🚘🏢 KAPAN KEWAJIBAN MENGHADIRI UNDANGAN RESEPSI PERNIKAHAN GUGUR?

Telah lalu, bahwa menghadiri resepsi pernikahan hukumnya wajib. Namun pada 7 keadaan berikut, hukum ‘wajib’ mendatangi undangan walimatul urs gugur.

• Pertama, jika di tempat undangan itu terdapat kemaksiatan, seperti musik, campur baur antara pria dan wanita, dihidangkannya minuman keras, dan lain-lain.

Kecuali kita sanggup untuk menghilangkan kemungkaran yang ada di sana. Al-Allamah Muhammad al-Utsaimin berkata,

“Apabila di suatu walimah terdapat perkara mungkar seperti nyanyian, lantunan musik dan alat-alatnya, atau pun perkara lain yang diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya maka kamu tidak boleh mendatanginya.

Kecuali jika dengan menghadirinya kamu sanggup menghilangkan kemungkaran yang ada; maka pada keadaan ini kamu wajib datang, dengan dua sebab, pertama karena dia sudah mengundang, kedua untuk menghilangkan kemungkaran.

Tapi jika kamu tidak bisa merubahnya maka jangan kamu hadir.” (Asy-Syarh al-Mukhtashar ‘ala Bulughil Maram, III/622)

• Kedua, bila yang mengundang bukan muslim atau pihak yang mesti diboikot. Jika orang kafir yang mengundang maka kondisinya ada dua;

– Undangan pernikahan atau yang terkait urusan dunia lainnya, hukum menghadirinya tidak wajib, sebatas boleh saja. Ini hukum asalnya, tapi tetap dengan memperhatikan ketentuan tidak adanya kemungkaran pada acara tersebut, jika ada, maka tidak boleh dihadiri.

– Undangan yang terkait ritual keagamaannya. Hukumnya haram untuk dihadiri. Karena menghadiri jenis acara seperti ini sama dengan meridhainya, dan meridhai acara mereka jelas hukumnya haram. (Baca: Asy-Syarh al-Mumti’, XII/322)

• Ketiga, jika dihadiri bisa mengakibatkan terlantarnya amalan lain yang lebih wajib.

• Keempat, jika merugikan pihak yang diundang, seperti jaraknya yang sangat jauh.

• Kelima, saat dia memiliki udzur. Seperti sakit, hujan, bepergian jauh, dan yang semisal.

• Keenam, bila lebih dulu memiliki janji sebelum undangannya datang. Seumpama undangan tiba hari Rabu, sedang di hari Senin dia sudah membuat janji dengan orang lain yang bertepatan dengan waktu dan hari acara, yang demikian dia dapat udzur, sebab yang lebih dulu lebih diprioritaskan (baca: Asy-Syarh al-Mukhtashar ‘ala Bulughil Maram, III/622).

• Ketujuh, bila undangannya bersifat umum, tidak tertuju langsung pada dirinya.

Pada 7 kondisi ini, gugur kewajiban menghadiri undangan walimatul urs.

FAEDAH
▫ Al-Allamah Al-Utsaimin berkata,

“Yang paling utama dalam penyelenggaraan resepsi pernikahan ialah jangan ada maksud untuk membanggakan acaranya dan saling bersaing (hebat-hebatan dengan acara orang lain). Yang utama walimah diadakan secara sederhana, tidak menyulitkan yang diundang dan yang mengundang.”
(Asy-Syarh al-Mukhtashar ‘ala Bulughil Maram, III/156)

*Sumber:**
@nasehatetam
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com