🄵🄰🅃🅆🄰

HUKUM BERKUMPUL MERAYAKAN MAULID DAN KLAIM BAHWA NABI ﷺ HADIR

Pertanyaan:
Apa hukum berkumpulnya manusia untuk merayakan maulid dengan sangkaan bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam hadir di majelis mereka? Apakah perkumpulan ini sah secara syariat? Apa yang mesti kita lakukan pada hari kelahiran Nabi? Kapan Nabi dilahirkan?Hari apa? Bulan apa? Tahun berapa? Dan apakah Nabi sallallahu alaihi wasallam maaih6 hidup di dalam kuburnyanya sekarang?

Jawaban:
Berkumpulnya manusia untuk menghidupkan malam maulid serta membacakan kisah Nabi shallallahu alaihi wasallam bukanlah perkara yang disyariatkan, bahkan hal ini merupakan bid’ah yang diada-adakan.

Dan sangkaan mereka bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam hadir di majelis mereka adalah sangkaan yang dusta. Nabi shallallahu alaihi wasallam hidup dikuburnya, kehidupan barzakh, yang beliau merasa nikmat di dalamnya dengan kenikmatan surga. Tidak seperti kehidupan beliau di dunia walaupun walaupun beliau dikafani, disholati dengan salat jenazah, serta dikuburkan sebagaimana kaum muslimin lainnya.

Beliau adalah orang pertama yang akan dibangkitkan pada hari kiamat. Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:

“Sesungguhnya kamu akan mati dan sesungguhnya mereka akan mati (pula). Kemudian sesungguhnya kamu pada hari kiamat akan berbantah-bantah di hadapan Tuhanmu.”
(Az-Zumar: 30-31)

Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman:

“Kemudian, sesudah itu, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati.Kemudian, sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan di hari kiamat.”
(Al-Mu’minun: 15-16)

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.
——-

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa

Ketua Komite
Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

Wakil Ketua
Abdurrazzaq Afifi

Anggota
Abdullah bin Qu’ud
Abdullah bin Ghadyan

[Fatawa Al-Lajnah Ad-Da’imah: 03/35]

https://www.alifta.gov.sa/Ar/IftaContents/Pages/FatawaDetails.aspx?View=Page&PageID=779&CultStr=ar&PageNo=1&NodeID=1&BookID=3
☼︎☼︎𖣔☼︎☼︎

https://t.me/ponselmuslim/272
🏷️ Mari sebarkan kepada sanak saudara kita