::
*🚇 JIKA SHALAT DAN TIDAK TAHU ATAU LUPA PAKAIANNYA BERNAJIS, APA PERLU DIULANG?*

_🎙Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah berkata:_

“Apabila seseorang shalat dengan pakaian bernajis, *sementara ia benar-benar lupa untuk mencucinya sebelum shalat, dan tidak ingat kecuali setelah selesai dari shalatnya, maka sah shalatnya dan tidak ada kewajiban atasnya untuk mengulang shalat ini*.

Demikian perkaranya, karena ia telah melakukan hal yang terlarang ini disebabkan oleh lupa, sedangkan Allah Tabaaraka wa Ta’ala berfirman:

{ ﺭَﺑَّﻨَﺎ ﻟَﺎ ﺗُﺆَﺍﺧِﺬْﻧَﺎٓ ﺇِﻥ ﻧَّﺴِﻴﻨَﺎٓ ﺃَﻭْ ﺃَﺧْﻄَﺄْﻧَﺎ }

_“Ya Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah.” Q.S. Al-Baqarah: 286._

Allah pun berfirman(dalam Hadits Qudsiy): _”Sungguh aku telah melakukannya.”_

Dan Rasulullah -Shalallahu alaihi wasallam- pada suatu hari sedang shalat dengan mengenakan sandal -yang pada keduanya ada kotoran(najis)- dan ketika di pertengahan shalat (setelah diberitahu Jibril ‘alaihissalam) Rasulullah -Shalallahu alaihi wasallam- *mencopot keduanya dan melanjutkan shalat, tidak memulai shalat dari awal.*

✍🏻 Hal ini menunjukkan bahwa siapa yang baru mengetahui ada najis ketika shalat maka ia menghilangkannya – walaupun di pertengahan shalat – dan tetap melanjutkan shalatnya jika mungkin auratnya tetap tertutup setelah menghilangkan najis itu.

◾️Dan demikian pula seorang yang lupa dan mengingatnya saat sedang shalat maka ia hilangkan (melepas) pakaian yang bernajis ini apabila masih ada sesuatu (dari pakaian nya) yang menutupi auratnya. (*)

◾️Adapun jika ia telah rampung (selesai) dari shalat dan ingat ketika telah selesai atau mengetahuinya setelah selesai maka tidak perlu mengulang dan shalatnya sah.

*❗Berbeda dengan seseorang yang lupa belum berwudhu’ -semisal ia berhadats dan lupa untuk wudhu’ lalu ia shalat dan baru ingat setelah selesai dari shalat bahwa ia belum berwudhu’- maka wajib atasnya berwudhu’ dan mengulangi shalat.*

_❗Seperti itu pula seseorang yang sedang janabah/junub sementara ia tidak tahu, contohnya: ia ihtilam/ mimpi basah di malam hari dan shalat Shubuh tanpa mandi karena tidak tahu dan ketika siang hari ia melihat ada mani di pakaiannya untuk tidur, maka wajib atasnya untuk mandi dan mengulangi shalat yang telah ia kerjakan._

*👉🏻 Perbedaan antara masalah ini dengan yang pertama -yaitu masalah najis- bahwa:*

_🔸Najis itu dalam bab meninggalkan larangan._
▪Adapun wudhu’ dan mandi (karena berhadats) dalam hal melaksanakan perintah. Dan melakukan hal yang diperintahkan adalah perkara mewujudkan sesuatu, yang seseorang mesti menegakkannya dan tidak sempurna (sah) shalat KECUALI dengannya.

Sementara menghilangkan najis adalah terkait perkara yang bersifat ‘adamiy (ketiadaan, yaitu asalnya nihil) yang tidak sempurna shalat KECUALI dengan tidak adanya.

👉🏻Sehingga jika (sesuatu yang harus nya tidak ada itu) didapati di dalam shalat karena lupa atau tidak tahu maka tidak bermudharat (untuk keabsahan shalat); sebab tidak ada suatu (amalan) yang luput, yang diminta untuk dihasilkan ketika ia shalat.”

*📖 Majmu’ Fataawa, al-‘Utsaimin, 12/ 367 – 368.*

_______________________
(*) Tambahan:

Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah berkata:

*_”Adapun jika kamu ingat ada najis ketika sedang shalat maka:_*

👉🏻Apabila mungkin untuk kamu melepas pakaian yang bernajis karena ada padamu pakaian lainnya; *maka kamu copot yang bernajis dan tetap ada padamu pakaian yang lain; maka sah shalatmu.*

❗Adapun jika hal itu tidak memungkinkan (mencopot baju bernajis dan tidak ada pakaian lain di badanmu) maka kamu harus keluar dari shalat (mengganti baju).”

*📖 Kitaabuth Thahaarah, al-Fauzan, hal. 11.*

📑 Alih Bahasa:
_Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafizhahullah_

••••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com