::
*🚇 HUKUM MEMBAYAR, MENGAMBIL BAYARAN, MELUNASI SUATU MUAMALAH DI DALAM MASJID*

_Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah_

*Pertanyaan:*

_”Apa hukum memberi upah petugas masjid di dalam masjid, atau bermuamalah secara umum dengan uang di dalam masjid, baik mengambil atau memberi?”_

*Jawaban:*

“Tidak mengapa yang demikian, tidak lain yang dilarang adalah akad/ transaksi.

❱ Adapun penunaian (membayar atau mengambil) maka tidak mengapa di dalam masjid.”

Fataawa ‘ala ath-Thariiq fi Masaaila Mutanawwi’ah, al-‘Utsaimin, hal. 322.

demikian pula #melunasi #hutang di #masjid

Alih Bahasa: al-Ustadz Abu Yahya al-Maidani hafizhahullah @minhaajussalaf

▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️

*🚇 MEMBAYAR HUTANG DAN PENITIPAN DI DALAM MASJID*

_Dijawab oleh Ustadz Zuhair Syarif hafizhahullah_

*Pertanyaan:*

_Bismillah, afwan ustadz izin bertanya. Sebagaimana yg telah dijelaskan bahwa jual beli didalam masjid itu haram hukumnya, namun apakah termasuk jual beli apabila dia hanya memberi uang dari barang yang dia beli (atau mencukupi kekurangannya) di dalam masjid, sedang kan barangnya sudah dibawa olehnya, atau dia menitipkan uang di dalam masjid untuk membayar barang yang belum diambilnya (beli pulsa misalnya)_
_Mohon bimbingan dan penjelasannya ustadz_

*Jawaban :*

Secara dhahirnya bukan jual beli, karena jual beli berarti ada Aqad, ijab dan kabul serta ada barang.

❱ Apa yang antum ceritakan adalah membayar hutang dan penitipan. Hal itu diperbolehkan.

Namun jika pembayaran barang tersebut *ketika aqad disepakati di masjid, maka hal itu termasuk transaksi jual beli. Haram dilakukan di dalam masjid.*

Wallahu a’lam

@qowwamussunnah

▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️

*🚇 BATASAN LARANGAN JUAL BELI DI MASJID*

Fatwa Al Lajnah Ad-Daimah
_Pertanyaan Ketiga dari Fatwa Nomor 11967_

*Pertanyaan :*

_Banyak masjid di Amerika terdiri dari ruangan khusus untuk shalat, dan beberapa ruangan lain yang menyatu dengan masjid. Apakah boleh melakukan transaksi jual beli di dalam ruangan-ruangan tersebut guna kepentingan masjid? Dan apakah boleh melakukan transaksi jual beli di ruangan khusus untuk shalat, atau mempromosikan barang dagangan dan jasa di sana?_

*Jawaban:*

Tidak boleh melakukan transaksi jual beli dan mempromosikan barang dagangan di ruangan yang dikhususkan untuk shalat jika ruangan tersebut termasuk bagian masjid.

◾️Nabi Muhammad ﷺ bersabda,

إذَا رَأَيْتُمْ مَنْ يَبِيعُ أَوْ يَبْتَاعُ فِي الْمَسْجِدِ فَقُولُوا لَا أَرْبَحَ اللَّهُ تِجَارَتَكَ

_”Jika kamu melihat orang menjual atau membeli di masjid maka katakanlah, “Semoga Allah tidak memberi keuntungan pada daganganmu.”_

◾️Dan beliauﷺ bersabda,

مَنْ سَمِعَ رَجُلًا يَنْشُدُ ضَالَّةً فِي الْمَسْجِدِ فَلْيَقُلْ: لَا رَدَّهَا اللهُ عَلَيْكَ

_”Barangsiapa mendengar orang mencari (mengumumkan) barangnya yang hilang di masjid, hendaklah dia berkata, “Mudah-mudahan Allah tidak mengembalikannya kepadamu”._

Tentang ruangan lain yang tidak dikhususkan sebagai tempat shalat, rinciannya sebagai berikut:

❱ Jika dia berada di dalam pagar masjid maka statusnya sama dengan masjid, dan hukum transaksi jual beli di sana sama dengan hukum transaksi jual beli di ruang shalat.

❱ Adapun jika dia berada di luar pagar masjid sekalipun pintunya menempel pada pagar masjid maka statusnya bukanlah masjid, karena rumah Nabi ﷺ yang dihuni Aisyah radhiyallahu anha pintunya berada di dalam masjid, dan tidak dihukumi sebagai masjid.

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa
Ketua : Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz
Wakil Ketua :Abdurrazzaq Afifi
@anNajiyahBali

📈link: goo.gl/EJq1V0

••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com

▫️▫️▫️▫️▫️▫️