::
*🚇 KIAT MERAIH HAJI MABRUR*

_Wahai saudaraku rahimakumullah,_

Bagi yang Allah mudahkan untuk bisa berangkat, kami doakan semoga Allah menerima dan menjadikan haji kalian adalah haji yang mabrur.

Saudaraku ingatlah haji itu ibadah yang agung yang membutuhkan bekal yang cukup besar. Perhatikanlah dan amalkanlah wasiat-wasiat berikut ini, niscaya kalian akan meraih haji mabrur.

*1. Niatkanlah ikhlas karena Allah Ta’ala*

Allah tidak akan menerima sebuah ibadah bila diniatkan untuk tujuan-tujuan yang lainnya. Tinggalkan niat yang jelek, berhaji untuk menaikkan status, agar dipanggil *“Pak Haji atau Bu Haji”*.

Bukan untuk itu wahai hamba Allah, takutlah kalian kepada Allah, niatkalah semata-mata untuk mencari keridhaan Allah bukan untuk mencari sanjungan dari manusia.

*2. Berilmu sebelum beramal*

Para pembaca, sebelum berangkat haji belajarlah tentang ibadah syariat, berbekal harta saja tidaklah cukup untuk melakukan perjalanan suci menuju baitullah, tetapi bekal ilmu juga mutlak dibutuhkan. Karena amal ibadah bila tidak mencocoki sunnah (petunjuk) Rasulullah ﷺ juga tidak bermafaat (tertolak).

Aisyah meriwayatkan hadits Nabiﷺ, beliau berwasiat,

مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

_”Barangsiapa yang beramal tidak diatas petunjukku niscaya akan tertolak”_. (HR. al-Bukhari no. 2697 dan Muslim no. 1718 dengan lafadz darinya, dari sahabat Aisyah)

Ilmu itu akan menuntun pelakunya dalam menunaikan manasik haji sesuai yang telah dicontohkan oleh Nabiﷺ, dan menghindarkan dari berbagai macam kekeliruhan.

Dalam momentun hajjatul wada’, Nabiﷺ menyampaikan pesan khusus kepada umatnya, agar mereka menunaikan manasik haji sesuai dengan tuntunan beliau. Rasulullah ﷺ bersabda,

خُذُوا عَنِّي مَنَاسِكَكُمْ

_”Ambillah dariku tuntunan manasik haji kalian”_. (HR. Muslim no. 1297 dan al-Baihaqi no. 9524 dengan lafadz darinya)

Asy-syaikh Abdul Aziz bin Baz _rahimahullah_ berkata, Sudah seharusnya bagi seseorang yang hendak berhaji untuk mempelajari dan mendalami segala yang disyariatkan tentang haji dan umrah.

Dan hendaknya ia juga menanyakan hal-hal yang belum dipahami (kepada seorang yang berilmu) agar ibadah yang ditunaikannya benar-benar di atas bashirah (ilmu). (at-Tahqiq wal-Idhah hal. 13)

*3. Bersikaplah ramah, ucapkanlah kata-kata yang lembut saat berjumpa dengan saudara-saudaramu seislam.*

Hindarkan dari kata-kata kotor dan keji, niscaya Allah akan membantu kalian menunaikan haji dengan penuh khusyu’ dan mendapatkan pahala yang besar dari sisi-Nya. (lihat hadits keutamaan haji)

*4. Berbekallah dari harta yang halal dan baik.*

Sesungguhnya Allah itu baik, dan Allah tidak menerima amalan melainkan yang baik pula. Kebaikan dari sisi manasiknya dan kebaikan bekal dari rezeki yang halal.

Akhir kata, shalawat dan salam semoga tercurakan kepada junjungan baginda Nabiﷺ, para shahabatnya, dan seluruh para pengikutnya.

••••
Sumber: Buletin Islam AL ILMU Edisi: /XI/VI/1430 | https://manhajul-anbiya.net/aku-siap-memenuhi-panggilan-mu-ya-allah-berhaji-ke-baitullah/