🌍 https://t.me/Majalah_Qudwah

*Niswah*

🛍🛒 *GAYA RAMBUT PIRANG*

✍🏻 *Al-Ustadzah Ummu Ishaq*
*al-Atsariyah*

Tidak sulit menemukan perempuan berambut pirang di negeri ini. Di mana-mana dengan mudah kita bersua dengan _si pirang._ Kalau dia _buIe_ memang wajar warna rambutnya demikian, karena umumnya memang asal penciptaannya seperti itu. *Yang tidak biasa adalah perempuan-perempuan asli pribumi negeri kita, ikut-ikutan warna rambut mereka menjadi pirang.* _Nah,_ ini yang akan kita bicarakan menyambung pembahasan edisi Ialu *tentang mengubah ciptaan Allah سبحانه وتعالى.*

*Ternyata perempuan-perempuan negeri kita merasa kurang cantik dengan warna rambut mereka yang hitam legam.* Yang paling bagus dan sempurna *dalam anggapan mereka adalah warna pirang yang biasanya dimiliki perempuan-perempuan Barat.* Memang, *karena sikap ikut-ikutan (baca: _tasyabbuh¹)_ yang kelewatan kepada Barat, maka semua yang dari Barat dianggap bagus, maju, dan berperadaban tinggi. Padahal mayoritasnya mereka yang dikagumi ini adalah orang-orang kafir, Yahudi dan Nasrani.* Sungguh benar Rasulullah ﷺ dengan sabdanya,

لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ مَنْ كَانَ قَبْلُكُمْ حَذْوَ الْقُذَّةِ بِالْقَذَّةِ، حَتَّى لَوْ دَخَلُوا جُحْرَ ضَبٍّ لَدَخَلْتُمُوْهُ. قَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ❗اَلْيَهُوْدُ وَالنَّصَارَى؟ قَالَ: فَمَنْ؟

*_“Sungguh-sungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sebagaimana sejajarnya bulu anak panah dengan bulu anak panah (yang Iain), sampai-sampai seandainya mereka masuk ke dalam Iiang dhabb (sejenis biawak) niscaya kalian juga akan memasukinya.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah mereka itu Yahudi dan Nasrani❓” Beliau menjawab, “Siapa Iagi kalau bukan mereka_*❓”
*(HR. aI-Bukhari* dan *Muslim)*

Dalam riwayat at-Tirmidzi
disebutkan dengan Iafadz,

حَتَّى لَوْ كَانَ فِيهِمْ مَنْ يَأْتِي أُمَّهُ عَلاَ نِيَّةً لَكَانَ فِي أُمَّتِي مَنْ يَفْعَلُ ذَلِكَ

*_… sampai-sampai andai ada di antaraAI mereka (Yahudi dan Nasrani) yang menggauli ibunya secara terang-terangan niscaya di kalangan umatku ada pula yang melakukan hal tersebut.”_*

Maksud hadits di atas, kata asy-Syaikh Abdurrahman bin Hasan Alusy Syaikh رحمه الله, *orang Islam sungguh-sungguh akan mengikuti jalan Yahudi dan Nasrani dalam seluruh kelakuan mereka dan menyerupai/meniru mereka dalam segala sesuatu,* sebagaimana serupanya bulu anak panah dengan bulu anak panah yang lain. *Tidak ada satu hal pun yang diperbuat oleh Yahudi dan Nasrani, kecuali umat ini melakukannya. Telah terjadi apa yang diberitakan oleh Nabi ﷺ persis seperti berita beliau. Ini adalah salah satu tanda nubuwwah (kenabian beliau ﷺ).* _(Fathul Majid,_ hlm. 3OI)

Apabila _si pirang_ negeri kita mengubah warna rambutnya karena telah ditumbuhi uban, baik karena usia maupun karena penyakit, ini memang hal lain. *Bahkan, hal ini justru diperintahkan, hanya saja tidak boleh rambut beruban itu disemir dengan warna hitam.* Dalil hal ini adalah sabda Rasulullah ﷺ,

