​⏱ *HAK ANAK ATAS KEDUA ORANG TUANYA SEBELUM IA DILAHIRKAN*

*( BAGIAN KE-4 )*

🎙 “`As Syaikh Abdullah bin Abdurrohim Al Bukhary -hafizhahullah- berkata:

“Diantara hak anak atas kedua orang tuanya di saat ia belum dilahirkan;“`

4⃣ *Keempat: “Menjaganya ketika masih ditengah-tengah perkembangannya di dalam perut bundanya; maka tidak diperkenankan menyakitinya atau mendatangkan sebab ia menjadi tersakiti atau semena-mena terhadapnya dengan menggugurkannya atau semisalnya,* 

✔ “`maka sudah semestinya kedua orang tua menjaganya(mengamatinya) dan bertakwa kepada Allah dalam hal ini.

☝🏼 Dan hendaknya seorang hamba menempuh usaha yang bisa mendorong penjagaan anaknya.

Karena ini diantara hak-hak untuk anak.

🖐🏻 Dan tidak boleh -pada keadaan ini juga- seorang ibu memperlemah dirinya dan iapun mencegah dari konsumsi yang bermanfaat bagi janinnya karena dikhawatirkan melemahkannya bahkan menggugurkannya.

⚠ Ini adalah kerugian -wal ‘iyadzu billah- ⛔ dan (sebagai bentuk tindakan) menghilangkan (hak)

💢 serta semena-mena 

❗ dan  menyia-nyiakan hak 

⭕ dan (juga) merupakan perbuatan jelek (terhadapnya).”
📙(Huququl Aulad ‘alal Aba wal Ummahat, hal.22-23)

🎙 قال فضيلة الشيخ عبد الله بن عبد الرحيم البخاري -حفظن الله- :

رابعا: العناية به أثناء وجوده في بطن الأم؛ فلا يجوز إيذاؤه أو التسبب في ذلك أو التعدي عليه بإسقاط أو نحوه، فيراعى و يتقى الله عز وجل فيه، و يسعى العبد سعيا حثيثا في أن يحافظ على ولده؛ لأن هذا من الحقوق التي للولد.

ولا يجوز -والحالة هذه أيضا- للأم أن تضعف نفسها، و أن تمتنع من الغذاء المفيد للطفل؛ رغبة في إضعافه و إماتته، وهذا خسران -والعياذ بالله-، وافتيات، وتعد، وإضاعة للحق وإساءة

 

📙 (حقوق الأولاد على الآباء و الأمهات، ص: ٢٢-٢٣)

و الله أعلم بالصواب

بارك الله فيكم

✍🏼 Abu Ishaq At Thubany

🌴 FI-Ahlus Sunnah, Thuban“` ________⛵