APAKAH USIA BALIGH MERUPAKAN BATAS WAKTU WAJIBNYA SEORANG ANAK UNTUK SHALAT

Asy-Syaikh Bin Baaz رحمه الله ditanya :
Apakah baligh merupakan batas waktu wajibnya seorang anak mengerjakan shalat, jika dia ketinggalan shalat sebab ketiduran atau selainnya ?

Beliau menjawab :

Ketika anak laki-laki atau anak wanita baligh dengan adanya mimpi, maka mereka wajib shalat, puasa Ramadhan, hajji dan umrah jika mampu, dan berdosa jika mereka meninggalkan kewajiban itu, juga berdosa jika berbuat maksiat.
Karena keumuman dalil-dalil syar’i.

MUKALLAF (dibebani syari’at) bisa ditandai dengan :

1. usia anak genap 1⃣5⃣ tahun

2. Keluar mani disertsi syahwat, baik ketika tidur maupun terjaga

3. Tumbuh rambut kasar di sekitar qubul

Tambahan khusus untuk anak wanita :

4.Datang haidh

Selama belum ada salah satu dari tanda-tanda di atas, maka seorang anak belum di katakan baligh.

☝ Tapi meskipun belum baligh, mereka sudah mulai diperintah untuk shalat sejak usia 7 tahun, dan dipukul jika tidak shalat pada usia 10 tahun.

Juga mereka diperintah untuk puasa Ramadhan, dan dianjurkan untuk beramal shalih, seperti :

Membaca Al-Qur’an

Shalat-shalat Sunnah

Haji dan Umrah

Banyak membaca tasbih, tahlil, takbir dan tahmid

Dilarang berbuat msksiat

Berdasarkan sabda Rasul صلى الله عليه وسام yang artinya :

“Perintahkan anak-anakmu shalat ketika berusia 7 tahun, dan pukullah karenanya ketika berusia 10 tahun, dan pisahkan tempat tidur mereka”.

Juga karena Rasulullah صلى الله عليه وسلم :

“Mengingkari Husain bin Ali رضي الله عنهما ketika makan kurma shadaqah, beliau berkata kepada Husain, tidakkah engkau tahu bahwa shadaqah tidak halal untuk kita, dan beliau perintahkan Husain untuk mengembalikan kurma yang telah diambilnya”.

Ketika Rasulullah صلى الله عليه وسلم wafat, Husain masih berumur 7 tahun beberapa bulan.

وصلى الله على نبينا محمد وعلى اله والحمد لله رب العالمين

Diterjemahkan oleh :
Ummu Abdillah Zainab Ali Bahmid عفا الله عنهما

WA Tarbiyatul Aulaad
   BILAAD

Bagikan Komentarmu