غَيِّرُوا هَذَا بِشَىْءٍ وَاجْتَنِبُوا السَّوَادَ

*_“Ubahlah uban ini dengan sesuatu dan jauhilah warna hitam.”_*
*(HR. Muslim)*

Yang kita permasalahkan adalah
perempuan berambut hitam, bagus dan indah, *tetapi karena taklid dengan perempuan Barat dan tidak _pede_ dengan penampilannya* sebagai wanita Timur yang berambut hitam, dia menyemir rambutnya hingga tidak lagi tampak warna aslinya yang hitam, baik disemir menjadi pirang atau warna-warna lain *seperti yang dilihatnya dari perempuan Barat, seniman, atau entertainer yang latah dengan mode,* _Wallahul musta’an._

Ulama menyebutkan, *perbuatan mengubah rambut yang bukan dari warna aslinya, termasuk mengubah ciptaan Allah سبحانه وتعالى.* Hal ini seperti yang tersebut dalam hadits lbnu Mas’ud رضي الله عنه, saat *ia melaknat perempuan yang mentato dan minta ditato, perempuan yang mencabut rambut pada wajahnya (alisnya), perempuan yang minta dicabut rambut pada wajahnya (alisnya), dan perempuan yang mengikir giginya agar terlihat bagus, perempuan-perempuan yang mengubah dptaan Allah سبحانه وتعالى.*

Seorang perempuan yang disebut *Ummu Ya’qub dari bani Asad yang biasa membaca al-Qur’an* mendatangi Ibnu Mas’ud seraya berkata, “Berita yang sampai padaku *tentangmu bahwasanya engkau melaknat* para perempuan yang mentato dan minta ditato, perempuan yang mencabut rambut wajah/alis, perempuan yang minta dicabut rambut wajah/alisnya, dan perempuan yang mengikir giginya agar terlihat bagus, perempuan-perempuan yang mengubah ciptaan Allah سبحانه وتعالى.”

lbnu Mas’ud رضي الله عنه menjawab, *“Mengapa aku tidak melaknat orang yang dilaknat oleh Rasulullah ﷺ dan hal ini ada dalam Kitabullah*❓”

*”Demi Allah, aku telah membaca Iembaran-lembaran al-Qur’an, namun aku tidak mendapatkan laknat yang engkau sebutkan,”* kata Ummu Ya’qub.

lbnu Mas’ud رضي الله عنه menimpali, *“Demi Allah, apabila engkau membacanya, niscaya engkau akan mendapatkannya,* yaitu Allah سبحانه وتعالى berfirman,

وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانتَهُوا

*_‘Apa yang dibawa oleh Rasulullah untuk kalian maka ambillah dan apa yang beliau Iarang maka tinggalkanlah.’_ (Q.S. Al-Hasyr: 7)*

AI-Hafizh lbnu Hajar al-Asqalani رحمه الله berkata menukilkan ucapan al-Khaththabi رحمه الله saat mengomentari hadits di atas, “Ancaman keras terhadap perkara-perkara ini hanyalah karena padanya ada unsur penipuan dan muslihat. Seandainya diberikan keringanan untuk melakukan sesuatu dari yang dilarang ini, niscaya akan menjadi perantara dibolehkannya macam-macam bentuk penipuan yang selainnya. *Selain itu, perbuatan tersebut juga termasuk mengubah penciptaan.”* _(Fathul Bari,_ l0/380)

Dalam _Tafsir Ibnu Abi Hatim_ (hlm. 5987) dari Qatadah رحمه الله saat menafsirkan firman Allah سبحانه وتعالى,

وَلَآمُرَنَّهُمْ فَلَيُغَيِّرُنَّ خَلْقَ اللَّهِ ۚ

*_“Dan aku (lblis) benar-benar akan menyuruh mereka mengubah ciptaan Allah, Ialu benar-benar mereka mengubahnya.”_ (an-Nisa: 119)*

Qatadah رحمه الله berkata, *“Mengapa orang-orang bodoh itu mengubah celupan Allah سبحانه وتعالى dan warna yang Allah سبحانه وتعالى ciptakan*❓”

