💦🌻 IBUMU ADALAH PINTU TAUBATMU

‘Atha bin Yasar rahimahullah mengisahkan,

Seseorang datang kepada Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu, menyampaikan sebuah kejadian:

إِنِّي خَطَبْتُ امْرَأَةً، فَأَبَتْ أَنْ تَنْكِحَنِي، وَخَطَبَهَا غَيْرِي، فَأَحَبَّتْ أَنْ تَنْكِحَهُ، فَغِرْتُ عَلَيْهَا فَقَتَلْتُهَا، فَهَلْ لِي مِنْ تَوْبَةٍ؟

Satu hari, Aku berhasrat untuk melamar seorang wanita. Namun tak ku sangka, ternyata ia menolakku. Lalu pada kesempatan berbeda, datang pria lain melamarnya, ternyata ia menerima lamaran itu. Lantas, tak lama kemudian Aku bunuh wanita itu lantaran tak kuasa Aku menahan cemburu.

Jika seperti ini kondisinya, apakah masih terbuka pintu taubat untukku?

Ibnu Abbas lantas bertanya:

أُمُّكَ حَيَّةٌ؟

Apakah ibumu masih hidup?

لاَ

“Tidak, (Ibuku telah tiada).” Pungkas orang tadi.

Lantas Ibnu Abbas menimpalinya:

تُبْ إِلَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ، وَتَقَرَّبْ إِلَيْهِ مَا اسْتَطَعْت

“Kalau begitu, bertaubatlah kepada Allah azza wa jalla, dan berupaya lah dengan seluruh kemampuanmu untuk terus mendekatkan diri kepada-Nya.”

Mendengar jawaban Ibnu Abbas, bergumul pertanyaan pada benak ‘Atha bin Yasar. Bergegas ia mendatangi Ibnu Abbas, lantas bertanya:

لِمَ سَأَلْتَهُ عَنْ حَيَاةِ أُمِّهِ؟

“Mengapa engkau bertanya tentang keadaan ibunya?.”

Kemudian Ibnu Abbas menjawabnya:

إِنِّي لاَ أَعْلَمُ عَمَلاً أَقْرَبَ إِلَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ بِرِّ الْوَالِدَةِ

“Sungguh, Aku tidak tahu ada sebuah amalan yang paling dekat di sisi Allah, selain berbakti kepada ibumu.”

📖 Adabul Mufrad no. 4 karya Al-Imam Al-Bukhari. Dishahihkan oleh Al-Imam Al-Albani dalam Ash-Shahihah 6/711-712

📝 Diterjemahkan oleh: Ustadz Abdul Wahid at-Tamimi hafizhahullah | Kanal Warisan Salaf

🏡 Majmu’ah Salafy Baturaja
🌏 Kanal Telegram: https://t.me/salafybaturaja

🍃🌻🍃🌻🍃🌻