✏📋 *KEWAJIBAN MENUNTUT ILMU SYAR’I*


إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ ، وَنَعُوْذُبِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْيَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ ، وَمَنْ يُضْلِل ْ فَلاَ هَا دِيَ لَهُ، وَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِ يْكَ  لَهُ ، وَأَشْهَدُأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.


يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسۡلِمُونَ ١٠٢


يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُواْ رَبَّكُمُ ٱلَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفۡسٖ وَٰحِدَةٖ وَخَلَقَ مِنۡهَا زَوۡجَهَا وَبَثَّ مِنۡهُمَا رِجَالٗا كَثِيرٗا وَنِسَآءٗۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ ٱلَّذِي تَسَآءَلُونَ بِهِۦ وَٱلۡأَرۡحَامَۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَيۡكُمۡ رَقِيبٗا ١


يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَقُولُواْ قَوۡلٗا سَدِيدٗا ٧٠ يُصۡلِحۡ لَكُمۡ أَعۡمَٰلَكُمۡ وَيَغۡفِرۡ لَكُمۡ ذُنُوبَكُمۡۗ وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَقَدۡ فَازَ فَوۡزًا عَظِيمًا ٧١


*_Kaum Muslimin yang semoga dirahmati Allah عزوجل._*


Kita sebagai hamba Allah عزوجل diciptakan di muka bumi ini, *untuk menunaikan satu tugas mulia yang merupakan tujuan utama diciptakannya jin dan manusia, yaitu beribadah hanya kepada-Nya.*


Allah عزوجل berfirman, 


وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ 


*_”Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.”_*

*[Q.S. Adz Dzariyat: 56].*


Dalam melaksanakan ibadah, *tentu tidak diperbolehkan bagi seseorang untuk melakukan tata cara ibadah sesuai keinginannya, perasaan, dan hawa nafsunya.* Namun kewajiban setiap hamba dalam menjalankan ibadah, *adalah dengan cara mengikuti perintah dan tuntunan yang datang dari Allah, dan Rasulullah ﷺ.* Allah عزوجل berfirman, 


اتَّبِعُوا مَا أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ مِنْ رَبِّكُمْ وَلَا تَتَّبِعُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ ۗ قَلِيلًا مَا تَذَكَّرُونَ 


_”lkutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Rabmu *dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya.* Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran (daripadanya).”_ *[Q.S. Al A’raf: 3]*


Oleh karenanya, *mempelajari dan menuntut ilmu agama, merupakan kewajiban bagi setiap muslim dan muslimah,* sebab tidak mungkin seorang muslim dapat melakukan ibadah berdasarkan tuntunan Al Quran dan Sunnah Rasul ﷺ *kecuali dengan cara mempelajari isi dan kandungannya.* Dalam sebuah hadis, Rasulullah ﷺ bersabda, 


طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ


*_“Menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap Muslim.”_* *[H.R. Ibnu Majah* dari Anas bin Malik رضي الله عنه].


Hadis yang mulia ini menjelaskan *tentang kewajiban menuntut ilmu bagi setiap muslim dan juga muslimah.*


*_Sidang jamaah Jum’at رحمكم الله_*


*Belajar agama bukan hanya dibebankan kepada para santri yang belajar di pondok-pondok pesantren,* dan bukan pula hanya dibebankan kepada kaum muda dan remaja. *Namun mempelajari agama Allah عزوجل merupakan kewajiban kita semua,* baik Ielaki maupun wanita, baik kalangan muda maupun yang sudah tua, baik dari kalangan rakyat jelata ataupun dari kalangan konglomerat dan para petinggi negeri. *Kita semua adalah hamba Allah عزوجل dan kita semua diperintahkan untuk mempelajari agama Islam yang mulia ini.*


*llmu apa yang wajib kita pelajari* ❓ llmu yang wajib kita pelajari *adalah ilmu yang memahamkan kepadanya tentang cara mengaplikasikan ibadah yang dia Iakukan.* Jika salat telah menjadi kewajibannya, *maka dia harus mempelajari haI-hal yang berkaitan dengan cara bersuci yang benar, sebab salat seorang hamba tidak akan diterima di sisi Allah عزوجل kecuali jika ia dalam keadaan suci.* Rasulullah ﷺ bersabda, 


