= Perbandingan Antara Dunia dengan Akhirat =

 

Dunia adalah tempat sementara bagi penduduknya. Segala kenikmatan yang ada di dalamnya tak sebanding dengan berat sehelai sayap nyamuk di sisi Allah Ta’ala. Bermegah-megahan terhadap harta dunia dengan melupakan ibadah kepada Allah merupakan petaka di neraka, siksa yang pedih tak terhingga.

 

Sementara, surga adalah rumah yang kekal, abadi, dan selamanya. Keindahan dan kenikmatannya tak mampu dijangkau oleh khayalan penduduk dunia. Dalam sebuah hadits qudsi, Allah Subhanahu Wata’ala menjelaskan tentangnya:

 

ﺃَﻋْﺪَﺩْﺕُ ﻟِﻌِﺒَﺎﺩِﻱ ﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺤِﻴﻦَ ﻣَﺎ ﻟَﺎ ﻋَﻴْﻦٌ ﺭَﺃَﺕْ ﻭَﻟَﺎ ﺃُﺫُﻥٌ ﺳَﻤِﻌَﺖْ ﻭَﻟَﺎ ﺧَﻄَﺮَ ﻋَﻠَﻰ ﻗَﻠْﺐِ ﺑَﺸَﺮٍ ﺫُﺧْﺮًﺍ ﺑَﻠْﻪ

 

“Aku telah persiapkan bagi hamba-hamba-Ku yang salih (berupa surga) yang belum pernah dilihat oleh mata, belum pernah didengar oleh telinga, dan belum pernah terlintas di dalam hati seorang manusia.”

(Muttafaqun ‘alaihi, dari Abu Hurairah)

 

Tidak akan ada lagi kebencian, tidak ada permusuhan, tidak ada kesedihan, bahkan tidak ada lagi segala macam aib dan kekurangan. Semua yang diminta pasti akan dikabulkan.

 

Ada lagi negeri yang kekal dan abadi selamanya, yaitu neraka jahanam. Tempat murka Allah bagi orang-orang sombong dan para pengikut setan. Isinya tiada lain kecuali siksaan….. dan siksaan. Allah ‘Azza Wajalla menyebutkan:

 

(فَادْخُلُوا أَبْوَابَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا ۖ فَلَبِئْسَ مَثْوَى الْمُتَكَبِّرِينَ)

 

“Maka masukilah pintu-pintu neraka Jahannam, kamu kekal di dalamnya. Maka amat buruklah tempat orang-orang yang menyombongkan diri itu.”

[Surat An-Nahl 29]

•┈┈┈••✦✿✦••┈┈┈•

 

Sungguh teramat rendah nilai dunia, karena hanya dengan satu celupan di neraka akan melupakan penghuninya dari segala kenikmatan yang pernah didapatkannya di dunia. Dan sungguh kecilnya ujian di dunia, karena sesaat saja manusia dimasukkan ke dalam surga maka dia pun akan lupa dengan segala kesengsaraannya selama di dunia. Telah termaktub di dalam sebuah hadits yang mulia:

 

وعن أنس رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ((يؤتى بأنعمِ أهلِِ الدنيا من أهل النارِ يوم القيامة، فيصبغ في النار صبغة، ثم يقالُ: يا ابن آدم؛ هل رأيت خيراً قط؟ هل مر بك نعيم قط؟ فيقول: لا والله يا رب.

 

ويؤتى بأشد الناس بُوساً في الدنيا من أهل الجنة، فيصبغ صبغة في الجنةِ فيقال له: يا ابن آدم هل رأيت بؤساً قط؟ هل مر بك شِدة قط؟ فيقول لا والله، ما مر بي بؤس قط، ولا رأيتُ شِدةً قط” رواه مسلم.

 

Dari Anas bin Malik -radhiallahu ‘anhu berkata: Bersabda Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam:

 

“Pada hari kiamat nanti didatangkan salah seorang lelaki (calon) penduduk neraka yang paling mewah kehidupan dunianya. Lalu dia dicelupkan ke dalam neraka dengan sekali celupan. Setelah itu ditanyakan kepadanya, “Wahai bani Adam, pernahkah engkau merasakan kebaikan (selama di dunia) walaupun hanya sedikit? Apakah engkau pernah merasakan kenikmatan walaupun hanya sedikit? Dia menjawab, “Tidak pernah demi Allah wahai Rabbku.”

