💐🍚 HARUSKAH MENYAMPAIKAN KEPADA PENERIMA BAHWA ITU ADALAH ZAKAT?

Ibnu Qudamah al-Maqdisiy rahimahullah -wafat tahun 620 Hijriyah- menyatakan:

وَإِذَا دَفَعَ الزَّكَاةَ إلَى مَنْ يَظُنُّهُ فَقِيرًا ، لَمْ يَحْتَجْ إلَى إعْلَامِهِ أَنَّهَا زَكَاةٌ . قَالَ الْحَسَنُ أَتُرِيدُ أَنْ تُقْرِعَهُ ، لَا تُخْبِرْهُ ؟ وَقَالَ أَحْمَدُ بْنُ الْحُسَيْنِ : قُلْت لِأَحْمَدَ : يَدْفَعُ الرَّجُلُ الزَّكَاةَ إلَى الرَّجُلِ ، فَيَقُولُ : هَذَا مِنْ الزَّكَاةِ . أَوْ يَسْكُتُ ؟ قَالَ : وَلِمَ يُبَكِّتْهُ بِهَذَا الْقَوْلِ ؟ يُعْطِيه وَيَسْكُتُ ، وَمَا حَاجَتُهُ إلَى أَنْ يُقْرِعَهُ ؟

Jika ia menyerahkan zakat kepada orang yang diduga fakir, tidak perlu memberitahukan kepadanya bahwa (pemberian itu) adalah zakat. Al-Hasan berkata: Apakah kau ingin membuatnya risau? Tidak usah diberitahukan kepadanya. Ahmad bin al-Husain berkata: Aku berkata kepada Ahmad (bin Hanbal): Seseorang menyerahkan zakat kepada orang lain dan ia berkata: Ini dari zakat. Atau sebaiknya ia diam? Ahmad berkata: Mengapa ia harus menyesakkannya dengan ucapan ini? Berikan saja dan diamlah. Apa perlunya membuat dia (sang penerima) risau (al-Mughniy karya Ibnu Qudamah (5/207)).

Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin rahimahullah ditanya tentang hukum memberikan zakat kepada seseorang tanpa memberitahukan bahwa itu zakat. Beliau menjawab:

لا بأس أن يعطى الزكاة لمستحقها بدون أن يعلم أنها زكاة إذا كان الأخذ له عادة بأخذها وقبولها، فإن كان ممن لا يقبلها فإنه يجب إعلامه حتى يكون على بصيرة فيقبل أو يرد

Tidak mengapa memberikan zakat kepada orang yang berhak tanpa memberitahukan bahwasanya itu zakat. Jika memang penerimanya itu biasa mengambil atau menerimanya. Jika ia termasuk orang yang tidak mau menerima, wajib diberitahu sehingga ia mengetahui dengan jelas (untuk memutuskan) apakah mau menerima atau menolaknya. (Majmu’ Fataawa wa Rosaail Ibnu Utsaimin (18/202))

📑 WA al I’tishom

🏡 Majmu’ah Salafy Baturaja
🌏 Kanal Telegram: https://t.me/salafybaturaja

🍃🌻🍃🌻🍃🌻