β€‹πŸ“πŸ“š KEUTAMAAN ILMU ULAMA SALAF


✍🏻 ‘Umar bin Abdul Aziz rahimahullah mengatakan,


“Sesungguhnya orang-orang terdahulu (para ulama salaf, -red) diam karena ilmu. Mereka pun menahan diri (dari sesuatu) karena mata hati yang tajam. Sungguh, mereka lebih mampu meneliti (sebuah masalah) kalau mereka mau melakukannya.”


✍🏻 Ibnu Rajab rahimahullah mengatakan,


“Sungguh, banyak orang belakangan yang tertipu dengan hal ini.


Mereka menyangka bahwa siapa yang banyak bicara, debat, dan bantahannya dalam masalah agama, berarti dia lebih berilmu. Ini adalah murni kebodohan.


Lihatlah para sahabat yang senior dan ulama mereka, seperti Abu Bakr, ‘Umar, ‘Ali, Mu’adz, Ibnu Mas’ud, dan Zaid bin Tsabit radhiallahu ‘anhum, betapa sedikit ucapan mereka dibandingkan dengan ucapan Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhu, padahal mereka lebih berilmu.


Demikian pula ucapan generasi tabi’in lebih banyak daripada ucapan generasi sahabat, padahal generasi sahabat lebih berilmu.


Ucapan generasi setelah tabi’in pun lebih banyak daripada ucapan generasi tabi’in, padahal generasi tabi’in lebih berilmu.


Jadi, ilmu itu bukan karena banyaknya riwayat dan ucapan, melainkan cahaya yang diletakkan di kalbu. Dengan cahaya itu, seorang hamba akan mengenal kebenaran dan bisa membedakannya dengan kebatilan….”


(Lammud Durril Mantsur minal Qaulil Ma’tsur, hlm. 82–83)


asysyariah.com/ilmu-bukan-banyaknya-riwayat-ucapan/ 


🌎 www.asysyariah.com

πŸ“² t.me/asysyariah


βšͺ️ WhatsApp Salafy Indonesia

⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy


πŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’Ž