*بــــــــــــــسم اللّــــــــــــه الرّحمن الرّحيـــــــم*

🛡🚀 *Join & Share :*
🔰 *WhatsApp Jarh Wat Tahdzir 4*
https://chat.whatsapp.com/ESwLvCXrIwiBtQvyuoBmYM
🌋 *Telegram :* t.me/jarhwattahdzir
#aqidah #manhaj

🚇 *KESELAMATAN AQIDAH DAN MANHAJ ADALAH BAROMETERNYA*

[ Mengambil Pelajaran dari Kisah Husein al-Karobisi ]

[※] Siapakah Husein al-Karobisi?

Nama lengkapnya adalah Abu Ali al-Husein bin Ali bin Yazid al-Karobisi.

▸ Ia seorang yang memiliki pemahaman mendalam, berilmu dan faqih.

▸ Ia memiliki karya tulis yang banyak dalam bidang fikih dan ushulnya.

((🔥)) Al-Khatib al-Baghdadi mengatakan,
“Ia memiliki karya tulis yang banyak dalam bidang fikih dan ushul, hal itu menunjukkan atas baiknya pemahaman dia (dalam hal fikih dan ushul) dan ilmunya yang mendalam.”

▸ Ia juga murid dari Al-Imam asy-Syafi’i, Yazid bin Harun, Ma’an bin Isa, dan para muhadditsin lainnya.

Tapi Tahukah Anda, bahwa kelebihan yang dimilikinya tidak menjadikannya mulia di sisi Ahlussunnah ketika ia melakukan perbuatan bid’ah!

((🔥)) Ibnul Jauzi berkata,
“Hanya saja ia terjatuh dalam permasalahan lafazh, ia mengatakan, bahwa lafazhku saat membaca Al-Qur’an adalah makhluk.”

Dengan sebab itu, Al-Imam Ahmad mentahdzirnya dan memerintahkan manusia agar meninggalkannya.

Beliau berkata,
“(orang) ini mubtadi’ maka berhatil-hatilah darinya.”

Beliau juga berkata,
“Semoga Allah menghinakan al-Karobisi, jangan dijadikan teman duduk, jangan diajak bicara, jangan engkau menyalin buku-bukunya, dan jangan duduk bersama orang yang duduk dengannya.”

[※] Pemahamannya tentang permasalahan Ushul dan Furu’ ternyata tidak memberikan manfaat kepadanya ketika ia terjatuh kepada kebid’ahan.

((🔥)) Muhammad bin Abdullah ash-Shairafi asy-Syafi’i berkata kepada muridnya,
“Ambillah pelajaran dari keadaan al-Karobisi dan Abu Tsaur. Husein al-Karobisi kapasitas ilmu dan hafalannya tidak bisa ditandingi oleh Abu Tsaur walaupun hanya sepersepuluhnya. Tapi Ahmad (bin Hanbal) berbicara tentangnya dalam permasalahan lafazh (terhadap Al-Qur’an), sehingga ia (yakni al-Karobisi) pun jatuh. dan Ahmad memuji Abu Tsaur sehingga menjadi tinggi kedudukannya disebabkan ia berpegang teguh kepada sunnah.”

Oleh karena itu;
✘ – Jangan tertipu dengan penampilan
✘ – Jangan tertipu dengan keilmuan
✘ – Jangan tertipu dengan kefasihan
✘ – Jangan tertipu dengan ketawadhu’an dan kezuhudan
✘ – Jangan tertipu dengan banyaknya Buku yang diterbitkan

✅ Ambillah pelajaran bahwa barometernya adalah keselamatan aqidah dan manhaj bukan penampilan dan kepiawaian.

📚Referensi:
– Tarikh Baghdad
– Al-Muntazhom fii Tarikh al-Muluk wal Umam
– Situs Sahab

Url: http://bit.ly/Fw400206
📮••••|Edisi| @ukhuwahsalaf / www.alfawaaid.net

// Sumber: @warisansalaf