بسم الله الرحمن الرحيم

*⛱☝🥀JANGAN MELAFADZKAN NIAT*

🎙 Assyaikh Al-Allamah Abdul Aziz Ibnu Baz rahimahullah

🏷 Niat itu adalah kamu mengetahui bahwa kamu melakukan demikian dan demikian,

🍲 Ketika kamu sedang sahur, kamu mengetahui (menyadari) bahwa kamu sedang sahur untuk puasa hari ini, inilah niat,

🕋 Ketika kamu ingin melaksanakan shalat, inilah niat,

📓 Niat itu adalah keberadaan hati mengetahui bahwa dia akan melaksanakan urusan ini, atau memulai pada urusan ini, kamu menginginkan wajah Allah subhanahu wa ta’ala,

✋🏻 Tidak perlu dia melafadzkan!

❌ Tidak mengatakan dengan lisannya:

“Nawaitu”

🎈 Bahkan cukup dihati,

🗯 Adapun melafadzkan niat seperti ucapan:

“Nawaitu an ushalli”
(Saya berniat untuk shalat).

“Nawaitu an athuf”
(Saya berniat untuk thawaf).

➡ Ini adalah bid’ah tidak ada asalnya (dalam Islam).

Dikutip dari: 💻
https://binbaz.org.sa/fatwas/10736/%D8%AD%D9%82%D9%8A%D9%82%D8%A9-%D8%A7%D9%84%D9%86%D9%8A%D8%A9-%D9%81%D9%8A-%D8%A7%D9%84%D8%B9%D8%A8%D8%A7%D8%AF%D8%A7%D8%AA

Alih bahasa: 📲
Abu Fudhail Abdurrahman Ibnu ‘Umar غفرالرحمن له.

Channel telegram: 🏡
https://t.me/alfudhail

بسم الله الرحمن الرحيم

*✋🏻🏡🥀JANGAN MEMBERATKAN DIRI, KEINGINAN ITU ADALAH NIAT TANPA PERLU MELAFADZKAN*

🎙 Assyaikh Al-Allamah Muhammad Ibnu Shalih Al-Utsaimin rahimahullah

📝 Dan perkara yang sudah maklum (dalam syari’at islam) bahwa niat itu tidak sulit dan tidak berat,

🚰 Maka apabila seseorang bangun diakhir malam dan makan, maka tidaklah dia melakukan perbuatan tersebut melainkan dengan niat puasa,

🛏 Maka apabila dia bangun pada malam senin diakhir malam, dia makan dan minum dan (setelah masuk waktu subuh) dia berhenti, maka inilah puasa,

✋🏻 Amalan-amalan (dalam islam) tidak sulit dalam menetapkan niat, dikarenakan setiap manusia yang berakal, memiliki pilihan, yang melakukan suatu perbuatan, maka tentu harus didahului niat untuk melakukan perbuatan tersebut,

🗯 Dikarenakan niat itu adalah keinginan, kapanpun seseorang menginginkan untuk melakukan suatu perbuatan, maka sungguh dia telah meniatkannya,

🌻 Dan tidaklah mungkin suatu amalan melainkan mesti disertai dengan keinginan, kecuali amalan tersebut bersumber dari seorang yang tidak berakal(gila) atau dipaksa.

Dikutip dari: 💻
http://binothaimeen.net/content/9439

Alih bahasa: 📲
Abu Fudhail Abdurrahman Ibnu ‘Umar غفر الرحمن له.

Channel telegram: 🏡
https://t.me/alfudhail