 

Dan didatangkan pula salah seorang lelaki (calon) penduduk surga yang paling sengsara kehidupan dunianya. Kemudian dia dimasukkan sejenak ke dalam surga.  Lalu ditanyakan kepadanya, “Wahai bani Adam, pernahkah engkau merasakan kesengsaraan (selama di dunia) walaupun hanya sedikit? Apakah engkau pernah merasakan kesusahan walaupun hanya sedikit? Dia menjawab, “Tidak pernah demi Allah. Aku tidak pernah merasakan kesengsaraan dan aku tidak pernah melihat sedikit pun kesusahan.”

•┈┈┈••✦✿✦••┈┈┈•

 

Setiap yang berakal tentu mengharapkan hidup bahagia kekal di surga. Sebagaimana pula yang berakal tidak akan pernah menginginkan kehinaan di dalam neraka.

 

Mamun hasrat duniawiyah telah melalap iman kebanyakan bani Adam. Jasad yang tersibukkan dengan segala urusan dunia tidak mampu merealisasikan iman di lisan. Mereka takut dengan segala adzab yang mengancam. Akan tetapi begitulah, dosa dan kemaksiatan selalu gagal untuk diredam.

 

ﺗﺮﺟﻮ ﺍﻟﻨﺠﺎﺓ ﻭﻟﻢ ﺗﺴﻠﻚ ﻣﺴﺎﻟﻜﻬﺎ ﺇﻥ ﺍﻟﺴﻔﻴﻨﺔ ﻻ ﺗﺠﺮﻱ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻴﺎﺑﺲ

 

“Engkau menginginkan keselamatan namun tidak berupaya menempuh jalannya. Sesungguhnya kapal itu tidak akan pernah berlayar di tempat kekeringan.” (Pepatah arab)

•┈┈┈••✦✿✦••┈┈┈•

 

Ali bin Abi Thalib pernah membaca firman Allah Ta’ala:

 

(ذَرْهُمْ يَأْكُلُوا وَيَتَمَتَّعُوا وَيُلْهِهِمُ الْأَمَلُ ۖ فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ)

 

“Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan (kosong), maka kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatan mereka).” [Surat Al-Hijr 3]

 

Kemudian beliau (Ali) berkata:

 

ﺍﺭﺗﺤﻠﺖ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﻣﺪﺑﺮﺓ ﻭﺍﺭﺗﺤﻠﺖ ﺍﻵﺧﺮﺓ ﻣﻘﺒﻠﺔ ﻭﻟﻜﻞ ﻭﺍﺣﺪﺓ ﻣﻨﻬﻤﺎ ﺑﻨﻮﻥ ﻓﻜﻮﻧﻮﺍ ﻣﻦ ﺃﺑﻨﺎﺀ ﺍﻵﺧﺮﺓ ﻭﻻ ﺗﻜﻮﻧﻮﺍ ﻣﻦ ﺃﺑﻨﺎﺀ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﻓﺈﻥ ﺍﻟﻴﻮﻡ ﻋﻤﻞ ﻭﻻ ﺣﺴﺎﺏ ﻭﻏﺪﺍ ﺣﺴﺎﺏ ﻭﻻ ﻋﻤﻞ

 

“Sesungguhnya dunia telah berlalu jauh ke belakang sementara akhirat datang menjelang. Dan masing-masing memiliki anak (hamba dunia dan hamba akhirat). Maka jadilah kalian anak-anak akhirat dan jangan menjadi anak-anak dunia. Karena hari ini yang ada hanyalah amal dan belum ada hisab (perhitungan), sementara esok (pada hari kiamat) yang ada hanyalah hisab dan bukan lagi saat beramal.”

 

(Shahih Al-Bukhori, kitab ‘Ar-Riqooq’ – bab ‘fil ‘amal wa thuulihi’)

 

والله تعالى أعلم بالصواب وبارك الله فيكم.

•┈┈┈••✦✿✦••┈┈┈•

 

Ahad, 23 JumadilTsani  H

03 April 2016

 

Sumber: Admin Appsalafy

http://appsalafy.salafymedia.com

———————-

Bagikan Komentarmu