⤵⤵••°°••

��Seseorang hanyalah istimewa dengan takwa.
Maka dari itu,ketika memilih pasangan ataupun memilihkan pasangan untuk orang lain, utamakan takwa, setelahnya baru mempertimbangkan hal lain.
⛔Tidak boleh menganggap remeh urusan agama si calon.
❓Periksalah, apakah dia seorang yang senantiasa menegakkan shalat dan menjalankan rukun-rukun Islam yang lain?
❓Apakah dia seorang yang selalu berupaya meninggalkan kemaksiatan?
❓Apakah dia seorang yang berbakti kepada kedua orang tuanya, suka beramar ma’ruf nahi mungkar, dan berbagai kebaikan lainnya?

��Seseorang yang mengesampingkan perkara agama dalam urusan ini menunjukkan bahwa dia seorang yang lemah agamanya, lemah keimanannya, dan sedikit takwanya.

����☑Para wali yang mengurusi perempuan mereka, baik putri, saudara perempuan, maupun keponakan perempuan, hendaknya mengedepankan kesalihan seorang lelaki yang meminang perempuan mereka.

��Apabila si perempuan ridha terhadap lelaki yang datang, tanpa ada cela pada agama dan akhlak si lelaki, wali wajib menikahkannya, walaupun si lelaki bukan dari kasta atau “kelas” yang sama dengan mereka.
����Hal ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas,

إِذَا خَطَبَ إِلَيْكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ دِيْنَهُ وَخُلُقَهُ، فَزَوِّجوْهُ، إِلاَّ تَفْعَلُوْا تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الْأَرْضِ وَفَسَادٌ عَرِيْضٌ

“Jika melamar kepada kalian, seseorang yang kalian ridhai agama dan akhlaknya, nikahkanlah perempuan kalian dengannya. Jika tidak kalian lakukan, niscaya akan terjadi fitnah (bencana) di muka bumi dan kerusakan yang besar.”

✋��❌Wali tidak boleh memaksa seorang perempuan untuk menikah dengan lelaki pilihan walinya, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ تُنْكَحُ الْبِكْرُ حَتَّى تُسْتَأْذَنَ

“Anak gadis tidak boleh dinikahkan sampai dimintai izinnya.”
(HR. al- Bukhari dan Muslim)

✋��Dengan demikian, tidak ada kehinaan bagi seorang bangsawan menikah dengan bukan bangsawan.
✋�� Tidak ada kerendahan bagi seorang Arab ketika menikah dengan non-Arab.
✋�� Tidak ada cela satu suku menikah dengan suku yang berbeda.

⬛◾▪ Manusia semuanya sama, anak keturunan Adam.

������◻◽▫Yang membuatmu istimewa hanyalah karena takwa. Karena takwa pula engkau pantas diutamakan.

Wallahu ta’ala a’lam bish-shawab.

keterangan:

[1] Ketika Fathimah bintu Qais radhiallahu ‘anha selesai dari iddahnya, datanglah Muawiyah bin Abi Sufyan dan Abu Jahm melamarnya. Fathimah menyampaikan perihal lamaran tersebut kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam guna meminta bimbingan beliau. Beliau menasihatkan,
“Adapun Abu Jahm, dia tidak pernah meletakkan tongkatnya dari pundaknya. Sementara itu, Muawiyah seorang yang fakir, tidak memiliki harta. Menikahlah dengan Usamah bin Zaid….”
(HR. Muslim)

[2] Walaupun ada kebolehan bagi lelaki untuk menikah dengan perempuan dari kalangan ahlul kitab.

[3] Adapun jumhur ulama memandang bahwa selain agama maka nasab juga termasuk dalam kafa’ah. (Fathul Bari, 9/166)

—————
����sumber artikel dikutip dari:
http://asysyariah.com/engkau-istimewa-karena-takwa/

✏(Ditulis oleh al-Ustadzah Ummu Ishaq al-Atsariyah)

※※※※※※※※※※※※※ ※※※※※
��syarhus sunnah lin nisaa`
※※※※※※※※※※※※※ ※※※※※

Bagikan Komentarmu