Pertanyaan pertama dari fatwa no. 1542

*Pertanyaan:*

Kami melihat dan membaca beberapa koran Arab berkaitan dengan operasi yang dilakukan oleh para dokter eropa, yang mencoba untuk mengubah status kelamin laki-laki menjadi perempuan dan perempuan menjadi laki-laki, apakah hal ini benar-benar. Bukankah ini merupakan urusan Al-Kholiq (Allah) yang hanya Dilalah yg berkesendirian dalam hal penciptaan dan pembentukan. Dan bagaimana pandangan islam tentang hal tersebut?

.
*Jawaban:*

Tidak seorang pun dari kalangan makhluk yang mampu merubah laki-laki menjadi perempuan, dan perempuan menjadi laki-laki. Hal tersebut bukanlah porsi dan jangkauan mereka walau bagaimanapun tingkat keilmuan mereka berikut alat-alatnya, serta tingkat pengetahuan mereka yang canggih.

.
Hanya Allah sajalah yang mampu melakukan semua itu. Allah Ta’ala berfirman [yang maknanya]:

.
“Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki * Atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa) yang dikehendaki-Nya, dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.”

(Asy-Syuro: 49-50)

.
Di dalam ayat ini Allah -subhanahu menyebutkan bahwa Dia sajalah yang mampu melakukannya dan bahwa kemampuan itu hanyalah khusus bagi-Nya. Kemudian ayat di atas diakhiri dengan keterangan pokok semua itu sebagai wewenang khusus, yaitu kesempurnaan perbuatan dan kemampuan-Nya. 

.
Akan tetapi, terkadang terjadi kerancuan pada beberapa kasus kelahiran anak. Ada yang status kelaminnya belum jelas apakah laki-laki ataukah perempuan. Terkadang awal mulanya anak tersebut seakan-akan perempuan, ternyata malah laki-laki, atau sebaliknya. Dan keumuman problema yang seperti ini bisa terpecahkan. Mulai jelaslah hakikat kelaminnya tatkala anak tersebut sudah baligh. Kemudian tim dokter pun melakukan operasi bedah kelamin untuk  menyesuaikan kondisi aslinya, apakah laki-laki atau perempuan. Walaupun terkadang kondisi seperti ini tidak membutuhkan pembedahan ataupun operasi. Maka apa yang dilakukan oleh para dokter seperti kasus di atas hanyalah untuk memperjelas perihal status jenis kelamin anak dengan cara operasi. Bukan mengubah laki-laki menjadi perempuan atau dari perempuan ke laki-laki. 

.
Dari kasus seperti ini bisa diketahui bahwa sebenarnya mereka tidaklah melampaui wewenang khusus Allah. Hal tersebut hanyalah memperjelas status kelamin manusia yang telah diciptakan oleh Allah. Wallahu a’lam.

.
وبالله التوفيق. وصلى الله على نبينا محمد، وآله وصحبه وسلم.
.

*Komite tetap riset ilmiah dan fatwa*

.
Ketua: Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz

Wakil: Abdurrozaq Afifiy 

Anggota: Abdullah bin Ghudayyan, Abdullah bin Qu’ud 
••••○○✺❄✺○○••••

.

السؤال الأول من الفتوى رقم (١٥٤٢) :

.
س: نشاهد ونقرأ في بعض الصحف العربية عن عمليات يقوم بها بعض الأطباء في أوروبا يتحول بها الذكر إلى أنثى والأنثى إلى ذكر فهل ذلك صحيح، ألا يعتبر ذلك تدخلا في شؤون الخالق الذي انفرد بالخلق والتصوير؟ وما رأي الإسلام في ذلك؟
ج١: لا يقدر أحد من المخلوقين أن يحول الذكر إلى أنثى ولا الأنثى إلى ذكر، وليس ذلك من شؤونهم ولا في حدود طاقتهم مهما بلغوا من العلم بالمادة ومعرفة خواصها. إنما ذلك إلى الله وحده، قال تعالى: {لله ملك السماوات والأرض يخلق ما يشاء يهب لمن يشاء إناثا ويهب لمن يشاء الذكور} (١) {أو يزوجهم ذكرانا وإناثا ويجعل من يشاء عقيما إنه عليم قدير} (٢)
فأخبر سبحانه في صدر الآية بأنه وحده هو الذي يملك ذلك ويختص به. وختم الآية ببيان أصل ذلك الاختصاص، وهو: كمال علمه وقدرته، ولكن قد يشتبه أمر المولود فلا يدرى أذكر هو أم أنثى، وقد يظهر في بادئ الأمر أنثى وهو في الحقيقة ذكر أو بالعكس، ويزول الإشكال في الغالب وتبدو الحقيقة واضحة عند البلوغ فيعمل له الأطباء عملية جراحية تتناسب مع واقعه من ذكورة أو أنوثة، وقد لا يحتاج إلى شق ولا جراحة، فما يقوم به الأطباء في مثل هذه الأحوال إنما هو كشف عن واقع حال المولود بما يجرونه من عمليات جراحية، لا تحويل الذكر إلى أنثى ولا الأنثى إلى ذكر، وبهذا يعرف أنهم لم يتدخلوا فيما هو من شأن الله إنما كشفوا للناس عما هو من خلق الله. والله أعلم.

.
وصلى الله على نبينا محمد، وآله وصحبه وسلم.

اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء

.
عضو … عضو … نائب رئيس اللجنة … الرئيس

عبد الله بن قعود … عبد الله بن غديان … عبد الرزاق عفيفي … عبد العزيز بن عبد الله بن باز

 ——————-

(١) سورة الشورى الآية ٤٩

(٢) سورة الشورى الآية ٥٠

••••○○✺❄✺○○••••

.
Sumber:

*Fatawa Lajnah Ad-da’imah 1*

Jilid 01 hal. 64-65 / Pembahasan Aqidah

.
Alih bahasa:

https://alpasimiy.com/category/fatwa/

Bagikan Komentarmu