﱐ: – ﺃﺟﺮ ﺍﻣﺘﺜﺎﳍﻢ ﻟﻮﻻﺓ ﺃﻣﻮﺭﻫﻢ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﻣﻨﻌﻮﺍ ﻣﻦ ﺻﻼﺓ ﺍﳉﻤﺎﻋﺔ ﳌﺼﻠﺤﺔ ﺍلمجتمع. ﻭﺍﻟﺜﺎﻟﺚ: – ﺃﺟﺮ ﺍﳌﺼﻴﺒﺔ ﺍﻟﱵ ﺍﺑﺘﻠﻮﺍ بها.

📑 WA Ashhaabus Sunnah
📝💻 Majmu’ah Hikmah Salafiyyah || ▶ https://t.me/hikmahsalafiyyah

🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