https://salafy.or.id/blog/2016/12/30/ketentuan-dan-adab-berdoa-5/

…..

15.Mendahulukan Pujian Kepada Allah Sebelum Menyampaikan Permintaan

إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ فَلْيَبْدَأْ بِتَحْمِيدِ اللَّهِ وَالثَّنَاءِ عَلَيْهِ ثُمَّ لِيُصَلِّ عَلَى النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- ثُمَّ لِيَدْعُ بَعْدُ بِمَا شَاءَ
Jika salah seorang dari kalian sholat (dan akan berdoa) mulailah dengan memuja dan memuji Allah kemudian bersholawatlah kepada Nabi shollallahu alaihi wasallam kemudian berdoalah sesuai dengan yang ia inginkan (H.R atTirmidzi)

16.Doa Disertai dengan Sholawat Kepada Nabi

كُلُّ دُعَاءٍ مَحْجُوْبٌ حَتَّى يُصَلَّى عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Setiap doa terhalangi hingga dibacakan sholawat kepada Nabi shollallahu alaihi wasallam (H.R atThobaroniy, dihasankan al-Albaniy)

Sahabat Nabi Umar bin al-Khoththob radhiyallahu anhu berkata:
إِنَّ الدُّعَاءَ مَوْقُوفٌ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ لَا يَصْعَدُ مِنْهُ شَيْءٌ حَتَّى تُصَلِّيَ عَلَى نَبِيِّكَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Sesungguhnya doa tertahan di antara langit dan bumi tidak naik, hingga dibacakan sholawat untuk Nabimu shollallahu alaihi wasallam (H.R atTirmidzi)

……