🌹 Imam Ibnul Qoyyim -rahimahullah- berkata :

*Imam Ahmad* berpendapat bahwa seseorang jika *berta’ziyah atas seorang yang meninggal dunia, kemudian ia melihat kemungkaran dan ia tidak mampu untuk menghilangkan kemungkaran tersebut, maka ia tidak (pulang) meninggalkan tempat tersebut.*

Dan beliau juga berpendapat bahwa *apabila seseorang diundang ke walimatul ‘ursy, dan ia melihat kemungkaran padanya serta tidak mampu menghilangkan kemungkaran tersebut maka ia harus kembali (meninggalkan tempat tersebut).*

Akupun bertanya kepada Guru kami Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah -rahimahullah- tentang perbedaan tersebut. Maka Beliau mengatakan : Karena hak pada jenazah adalah untuk seorang yang meninggal dunia tersebut, maka tidak boleh ditinggalkan haknya karena sebab kemungkaran yang dilakukan oleh yang hidup, adapun terkait pada walimah haknya adalah dimiliki oleh pemilik rumah tersebut, maka apabila terdapat kemungkaran padanya gugurlah haknya dalam memenuhi undangan.

_Lihat I’lamul Muwaqi’iin (4/ 209)_

(Pen. abu hafsh marwan).