✋📢🌓🌹 DI ANTARA ZIKIR PENGHAPUS DOSA

✍ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ قَالَ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ فِى يَوْم مِائَةَ مَرَّةٍ حُطَّتْ خَطَايَاهُ وَلَوْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ

“Barang siapa mengucapkan, ‘Subhaanallah wa bihamdih’ (Mahasuci Allah dan aku memuji-Nya) dalam sehari seratus kali, akan dihapuskan dosa-dosanya meski sebanyak buih di lautan.”

📚 (HR. Muslim no. 2691, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)

📢✋🏻💐🌹 DI ANTARA UCAPAN YANG AFDAL

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم سُئِلَ أَىُّ الْكَلاَمِ أَفْضَلُ قَالَ: مَا اصْطَفَى اللَّهُ لِمَلاَئِكَتِهِ أَوْ لِعِبَادِهِ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya, “Ucapan apa yang paling utama?”

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,

“(Ucapan) yang dipilihkan oleh Allah bagi para malaikat atau hamba-hamba-Nya, yaitu Subhaanallaah wa bihamdih (Mahasuci Allah dan aku memuji-Nya).”

(HR. Muslim no. 2731, dari sahabat Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu)

📢✋🏻🌓🌸 DI ANTARA ZIKIR PAGI DAN SORE

✍🏻 Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ قَالَ حِينَ يُصْبِحُ وَحِينَ يُمْسِى سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ مِائَةَ مَرَّةٍ. لَمْ يَأْتِ أَحَدٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِأَفْضَلَ مِمَّا جَاءَ بِهِ إِلاَّ أَحَدٌ قَالَ مِثْلَ مَا قَالَ أَوْ زَادَ عَلَيْهِ

“Barang siapa mengucapkan ketika pagi dan ketika sore, ’Subhaanallah wa bihamdih’ (Mahasuci Allah dan aku memuji-Nya) sebanyak seratus kali, kelak pada hari kiamat tidak ada manusia yang melakukan amalan yang lebih utama daripada yang dia lakukan kecuali seseorang yang mengucapkan seperti yang dia ucapkan atau yang menambah (lebih dari itu).”

📚 (HR. Muslim no. 2692, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)

📢✋🏻✍🏻🌷 DI ANTARA TATA CARA BERZIKIR

Pertanyaan:

السؤال : ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ – ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ -: «ﺃﻳﻌﺠﺰ ﺃﺣﺪﻛﻢ ﺃﻥ ﻳﻜﺴﺐ ﻛﻞ ﻳﻮﻡ ﺃﻟﻒ ﺣﺴﻨﺔ؟ ﻓﺴﺄﻟﻪ ﺳﺎﺋﻞ ﻣﻦ ﺟﻠﺴﺎﺋﻪ: ﻛﻴﻒ ﻳﻜﺴﺐ ﺃﺣﺪﻧﺎ ﺃﻟﻒ ﺣﺴﻨﺔ؟ ﻗﺎﻝ: ﻳﺴﺒﺢ ﻣﺎﺋﺔ ﺗﺴﺒﻴﺤﺔ ﻓﺘﻜﺘﺐ ﻟﻪ ﺃﻟﻒ ﺣﺴﻨﺔ، ﺃﻭ ﺗﺤﻂ ﻋﻨﻪ ﺃﻟﻒ ﺧﻄﻴﺌﺔ (¬1) »

Di dalam hadits disebutkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apakah memberatkan salah seorang di antara kalian untuk melakukan seribu kebaikan dalam sehari?” Kemudian salah seorang yang ada di dalam majelis bertanya, “Bagaimana caranya salah seorang di antara kami mampu melakukan seribu kebaikan dalam sehari?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Seseorang bertasbih seratus kali, niscaya akan dicatat baginya seribu kebaikan atau dihapus darinya seribu kesalahan.” (Shahih Muslim Kitab: adz-Dzikr wa ad-Du’a wa at-Taubah wa al-Istighfar no. 2698; Sunan at-Tirmidzi Kitab: ad-Da’awaat no. 3463; dan Musnad Ahmad bin Hambal 1/185)

Pertanyaan:

ﺳﺆاﻝ: ﻫﻞ اﻟﻤﻘﺼﻮﺩ ﺑﺄﻥ ﻳﺴﺒﺢ ﻣﺎﺋﺔ ﺗﺴﺒﻴﺤﺔ ﻛﻤﺎ ﻳﺴﺒﺢ ﺑﻌﺪ اﻧﺘﻬﺎء اﻟﺼﻼﺓ 33 ﺗﺴﺒﻴﺤﺔ، ﻭﻟﻜﻦ ﻳﺰﻳﺪ ﻋﻠﻴﻬﺎ ﺣﺘﻰ ﺗﺼﺒﺢ ﻣﺎﺋﺔ، ﻭﻟﻜﻦ ﺑﻨﻔﺲ اﻟﻜﻴﻔﻴﺔ، ﺣﻴﺚ ﻛﻞ ﺃﺻﺒﻊ 3 ﺗﺴﺒﻴﺤﺎﺕ؟ ﺃﻓﻴﺪﻭﻧﺎ ﺑﺎﺭﻙ اﻟﻠﻪ ﻓﻴﻜﻢ

Apakah maksud dari hadits tersebut “Seseorang bertasbih sebanyak seratus kali” adalah dengan seseorang bertasbih sebagaimana tata cara tasbih ketika berzikir seusai shalat sebanyak tiga puluh tiga kali, namun dia menambahnya sampai genap seratus? Yakni dengan tata cara yang sama? Sebab, satu jari bisa digunakan untuk menghitung tiga kali tasbih. Mohon bimbingannya barakallahufiikum

Jawab:

ﺟ 1: اﻟﻤﺮاﺩ ﺃﻥ ﻳﻘﻮﻝ: (ﺳﺒﺤﺎﻥ اﻟﻠﻪ ﻭﺑﺤﻤﺪﻩ) ﻣﺎﺋﺔ ﻣﺮﺓ.

Maksud hadits tersebut adalah seseorang mengucapkan, “Subhaanallah wa bihamdih” (Maha Suci Allah dan aku memuji-Nya) sebanyak seratus kali.

📚 Al-Lajnah ad-Daaimah Lilbuhuuts al-Ilmiyyah wal-Iftaa Fatwa nomor 10810

Ketua: Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

Wakil Ketua: Abdurrazaq Afifi

Anggota: Abdullah bin Ghudayyan

🌎 Kunjungi || https://forumsalafy.net/di-antara-tata-cara-berzikir/

⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