لَا تُقْبَلُ صَلَاةٌ بِغَيْرِ طُهُوْرٍ 


*_”Tidak diterima satu salat tanpa bersuci.”_ [H.R. Muslim].*


*Maka dia harus mempelajari tata cara berwudhu yang benar,* cara tayammum, hal-hal yang membatalkan wudhu, hal-hal yang berkaitan dengan _hadats_ dan najis, dan seterusnya. 


*Demikian pula halnya tata cara pelaksanaan salat, mana yang merupakan kewajiban dan rukun salat,* bagaimana cara melakukan berbagai macam gerakan salat yang sesuai dengan tuntunan yang telah diajarkan oleh Rasulullah ﷺ. Bukankah Rasulullah ﷺ bersabda, 


وَصَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلي


*_”Salatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku salat.”_ [H.R. AI Bukhari* dari Malik bin Al Huwairits رضي الله عنه]


*Demikian pula halnya puasa,” dia harus mempelajari tata cara berpuasa yang benar seperti yang telah diajarkan oleh Nabi ﷺ.* Jika dia memiliki harta, *maka dia harus mempelajari hukum-hukum yang berkaitan dengan zakat,* agar dia mengetahui apakah dia termasuk terkena kewajiban zakat, dan berapa jumlah zakat yang harus dikeluarkan. Rasulullah ﷺ, 


مَامِنْ صَاحِبِ ذَهَبٍ وَلَا فِضَّة،ٍ لاَ يُؤَدِّي مِنْهَا حَقَّهَا، إِلَّا إِذَا كَانَ يَوْمُ الْقِيَامَة،ِ صُفِحَتْ لَهُ صَفَائِحُ مِنْ نَارٍ، فَأُحْمِيَ عَلَيْهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ، فَيُكْوَى بَهَا جَنْبَهُ وَجَبِيْنَهُ وَظَهْرَهُ، كُلَّمَا بَرُدَتْ أُعِيدَتْ لَهُ، فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ، حَتَّى يُقْضَى بَيْنَ الْعِبَادِ، فَيَرَى سَبِيلَهُ، إِمَّا إِلَى الْجَنَّةِ، وَإِمَّا إِلَى النَّارِ


_”Tidaklah seorang pemilik harta emas dan perak, *yang tidak menunaikan zakatnya, melainkan pada hari hari kiamat (perak) dijadikan Iempengan-lempengan di neraka, kemudian dipanaskan di dalam neraka Jahannam, lalu dibakarlah dahinya, Iambung dan punggungnya. Tiap-tiap Iempengan itu dingin, dikembalikan (dipanaskan di dalam Jahannam) untuk (menyiksa)nya.*_ 


_(Itu dilakukan pada hari kiamat), *yang satu hari ukurannya 50 ribu tahun,* sehingga diputuskan (hukuman) di antara seluruh hamba. Kemudian dia akan melihat (atau: akan diperlihatkan) jalannya, *kemungkinan menuju surga, dan kemungkinan menuju neraka“*_ *[H.R. Muslim,* dari Abu Hurairah رضي الله عنه]. 


Jika dia terkena kewajiban haji, *maka dia juga berkewajiban untuk mempelajari manasik haji, karena wajib baginya menunaikan ibadah haji berdasarkan tuntunan yang telah diajarkan oleh Rasulullah ﷺ.* Rasulullah ﷺ bersabda, 


لِتَأْخُذُوا مَنَاسِكَكُمْ


*_”Hendaknya kalian mengambil (dariku) manasik haji yang kalian amallkan.”_* *[H.R. Muslim].*


Demikian pula *dalam urusan muamalah,seorang muslim wajib mempelajari hukum-hukum Islam yang berkaitan dengan hubungannya dengan sesama manusia.* Misalnya, *jika dia seorang pedagang, maka dia wajib mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan jual beli, mana yang halal dan mana pula yang haram, agar dia tidak terjatuh ke dalam perkara yang menyelisihi syari’at Allah عزوجل.*


