DOSA MEMATAHKAN TULANG MAYIT

466- وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا; أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ: – كَسْرُ عَظْمِ الْمَيِّتِ كَكَسْرِهِ حَيًّا – رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ بِإِسْنَادٍ عَلَى شَرْطِ مُسْلِم ٍ وَزَادَ ابْنُ مَاجَهْ مِنْ حَدِيثِ أُمِّ سَلَمَةَ: – فِي الْإِثْمِ –

Dari Aisyah radhiyallaahu anha beliau berkata: Mematahkan tulang mayit seperti mematahkan tulangnya saat hidup (riwayat Abu Dawud dengan sanad sesuai syarat Muslim). Dalam lafadz Ibnu Majah dari hadits Ummu Athiyyah ada tambahan: dalam hal dosa.

? PENJELASAN:

Mematahkan tulang mayit dosanya sama dengan mematahkan tulang seorang yang masih hidup. Artinya, meski mayit tidak lagi bisa merasakan sesuatu, dosa mematahkan tulangnya sama dengan dosa mematahkan tulang orang yang masih hidup. Karena itu, dalam penyelenggaraan jenazah hingga dikuburkan kita harus berhati-hati agar mayit diperlakukan dengan lembut dan baik.

Hadits ini dijadikan dalil oleh para Ulama’ tentang larangan donor anggota tubuh dari orang yang sudah meninggal dunia. Sebagaimana difatwakan oleh Syaikh Bin Baz, Syaikh al-Albany, dan Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin. Dalil lain tentang keharamannya adalah larangan mencincang tubuh orang kafir dalam pertempuran. Perbuatan mencincang adalah membuat cacat suatu anggota tubuh. Karena itu orang yang sudah meninggal tidak boleh diambil anggota tubuhnya meski sebelum meninggal ia berwasiat untuk mendonorkan.

Demikian juga, tidak diperbolehkan membelah/ mengambil organ tubuh orang yang meninggal dalam rangka memberikan pelajaran dalam ilmu kedokteran (Duruus lisy Syaikh al-Utsaimin bab Hukmu Tasyriihul Jutsats (2/199).

Syaikh al-Albany dan Syaikh Abdul Muhsin al-Abbad berpendapat bahwa larangan tersebut berlaku untuk jenazah muslim saja.

〰〰〰

? Disalin dari buku “Tata Cara Mengurus Jenazah Sesuai Sunnah Nabi Shollallaahu Alaihi Wasallam (Syarh Kitab al-Janaiz Min Bulughil Maram)”.  Penerbit Pustaka Hudaya, halaman 117-118.

? Penulis: Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله.

? hashtag serial kajian ini :  #fiqih_mengurus_jenazah

〰〰〰〰〰〰〰
??Salafy Kendari || http://bit.ly/salafy-kendari