::
🚇 KEKELIRUAN DI HARI-HARI TERAKHIR RAMADHAN

MENCUKUPKAN MENCARI LAILATUL QADAR DI MALAM GANJIL SAJA

Diantaranya juga, kesalahan sebagian besar kaum muslimin di penghujung Ramadhan yakni mencukupkan mencari Lailatul Qadar hanya pada malam-malam ganjil saja (tanpa adanya udzur yang syar’i). Padahal Rasulullah ﷺ menghidupkan sepuluh malam terakhir seluruhnya tanpa memilah-milah ganjil atau tidaknya.

Walaupun telah datang dalil yang shahih akan jatuhnya Lailatul Qadar di malam ganjil, namun hal ini tidaklah menafikan bahwa Lailatul Qadar bisa turun di malam genap. Wallahu a’lam

TIMBUL PERASAAN SENANG AKAN BERAKHIRNYA BULAN RAMADHAN

Menahan makan dan minum seharian penuh, memang bukan perkara yang mudah. Apalagi bagi sebagian orang yang memang keimanannya kurang begitu kuat. Maka akan tampak perasaan senang ketika bulan Ramadhan ini akan segera berakhir.

Padahal para sahabat radhiallaahu ‘anhum mereka bahkan sampai menangis ketika bulan Ramadhan akan berakhir. Dahulu sebagian salaf menampakkan kesedihannya ketika di hari ‘Idul Fitri, maka dikatakan kepadanya: “Sesungguhnya hari tersebut adalah hari suka cita dan senang”. Maka salaf tersebut berkata:

“Benar apa yang kalian katakan. Tetapi, aku hanya seorang hamba yang diperintah oleh Allah ﷻ, untuk aku beramal bagi-Nya sebuah amalan, yang aku tidak mengetahui apakah amalanku tersebut diterima oleh Allahﷻ atau tidak.” [Lathaaiful Ma’arif hal. 209]

TERSIBUKKAN DENGAN PERENCANAAN MUDIK

Pulang ke kampung halaman, bertemu sanak saudara, merupakan hal yang sangat membahagiakan. Segenap persiapan pun dilakukan supaya tidak ada yang terlupa.

Hanya saja mereka lupa, kalau mereka justru melakukannya di hari-hari dimana terdapat banyak sekali keutamaan, yakni di penghujung Ramadhan. Yang mana di saat itu teladan kita yang mulia Rasulullah ﷺ justru menyibukkan diri dengan berbagai macam ibadah di masjid-masjid Allah ﷻ.

TERSIBUKKAN DENGAN PERSIAPAN IED

Hal ini juga merupakan kesalahan sebagian besar kaum muslimin dalam menghadapi hari-hari terakhir Ramadhan. Untuk menyambut hari kemenangan (baca: ‘Idul Fitri), mereka justru tersibukkan dengan berbagai kesibukan duniawi, seperti: membuat kue, belanja baju baru dan lain sebagainya.

Padahal sejatinya, ‘Idul Fitri ini adalah hari kemenangan bagi mereka yang telah melaksanakan ibadah-ibadah di bulan Ramadhan dengan sebaik-baiknya (sesuai apa yang telah dicontohkan Rasulullah ﷺ).

LUPA MEMBAYAR ZAKAT

Banyak dari kalangan kaum muslimin yang tidak peduli atau bahkan tidak mengetahui akan kewajiban zakat fitrah yang dibebankan kepadanya di penghujung Ramadhan ini.

Seandainya pun mereka tahu, namun banyak yang tidak mengetahui batas waktu penyerahannya, sehingga tidak sedikit pula yang akhirnya terlewat dari batas waktu yang telah ditentukan oleh syariat. Padahal zakat fitrah ini adalah penyempurna ibadah-ibadah kita selama di bulan Ramadhan.

BERTAKBIR MEMAKAI ALAT MUSIK

Apabila Ramadhan telah berakhir, maka saatnya kita menyambut ‘Idul Fitri. Sebagai seorang muslim, kita disunnahkan untuk mengucapkan takbir sebanyak-banyaknya, sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Allahﷻ akan segala kenikmatan yang telah dianugerahkan-Nya kepada kita.

Terkhusus adalah nikmat kemudahan dalam kita menjalani ibadah-ibadah di bulan Ramadhan yang penuh dengan kemuliaan ini. Namun, hal yang sangat disayangkan adalah kesalahan sebagian besar kaum muslimin dalam tata cara mengucapkan takbir.

Tidak sedikit dari kaum muslimin yang menggunakan alat-alat musik untuk mengiringi ucapan takbir mereka. Seperti bedug, kentongan, bahkan alat-alat musik modern. Padahal alat-alat musik ini adalah sesuatu yang diharamkan dalam agama Islam. Dan sekaligus juga hal ini tidak ada contohnya sama sekali dari Rasulullah ﷺ. Rasulullah ﷺ bersabda: “Barang siapa melakukan suatu amalan yang tidak ada contohnya dari kami, maka amalan tersebut tertolak”. [HR. Muslim]

📄 Buletin Al-Faidah Edisi 64
📂 Vol. 1 | Tahun-2 | 1437 H @BuletinAlFaidah

••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net

▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️