::
“`🚇 HUKUM SAFAR UNTUK SHALAT JUM’AT DI NEGERI YANG LAIN“`

🎙Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah

*PERTANYAAN:*

_“Apakah boleh bagi seorang yang mukim untuk safar dan menegakkan (shalat) Jum’at di negeri lain?”_

*JAWABAN:”

“(maksudnya)Apakah boleh untuk pergi ke suatu negeri untuk menegakkan shalat Jum’at di sana?

❗Apabila tujuannya ta’zhim (pengagungan) tempat tersebut maka HARAM. Sebab tidak dipersiapkan bekal perjalanan(safar) kecuali untuk menuju tiga masjid***.

*👉🏻 Adapun jika maksudnya mengambil faidah dari khutbah khatibnya –karena khutbahnya bermanfaat- maka TIDAK MENGAPA*. Dan safar ini adalah karena ilmu. Ia safar bukan karena masjidnya. Dan oleh karenanya apabila si khatib berpindah ke negeri lain, ia pun mengikutinya.

Dan andaikan ia safar untuk ia sendiri yang menjadi khatib maka hal ini juga tidak mengapa. Safar ini dalam rangka menuntut ilmu.”

*📖 Liqaa’atul Baabil Maftuuh, Al-‘Utsaimin, 8/ 432.*

_________________
NB: *** Sebagaimana Rasulullah –Shalallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:

لا تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلاَّ إِلَى ثَلاثَةِ مَسَاجِد: المَسْجِدِ الحَرَام وَمَسْجِدِي هَذَا وَالمَسْجِدِ الأَقْصَى

_”Tidaklah dilakukan perjalanan(untuk safar dalam rangka ibadah) kecuali menuju tiga masjid saja: Masjidil Haram, Masjidku ini, dan Masjid Al-Aqsha”_. Muttafaqun ‘alaihi.

📑 Alih Bahasa:
Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafizhahullah

••••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com