Dia harus mempelajari hukum-hukum *seputar permasalahan riba, agar dia tidak terjatuh ke dalam perkara riba yang merupakan dosa besar, yang pelakunya dilaknat oleh Allah عزوجل.* Karena pentingnya ilmu jual beli ini diketahui oleh seorang pedagang, *maka Umar bin Khatab رضي الله عنه tidak membolehkan seorang pedagang berjualan di pasar tanpa memahami ilmu jual beli.* Beliau رضي الله عنه berkata, 


لَا يَبِعْ فِي سُوقِنَا إِلَّا مَنْ قَدْ تَفَقَّهَ فِي الدِّينِ


*_”Tidak boleh ada yang menjual di pasar kami kecuali orang yang telah mempelajari agama.”_ [H.R. Tirmidzi]*. 


Oleh karenanya, hendaknya kita senantiasa menanamkan pada dirinya kita kewajiban untuk mempelajari agama Allah عزوجل yang mulia ini. 


بَارَكَ اللهِ لِي وَلَكُم فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّا كُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآ يَاتِ وَالذِّكْرِالْحَكِيْمِ.


📚 *KHUTBAH KEDUA*


*_Kaum Muslimin yang semoga dirahmati Allah عزوجل._*


*Belajar Islam merupakan sebuah kemuliaan, yang mengangkat kedudukan hamba di dunia dan terlebih lagi di akhirat.* Allah عزوجل berfirman, 


يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ


*_”Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.”_ [Q.S. Al Mujadilah: 11]*


*Menuntut ilmu agama, merupakan jalan yang memudahkan seorang hamba meraih surga-Nya.* Rasulullah ﷺ bersabda:


وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ


*_”Barangsiapa yang menempuh satu jalan yang bertujuan untuk meraih ilmu, maka Allah عزوجل akan memudahkan baginya jalan menuju surga.”_ [H.R. Muslim].*


*Seorang hamba yang diberi kemudahan untuk mempelajari Islam, itu merupakan tanda kebaikan yang Allah عزوجل berikan kepadanya.* Rasulullah ﷺ bersabda, 


مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّين


*_”Barangsiapa yang Allah عزوجل inginkan kepada seorang hamba kebaikan, maka Allah akan memberi pemahaman kepadanya agamanya.”_ [Muttafaq alaihi* dari Muawiyah bin Abi Sufyan رضي الله عنه]


Seorang yang menuntut ilmu syar‘i,  telah mendapatkan warisan yang paling berharga dari Rasulullah ﷺ, warisan yang akan memberi kebahagiaan hidup dalam kehidupan dunianya, dan juga akhiratnya. Rasulullah ﷺ bersabda, 

إِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ، إِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَاراً وَلاَ دِرْهَماً إِنَّمَا وَرَّثُوا الْعِلْمَ،فَمَنْ أَخَذَ بِهِ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ


*_”Sesungguhnya para ulama merupakan pewaris para nabi. Sesungguhnya para nabi tidaklah mewariskan harta dinar dan tidak pula dirham, namun yang mereka wariskan hanyalah ilmu. Maka siapa yang mengambil warisan tersebut, sungguh dia telah mendapatkan warisan yang berlimpah.”_*

*[H.R. Tirmidzi].*


*Semoga Allah عزوجل memberi taufik kepada kita untuk mengambil bagian dari warisan Rasulullah ﷺ tersebut.*


اللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْبِرَّوَالتَّقْوَى وَمِنَ الْعَمَلِ ماَ تَرْ ضَى اللّٰهُمَّ أَعِزَّ دِيْنَكَ وَأَعْلِ كَلِمَتَكَ وَانْصُرْ جُنْدَكَ يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ. اللّٰهُمَّ أَعِزَّالْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ الْمُوَحِّدِ يْنَ وَدَمِّرْأَعْدَاءَالدِّيْنِ مِنَ الْكَفَرَةِ. آمِيْن يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ. 


🌏📕 *Sumber* ||

Majalah Qudwah Edisi 46