*HUKUM BEKERJASAMA DENGAN JIN UNTUK MENGOBATI MANUSIA*

๐Ÿ”˜ *Soal* : yang terakhir dari soal-soal saudari kita, kami ajukan soal ini, katanya: “Saya mendengar suatu berita bahwa di sana ada seorang perempuan yang dia bekerjasama dengan jin, dan jin memberitahukan kepadanya bahwasanya dia akan menjadi perantara kebaikan antara jin dan manusia guna menyembuhkan penyakit-penyakit yang berat pada manusia yang tidak bisa disembuhkan oleh dokter manusia, sedangkan wanita tersebut sebagai perantara, dan jin memberikan obat-obatan dan mereka melakukan tindakan-tindakannya untuk manusia, tapi manusia tidak dapat melihat mereka. Apa pendapat anda dalam hal semisal ini?

โ˜‘๏ธ *Jawab* :
Tidak ada dasar untuk hal ini dan jangan bersandar dengannya, karena sesungguhnya berita-berita dari jin, berita-berita dari nenek-nenek tua, dan berita-berita dari orang yang berbantuan jin tidak boleh dipercaya dan tidak bisa dijadikan pedoman. Dan tidak boleh bersandar berdasar ucapan seorang nenek atau kakek atau pemuda atau selain itu yang dia menukilkan dari jin berbagai hal. Bahkan wajib untuk memberi peringatan dari mereka, dan agar jangan meminta bantuan para jin sedikitpun, karena jika meminta mereka agar membantunya, maka sungguh para jin dapat menjerumuskannya kepada menyekutukan Allah. Apabila mereka bukan orang-orang yang beriman, dan bukanlah orang beriman di kalangan mereka itu diketahui dengan pengetahuan yang meyakinkan, bahkan bisa jadi dia seorang munafik, bisa jadi juga seorang penyusup memasukan racun dalam daging, karena kamu tidak mengenal mereka dan tidak pula bergaul dengan mereka dengan pergaulan yang nyata, yang kamu dapat mengenali perihal mereka dan perihal teman-teman mereka dari pada yang baik-baik, sehingga kamu bisa mengenali mana yang terpercaya dari pada yang selain terpercaya.

Jadi kesimpulannya bahwa antara kita dan mereka ada ketidak kenalan yang besar, dan akhlak yang jelas dan sifa-sifat yang jelas, tidak akan bisa kita bersamanya untuk meneliti apa yang ada pada mereka, dan siapa yang kita mengetahuinya dari kalangan mereka berupa menampakan iman, kita doakan untuknya taufik, dan kita doakan untuknya kebaikan, namun kita tidak mempercayainya dan tidak bisa tenang bila menjadikan diantaranya sebagai dokter atau selain itu, kita meminta pendapatnya pada suatu hal atau apa saja yang serupa itu, sebab sungguh hal ini bisa menyeret kepada pengakuan mengetahui ilmu ghaib, dan sering seorang manusia diuji dengan hal itu, sehingga dia menyangka bahwa dirinya memiliki sesuatu dari ilmu ghaib dengan perantaraan jin, dan kadang dia mengajak akan hal tersebut, sehingga dia menjadi termasuk yang Allah jalla wa’ala berfirman tentang mereka:
ูˆูŽุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ูƒูŽุงู†ูŽ ุฑูุฌูŽุงู„ูŒ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุฅูู†ู’ุณู ูŠูŽุนููˆุฐููˆู†ูŽ ุจูุฑูุฌูŽุงู„ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุฌูู†ู‘ู ููŽุฒูŽุงุฏููˆู‡ูู…ู’ ุฑูŽู‡ูŽู‚ู‹ุง
“Dan sesungguhnya dahulu ada para lelaki yang meminta perlindungan dari para lelaki jin, tetapi mereka (jin) menjadikan untuk mereka (manusia) bertambah kesesatan.”
(QS Al Jin: 6)

Jadi dia bersama dengan jin dalam keadaan bahaya, kadang mereka mengabdi padanya dalam kesyirikan, kadang mereka mengabdi kepadanya dalam bid’ah, kadang mereka mengabdi kepadanya dalam maksiat, sehingga membahayakan dirinya sendiri dalam keadaan dia tidak tahu, dan membahayakan orang lain dalam keadaan dia tidak tahu.

Maka tidak boleh bekerjasama dengan mereka dalam pengobatan, dan tidak pula selain itu, dan siapa yang kenal salah satu diantara mereka atau berhubungan dengannya, maka dia ajak mereka kepada Allah untuk dia ajarkan kebaikan, ajak mereka menuju tauhid mengEsakan Allah dan mentaati Allah, dan dia nasehati agar mengajarkan siapa yang bersamanya ada kebaikan untuk mentaati Allah. Dan jangan dia merasa tenang terhadapnya sedikitpun, dan jangan dia meminta sesuatu apapun untuk orang-orang, karena bisa saja dia memindahkan sesuatu yang membahayakan manusia, dan terkadang dia berikan sesuatu yang baik, lalu dia menipunya setelah itu.

Sehingga kesimpulannya bahwa dia berada dalam bahaya, karena kamu tidak tahu keadaan perihal mereka diatas keyakinan, sedangkan mereka melihatmu dan kamu tidak bisa melihat mereka, dan kerap kalinya mereka menyembunyikan darimu perkara yang banyak, dan bisa saja mereka mengaku beriman padahal munafik, dan bisa saja mereka berhubungan denganmu untuk tujuan lain, sehingga mereka mengambilnya darimu, lalu mereka berbuat terhadapmu apa yang mereka inginkan, sedangkan kamu diatas bahaya, jadi wajib waspada dari mereka, kecuali berupa dakwah mengajak kepada Allah, dan memperlihatkan kepada mereka tentang kebenaran, dan mendakwahi mereka kepadanya dan membimbing mereka kearahnya. iyaa.

Pengaju Soal: semoga Allah membalas anda dengan kebaikan

Sumber:
|https://bit.ly/399hx0n

๐Ÿ“จMift@h_Udinโœ
Kawunganten, Sabtu 25 Rajab 1441H
๐Ÿ’Žhttps://telegram.me/salafykawunganten