::
*🚇 JANGAN MENGOLOK-OLOK SEORANG MUSLIM*

Asy-Syaikh ‘Abdul‘aziz bin Baz rahimahullah berkata,

لا يجوز الاستهزاء بالمسلم، وإذا استهزأ بالدين؛ صار كافرا،فالاستهزاء باللحى،أو غير المسبلين؛ردة عن الإسلام.

_”Tidak diperbolehkan mengolok-olok seorang muslim. Jika ada seseorang berolok-olok terhadap Agama Islam, maka dia menjadi kafir. Oleh karena itu, *mengolok-olok jenggot atau muslim yang tidak isbal (kain yang melebihi mata kaki)* merupakan bentuk kemurtadan dari Islam.”_

📚 (Nur ‘ala al-Darb, 4/172)

Sumber:
http://bit.ly/2B5q6KP |@ForumSalafy

▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️

*🚇 HUKUM MEMOTONG RAMBUT DI PIPI*

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah

*Pertanyaan :*

_Apa hukum memotong rambut yang ada di pipi?_

*Jawaban :*

Para pakar bahasa telah menjelaskan bahwa : Jenggot ialah RAMBUT WAJAH dan RAMBUT KEDUA PIPI, mereka telah menilai bahwa rambut pipi adalah bagian dari jenggot.

Atas dasar ini, maka TIDAK BOLEH SESEORANG MEMOTONGNYA. Bahkan kalau selalu mengeroknya, maka akan menjadikan rambut tersebut KUAT dan CEPAT tumbuh.

🗃 Silsilah an-Nur alad Darb

📬 السؤال:
ما حكم حلق الشعر الموجود على الخد ؟

📭 الجواب:
ذكر أهل اللغة: أن اللحية هي شعر الوجه والخدين. فجعلوا شعر الخدين من اللحية، وعلى هذا فلا يجوز حلقه ومحارشة الشعر دائماً تجعله يكون قوياً وسريع النمو،.

Sumber:
@KajianIslamTemanggung

▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️

*🚇 JANGAN CUKUR JENGGOTMU!*

Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan al Fauzan hafizahullah ditanya:

_”Kami adalah para pemuda dari salah satu negara arab, dan telah dikeluarkan surat keputusan bagi orang yang memiliki jenggot harus mencukur jenggotnya, jika tidak maka akan dipecat dari pekerjaannya, maka apa yang harus kami lakukan -semoga Allah memberi taufiq kepada anda-?_

*Jawaban:*

“Akan tetapi telah keluar keputusan dari Rasulullah ﷺ sebelum 1426 tahun [sekarang 1441,- ed] yang lalu dengan sabda beliau :

(( أعفــوا اللّــحى ))، (( أكـرموا اللّـحى ))،(( أرسـلوا اللّـحى ))،

🔻(( Peliharalah jenggot-jenggot kalian )),
🔻(( Muliakan jenggot-jenggot kalian )),
🔻(( Biarkan jenggot-jenggot kalian )),

Dan telah keluar keputusan beliau ﷺ dengan sabdanya :

لاَ طَاعَةَ لِمَخْلُوْقٍ فِيْ مَعْصِيَةِ الْخَالِقِ

_”Tidak ada ketaatan kepada satu makhluq pun untuk bermaksiat kepada Al-Kholiq”_,

dan Allah berfirman :

﴿ وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ﴾

_”Dan barangsiapa bertaqwa kepada Allah, maka Allah akan memberikan jalan keluar baginya dan Allah akan memberikan rezeki kepadanya dari arah yang tidak disangka-sangka”._ [Q.S. At -Thalaq ayat 2]

Dan rezeki tidak terbatas pada pekerjaan tersebut, CARILAH PEKERJAAN YANG LAIN YANG TIDAK ADA KEMAKSIATAN DI DALAMNYA”.

📥 Dengarkan audionya disini [https://goo.gl/0MvTWy]

📑 Alih Bahasa: al-Ustadz Abu Suhail hafizhahullah | @SalafyBaturaja

••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com

▫▫▫▫▫▫▫