Fadhilatusy Syaikh Shalih bin Fauzan aI-Fauzan _حفظه الله_ berkata, “Masalah mewarnai/mengecat rambut dapat dirinci sebagai berikut: *untuk uban disenangi mewarnainya dengan selain warna hitam.*

*Yang selain uban tetap dibiarkan sebagaimana asalnya dan penciptaannya, tidak diubah dengan mengecatnya. Berbeda halnya apabila warna rambut itu jelek, boleh diwarnai dengan warna yang sesuai sehingga menghilangkan kejelekan tersebut.*

*Adapun rambut alami yang tidak jelek, dibiarkan apa adanya karena tidak ada kebutuhan untuk mengubahnya. Apabila rambut itu diwarnai dengan model yang menyerupai wanita-wanita kafir dan adat kebiasaan impor, tidak diragukan lagi keharamannya,* baik rambut itu diwarnai dengan satu model/warna maupun lebih.” _(Fatawa aI-Mar’ah aI-Muslimah,_ 2/520-52l)

Beliau _حفظه الله_ juga mengatakan, *“Mengubah rambut berwarna hitam ke warna Iain tidaklah boleh karena tidak ada kebutuhan untuk itu.* Di samping itu, *sebenarnya warna hitam pada rambut justru merupakan keindahan.* Warna hitam rambut itu tidak buruk sehingga butuh diubah. Selain itu, *perbuatan demikian adalah _tasyabbuh_ dengan para perempuan kafir.”* _(al-Fatawa al-Jami’ah,_ 3/908)

Fadhilatusy Syaikh Ibnu Utsaimin berkata, “Urusannya menjadi bertambah parah saat menyemir selain rambut uban dengan warna lain (mengubah warna asli rambut) *karena ingin menyerupai penampilan para perempuan kafir, perempuan yang menjual diri, dan buruk, maka hal itu haram.”* _(aI-Fatawa aI-Jami’ah,_ 3/908)

Di tempat Iain beliau رحمه الله mengatakan, *“Hukum asal (mengecat rambut bukan uban dengan selain warna hitam, -pen.) adalah boleh kecuali apabila sampai pada tingkatan menyerupai rambut wanita kafir, pelacur dan buruk, maka haram hukumnya.”* _(Fatawa aI-Mar’ah al-Muslimah,_ 2/52I)

Sementara itu, apa yang dilakukan oleh para perempuan *yang mengubah warna rambutnya menjadi pirang, umumnya (kalau mau jujur) adalah karena mengikuti mode, melihat penampilan perempuan kafir di jalan, di media massa, langsung melihat di negeri asal mereka, atau meniru gaya para artis yang membebek perempuan kafir,* tidak peduli apakah model demikian sesuai dengan tubuh/diri mereka (warna kulit dan sebagainya) atau tidak sesuai sama sekali. _Wallahul musta’an._

_Al-Lajnah ad-Daimah Iil Ifta’ wal Buhuts aI-Ilmiyah_ juga memfatwakan, kalau rambut itu warnanya biasa, tidak ada uban yang tumbuh dan tidak buruk warnanya, *tidak perlu disemir dengan selain warna aslinya. Sebab, perbuatan tersebut termasuk _tadlis_ /penipuan dan mengubah ciptaan.* (Fatwa no. I69l6, jilid l7)

Demikian keterangan yang bisa kami nukilkan untuk pembaca. *Semoga penjelasan ini menjadi ilmu yang bermanfaat bagi penyusun dan pembaca sekalian, tentu saja untuk kita amalkan bukan sekadar menjadi wawasan.*

_Wallahu ta’ala a’Iam bish-shawab._

*Catatan Kaki:*
*1) Telah datang ancaman Rasulullah ﷺ atas perbuatan tasyabbuh dengan selain kaum muslimin.* Beliau ﷺ bersabda,

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

*_”Siapa yang menyerupai (tasyabbuh) dengan suatu kaum maka dia termasuk dari mereka.”_ (HR Abu Dawud,* dinyatakan sahih oleh asy Syaikh al-Albani رحمه الله dalam _Shahihul Jami’_ no. 6149)

🌏📕 *Sumber* ||
Majalah Asy Syariah Edisi 93