🌍 https://t.me/KajianAhadBadaShubuh

*Umat Terdahulu*

🎇 *HIDUP KEMBALINYA SANG PEMBARU BANI ISRAIL* 🌠

✍🏻 *Al-Ustadz Abu Hisyam Sufyan حفظه الله تعالى*

bagian 2 (sambungan) *…SELESAI…*

*Maka Uzair pun berdoa kepada Allah. Ia usap kedua matanya. Maka benar, keduanya pun sembuh dan mampu melihat seperti sedia kala.*

*“Bangkitlah engkau dengan izin Allah*❗” Kata Uzair.

*Allah pun mengijabahi doa’nya. Wanita tua ini kini bisa berdiri tegak.* Sehat wal afiyat.

*“Aku bersaksi bahwa kamu adalah Uzair.”* Kata si wanita.

Segera, ia pun beranjak membawanya menuju balai tempat peribadahan dan majelis-majelis Bani Israil. *Waktu itu, anak-anak Uzair telah menua juga. Berumur kisaran 112 tahun.* Maka segera, wanita ini pun berseru,

*“Ketahuilah, sungguh Uzair telah kembali. Ia telah mendatangi kalian.”*

Mendengar apa yang dikatakannya, *sontak saja mereka langsung mengingkarinya.*

*“Saya Fulanah, pelayan kalian. Ia telah berdo’a kepada Allah agar menyembuhkan mataku dan melepaskan kelumpuhanku. Dan Allah mengijabahinya. Ia mengatakan bahwa ia telah dimatikan oleh Allah selama 100 tahun dan kemudian menghidupkannya kembali.”*

Manusia pun segera bangkit. *Mereka beranjak menuju Uzair. Mereka segera mengamatinya. “Ayahku, di antara pundaknya terdapat bekas hitam.” Kata si anak. Segera ia singkap kain yang menutup punggungnya. Dan ternyata benar, ia temukan tanda itu padanya. Dia benar-benar Uzair.*

Akan tetapi, *orang-orang Bani Israil tidak lekas mempercayainya.* Untuk meyakinkan, maka mereka pun berkata kepadanya.

*“Dahulu, tidak ada yang paling hafal dengan kitab Taurat selain Uzair. Sungguh Bukhtanashar telah membakar Taurat-Taurat dan tidak meninggalkannya. Kecuali apa yang telah dihafal oleh beberapa orang di antara kita. Kalau kau memang Uzair, coba, tuliskan kembali untuk kami Taurat kami*❗”

Uzair ingat, *dahulu, ayahnya yang bernama Syarwakha, ketika penyerangan Bukhtanashar telah menguburkan Taurat di suatu tempat yang tidak ada yang mengetahuinya selain Uzair.*

Maka Uzair membawa mereka menuju ke tempat tersebut. *Lantas ia pun menggalinya. Dan kemudian, ia keluarkan lembaran Taurat tersebut. Ternyata, lembaran Taurat itu telah rusak. Tulisannya juga hilang.* Maka, sembari bersandar di sebatang pohon, *Uzair pun mulai memperbaharui Taurat tersebut. Ketika itu, turunlah dua cahaya dari atas langit. Keduanya masuk ke dalam mulut Uzair. Dan Uzair pun benar-benar memperbarui Taurat untuk Bani Israil.*

*Karena kejadian inilah, orang-orang Bani Israil menyebut Uzair sebagai Ibnullah atau anak Allah.* _Subhanallah,_ Maha Suci Allah. Mereka salah sangka. *Allah tidak beranak dan tidak diperanakkkan. Uzair hanya seorang hamba yang shalih.*

Inilah kisah Uzair. Satu kisah di antara banyak kisah yang benar-benar meyakinkan kita *bahwa Allah adalah Dzat Yang Maha Kuasa, Maha Mampu dalam segala keinginan-Nya.*

Kisah ini juga meyakinkan kita pula, bahwa kita, kelak, setelah kematian kita, pasti akan dibangkitkan-Nya. Dimintai pertanggungjawaban oleh-Nya atas segala tindak tanduk kita selama hidup di alam dunia. Dan itu mudah, bahkan sangatlah gampang untuk Allah lakukan.

_“Dialah Allah yang telah mengawali penciptaan makhluk-Nya dan Dia pula yang akan kembali membangkitkannya. *Dan itu lebih mudah untuk Ia lakukan.”*_
*(Q.S. Ar Rum: 27).*

Ya, mengembalikan suatu penciptaan yang sudah pernah ada pastilah lebih mudah *daripada menciptakan yang tidak ada sebelumnya.* Ketika yang pertama saja mudah untuk Allah lakukan. Maka yang kedua lebih mudah untuk Dia سبحانه وتعالى lakukan. Pertanyaanya, *apakah kita telah bersiap menyambut kematian dan kebangkitan*❓❗ *Sudahkah kita bersiap*❓❗

_Wallahu a’lam._

🌏📕 *Sumber* ||
Hidup Kembalinya SANG PEMBARU BANI ISRAIL

🌏📕 *Sumber* ||
Majalah Qudwah Edisi 07