Pertanyaan kedua dari fatwa no. 7881
Saya mengharapkan penjelasan tentang hikmah yang gamblang dan memuaskan tentang sebab dilarangnya isdal(isbal) dalam berpakaian. Apalagi saya telah mendengar pendapat salah satu dari ulama yang mengatakan bahwa tidak mengapa menurunkan pakaian di bawah mata kaki kalau tidak disertai dengan perasaan congkak dan sombong. Karena hikmah dilarangnya isdal di zaman Nabi Shallallhu ‘Alaihi Wasallam adalah karena banyaknya lumpur dan tidak-adanya kebersihan di jalan-jalan. Adapun sekarang orang-orang selalu pakai mobil. Demikian juga jalan-jalan sudah sangat bersih. Maka bagaimana hal ini?

_____________
Jawaban:
Telah salah orang yang membatasi hikmah keharaman isbal seperti yang telah disebutkan. Bahkan yang menjadi hikmah larangan isbal adalah: Bahwasanya isbal itu merupakan bukti dari bukti-bukti kesombongan serta berlebih-lebihan. Dan ushul pokok suatu amalan adalah nash yang datang tentang amalan itu. Bukan diukur dengan hikmahnya yang tampak ataupun tidak tampak.
Wabillأ£hit Taufأ­q washallallأ£hu ‘alأ£ Nabiyyinأ£ Muhammad wa ‘alأ£ أ£lihأ­ wa shohbihأ­ wasallam

Al-Lajnah Ad-Dأ£’imah lil Buhأ؛s wal Iftأ£’

Ketua : Abdul Azأ­z bin Abdillأ£h bin Bأ£z
Wakil : Abdurrozأ£q Afifiy
Anggota : Abdullah bin Ghudayyan
Abdullأ£h bin Qu’أ؛d

————–
Sumber
Judul Kitab:
Fatawa Al Lajnah Ad Da’imah
Urutan jilid/Pembahasan/Halaman:
24/Kitabul jami’/9

Penyusun:
Syeikh Ahmad bin Abdurrozأ£q ad Duwaisy
Pustaka Darul ‘Ashomah
——————

Alih bahasa:
Abu Dawud al Pأ£simiy

Bagikan Komentarmu