๐Ÿ’๐Ÿ“Keadaan di Neraka: Disiksa, Hancur, Dikembalikan, Disiksa Lagi, dan Berlanjut Setelahnya

Siksaan berkepanjangan tak ada putusnya di Neraka. Tak mengenal kematian. Siksaan yang sangat pedih akan menyebabkan hancurnya tubuh. Namun itu bukan akhir. Dikembalikan lagi, untuk disiksa lagi. Demikian seterusnya.

ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ูƒูŽููŽุฑููˆุง ุจูุขูŽูŠูŽุงุชูู†ูŽุง ุณูŽูˆู’ููŽ ู†ูุตู’ู„ููŠู‡ูู…ู’ ู†ูŽุงุฑู‹ุง ูƒูู„ู‘ูŽู…ูŽุง ู†ูŽุถูุฌูŽุชู’ ุฌูู„ููˆุฏูู‡ูู…ู’ ุจูŽุฏู‘ูŽู„ู’ู†ูŽุงู‡ูู…ู’ ุฌูู„ููˆุฏู‹ุง ุบูŽูŠู’ุฑูŽู‡ูŽุง ู„ููŠูŽุฐููˆู‚ููˆุง ุงู„ู’ุนูŽุฐูŽุงุจูŽ ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูƒูŽุงู†ูŽ ุนูŽุฒููŠุฒู‹ุง ุญูŽูƒููŠู…ู‹ุง

Sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Kami, Kami akan masukkan mereka ke dalam Neraka. Setiap kali kulit mereka matang (terbakar) Kami ganti dengan kulit yang lain, agar mereka merasakan adzab. Sesungguhnya Allah adalah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (Q.S anNisaaโ€™ ayat 56)

Sedemikian pedih penderitaan berkepanjangan itu dirasakan, sampai penduduk Neraka meminta agar dimatikan saja. Namun itu tak terpenuhi.

ูˆูŽู†ูŽุงุฏูŽูˆู’ุง ูŠูŽุง ู…ูŽุงู„ููƒู ู„ููŠูŽู‚ู’ุถู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ุฑูŽุจู‘ููƒูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฅูู†ู‘ูŽูƒูู…ู’ ู…ูŽุงูƒูุซููˆู†ูŽ

Dan mereka (penduduk Neraka) berteriak: Wahai Malik (Malaikat penjaga Neraka), hendaknya Rabbmu mematikan kami saja. Malaikat Malik berkata: Sesungguhnya kalian akan tetap bermukim dalam adzab seterusnya (Q.S az-Zukhruf ayat 77)

Di Neraka mereka tidak akan mati. Juga tidak merasakan kehidupan yang menyenangkan.

ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ูŠูŽุตู’ู„ูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑูŽ ุงู„ู’ูƒูุจู’ุฑูŽู‰ (12) ุซูู…ู‘ูŽ ู„ูŽุง ูŠูŽู…ููˆุชู ูููŠู‡ูŽุง ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูŽุญู’ูŠูŽู‰ (13)

(yaitu orang yang) masuk ke dalam Api Neraka yang besar. Kemudian di dalamnya ia tidak mati dan tidak hidup (dalam kenikmatan)(Q.S al-Aโ€™laa ayat 12-13)

(dikutip dari buku “Surga yang Dirindukan, Neraka yang Ditakutkan”, Abu Utsman Kharisman, penerbit atTuqa Yogya)

๐Ÿ’ก๐Ÿ’ก๐Ÿ“๐Ÿ“๐Ÿ’ก๐Ÿ’ก
WA al I’tishom