2⃣. DICIPTAKAN SUDAH LANGSUNG DALAM BENTUK GADIS PERAWAN, PENUH CINTA LAGI SEBAYA UMURNYA

📖 “Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (wanita surga) dengan langsung, dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, penuh cinta lagi sebaya umurnya.”
(al-Waqi’ah: 35—37)

🌸 Wanita penduduk surga diciptakan Allah subhanahu wa Ta’ala dengan penciptaan yang tidak sama dengan keadaannya ketika di dunia.

🌼 Mereka diciptakan dengan bentuk dan sifat yang paling sempurna yang tidak dapat binasa. Mereka semuanya, baik bidadari surga maupun wanita penduduk dunia yang menghuni surga, dijadikan Allah subhanahu wa Ta’ala sebagai gadis-gadis yang perawan selamanya dalam seluruh keadaan.

🌹 Mereka senantiasa mengundang kecintaan suami mereka dengan tutur kata yang baik, bentuk dan penampilan yang indah, kecantikan paras, serta rasa cintanya kepada suami.

🌸 Apabila wanita surga ini berbicara, orang yang mendengarnya ingin andai ucapannya tidak pernah berhenti, khususnya ketika wanita surga berdendang dengan suara mereka yang lembut dan merdu menawan hati.

🌼 Apabila suaminya melihat adab, sifat, dan kemanjaannya, penuhlah hati si suami dengan kegembiraan dan kebahagiaan.

🌹 Apabila si wanita surga berpindah dari satu tempat ke tempat lain, penuhlah tempat tersebut dengan wangi yang semerbak dan cahaya. Saat “BERHUBUNGAN” dengan suaminya, ia melakukan yang terbaik.

⏳ Usia mereka, para wanita surga ini, sebaya, 33 tahun, sebagai usia puncak/matang dan akhir usia anak muda.

▫ Allah subhanahu wa Ta’ala menciptakan mereka sebagai perempuan yang selalu gadis lagi sebaya, selalu sepakat satu dengan yang lain, tidak pernah berselisih, saling dekat, ridha dan diridhai, tidak pernah bersedih, tidak pula membuat sedih yang lain. Bahkan, mereka adalah jiwa-jiwa yang bahagia, menyejukkan mata, dan mencemerlangkan pandangan.
(Lihat keterangan al-Allamah as-Sa’di rahimahullah dalam Taisir al-Karimir Rahman, hlm. 834)

3⃣. BELUM PERNAH DI SENTUH OLEH SIAPAPUN, KEINDAHANNYA SEAKAN AKAN BAGAI PERMATA, YAKUT DAN MARJAN

📖 “Maka nikmat Rabb kalian yang manakah yang kalian berdua dustakan? Di ranjang-ranjang itu ada bidadari-bidadari yang menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka), dan tidak pula oleh jin. Maka nikmat Rabb kalian yang manakah yang kalian berdua dustakan? Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan.”
(ar-Rahman: 55—58)

🌾 Mereka menundukkan pandangan dari melihat selain suami-suami mereka sehingga mereka tidak pernah melihat sesuatu yang lebih bagus daripada suami-suami mereka.
Demikian yang dinyatakan oleh Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma dan lainnya.

✒ Diriwayatkan bahwa salah seorang dari mereka berkata kepada suaminya, “Demi Allah! Aku tidak pernah melihat di dalam surga ini sesuatu yang lebih bagus daripada dirimu. Tidak ada di dalam surga ini sesuatu yang lebih kucintai daripada dirimu. Segala puji bagi Allah yang Dia menjadikanmu untukku dan menjadikanku untukmu.”
(Tafsir Ibni Katsir, 7/385)

🌸 Bidadari yang menjadi pasangan hamba yang beriman tersebut adalah gadis perawan yang tidak pernah digauli oleh seorang pun sebelum suami-suami mereka dari kalangan manusia dan jin.

💎 Mereka diibaratkan permata yakut yang bersih bening dan marjan yang putih karena bidadari surga memang berkulit putih yang bagus lagi bersih.
(Taisir al-Karimir Rahman, hlm. 385)

4⃣. BAIK AKHLAKNYA DAN SUNGGUH CANTIK RUPANYA

📖 “Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik (akhlaknya) lagi cantik-cantik parasnya.”
(ar-Rahman: 70)

🌹 Terkumpullah kecantikan lahir dan batin pada bidadari atau wanita surga itu.
(Taisir al-Karimir Rahman hlm. 832)