✒ Asy Syaikh Muqbil bin Hadi al Wadi’i rahimahullah

Pertanyaan: Apa hukum memakai bantalun secara rinci baik ketika shalat maupun di luar shalat?

Jawaban: Segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada Nabi kita Muhammad, beserta keluarga, para shahabatnya, dan siapa saja yang berloyalitas kepadanya. Saya bersaksi bahwa tidak ada ilah yang benar untuk diibadahi selain Allah semata yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan Allah. Amma ba’du:

Memakai bantalun terhitung tasyabbuh terhadap musuh-musuh Islam sedangkan Nabi shallallahu ‘alaihi was salam sebagaimana dalam hadits ‘Abdullah bin ‘Umar telah bersabda: “Barang siapa menyerupai (tasyabuh) suatu kaum, maka ia bagian darinya.”

✊ Kalau bukan karena Nabi shallallahu ‘alaihi was salam telah memberikan keringanan kepada seorang muslim apabila tidak mendapatkan sarung untuk memakai sirwal, niscaya kami telah mengatakan keharamannya. Akan tetapi yang tampak bagi saya perkara tersebut adalah makruh (dibenci) dengan kebencian yang sangat.

Juga termasuk dari sebab melemahnya identitas keislaman. Identitas keIslaman wajib untuk selalu dijaga, baik ketika anda di pesawat atau ketika anda di Paris atau di salah satu negeri di antara negeri-negeri kafir.

Anda bila menjaganya berarti anda telah melindunginya dari berbagai kotoran. Janganlah anda menjadi orang yang berpenampilan Islam kemudian berkhianat dan menipu, akan tetapi jagalah niscaya manusia akan menghargaimu dengan sebenar-benarnya bahkan sampai orang kafir sekalipun. Jadi sudah sepantasnya untuk selalu menjaga penampilan keIslaman.

Sebagian orang syi’ah yang dahulu saya pernah belajar darinya mengabarkan kepadaku bahwa ia pernah pergi untuk berobat ke luar negeri bersama para amir dari Alu Hamidud Din. Ketika sampai di bandara mereka memberikan setelan pakaian kepadanya. “Pakailah” kata mereka. Ia menjawab, “Kenapa?” Mereka berkata, “Pakailah” sampai mereka mengatakan: “Bagus kalau anda pergi ke luar negeri memakai setelan ini.” “Mengapa kalian mendesakku memakainya? Apakah kalian khawatir kepadaku? Ataukah kalian merasa malu?” Jawabnya. Mereka mengatakan: “Sama sekali kami tidak mengkhawatirkanmu, kami malu jika kamu pergi dengan setelanmu ini.” Ia berkata: “Kita berdo’a dan tawakkal kepada Allah.” Kemudian ia pun berjalan.

Ketika sampai di London, kaum nashara pun menjadi menghargainya dengan sebaik-baik penghargaan. Bahkan sampai ketika berada di Museum Britonia, ia keluar masuk tanpa tiket dan mereka menggambarkan kepadanya apa yang dia inginkan. Ia pun mendatangi teman-temannya yang memakai bantalun itu dan tertawa seraya berkata: “Demi Allah, kalian telah menghinakan diri-diri kalian sendiri.”

✔ Dan itu benar, identitas seseorang akan meleleh dan tidak diketahui bahwa dia seorang muslim di masyarakat tersebut. Identitas tersebut akan meleleh. Oleh karena itu sudah sepantasnya kita menjaga penampilan keIslaman dan berbangga dengannya.

وكن أحسن قولا ممن دعا إلى الله وعمل صالحا وقال إنني من المسلمين

“Siapa yang lebih baik ucapannya dari pada seorang yang menyeru kepada Allah dan beramal shaleh sedang ia mengatakan “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim.” (Fushilat:33)

✋ Maka kita memuji Allah subhanahu wata’ala yang telah memberikan kita taufik kepada Islam. Dan Allah berfirman tentang mereka (orang-orang kafir) itu:

إن شر الدواب عند الله الصم البكم الذين لا يعقلون. ولو علم الله فيهم خيرا لأسمعهم ولو أسمعهم لتولوا وهك معرضون

“Sesungguhnya sejelek-jelek makhluk yang berjalan  di sisi Allah ialah mereka yang tuli dan bisu yaitu orang-orang yang tidak berakal. Seandainya Allah mengetahui ada kebaikan pada mereka, niscaya Allah akan menjadikan mereka mendengar dan seandainya Allah menjadikan mereka mendengar, tentulah mereka telah berpaling sedang mereka adalah rang-orang yang memalingkan diri.” (Al-Anfal:22-23).

Dan Allah berfirman dalam ayat yang lain:

أولئك هم شر البرية

“Mereka itulah makhluk yang paling jelek.” (Al-Bayyinah:6)

Maka kita menjaga insya Allah tampilan islami dan pakaian islami dimana saja kita berada dan segala puji hanya milik Allah.

Sumber:http://www.muqbel.net/fatwa.php?fatwa_id=4564

Alih bahasa: Syabab Forum Salafy

fsi.net

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Bagikan Komentarmu