📚🌎 HUKUM PENUNAIAN ZAKAT FITRI (FITRAH) SEBELUM WAKTUNYA

Fadhilatus Syaikh Ibnu Utsaimin rohimahullah

[ Pertanyaan ]

Seorang laki-laki menunaikan zakat fitri pada hari ke dua puluh enam Romadhon karena sebab safar.

[ Jawaban ]

يقول أهل العلم: إن الإنسان إذا فعل العبادة المؤقتة قبل وقتها فإنها لا تصح, لكن ليس معنى قولهم: لا تصح أنه ليس فيها ثواب، إذا كان الإنسان فعل ذلك جاهلاً فإنه يثاب عليها، لكن يلزمه أن يفعلها في الوقت. فهؤلاء القوم الذين دفعوا فطرتهم في السادس والعشرين، نقول لهم: يعيدونها الآن، يدفعونها الآن قضاءً، نظيرُ ذلك لو أن أحداً ظن أن وقت الظهر قد دخل, فصلى الظهر قبل الوقت، ثم تبين الأمر, فإنه يصلي الظهر في وقتها، وتكون صلاته الأولى نافلة يثاب عليها.

” Berkata Ahlul ilmi: Sesungguhnya seseorang apabila melaksanakan ibadah muaqqotah (yang memiliki waktu tertentu) sebelum waktunya, maka tidaklah sah.

Namun perkataan mereka “tidak sah”, bukanlah berarti maknanya mereka tidak mendapatkan pahala jika melakukanya atas dasar ketidaktahuan, sungguh dia telah mendapatkan pahala atasnya, tetapi dia tetap harus melaksanakannya pada waktunya.

Maka mereka yang telah membayarkan zakatnya di hari ke dua puluh enam Romadhon, kami katakan “haruslah mengulangnya sekarang (28 atau 29 Romadhon atau pagi hari 1 Syawwal sebelum shalat ‘ied), sebagai qodho/pengganti.

Sebagai perbandingannya:

Seseorang menegakkan shalat Dhuhur sebelum waktunya karena mengira waktu Dhuhur telah masuk, lalu dia sholat sebelum waktunya, kemudian nampaklah perkaranya (dia shalat sebelum waktunya), maka dia harus mengulang shalat Dhuhur tadi pada waktunya. Dan shalatnya yang pertama sebelum masuk waktu, teranggap shalat sunnah dan berpahala.

🔊 http://zadgroup.net/bnothemen/upload/ftawamp3/od_128_18.mp3

🖊 Tim Redaksi @ukhuwah_anak_kuliah

zakat #fitrah