✋🏻✅⚠️❌ LARANGAN MENGIKUTI KEBIASAAN YAHUDI DAN NASRANI


Sahabat Jundub bin ‘Abdullah Al Bajali radhiyallahu ‘anhu meriwatkan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, 


“أَلَا وَإِنَّ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ كَانُوا يَتَّخِذُونَ قُبُورَ أَنْبِيَائِهِمْ وَصَالِحِيهِمْ مَسَاجِدَ، أَلَا فَلَا تَتَّخِذُوا الْقُبُورَ مَسَاجِدَ، إِنِّي أَنْهَاكُمْ عَنْ ذَلِكَ “.


“Sesungguhnya umat sebelum kalian (Yahudi dan Nashrani) memiliki kebiasaan menjadikan kuburan para nabi dan orang saleh mereka sebagai masjid. Janganlah kalian menjadikan kuburan sebagai masjid, aku melarang kalian dari perbuatan tersebut.” (HR. Muslim)


✍🏻 Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz rahimahullah menjelaskan,


“Karena perbuatan mereka tersebut, perbuatan yang kita dilarang mencontohnya itu telah menjerumuskan mereka ke dalam musibah dan menjatuhkan mereka ke dalam syirik kepada Allah. 

Maka tidak boleh kita meniru mereka, jika kita melakukan perbuatan mereka itu, akan menimpa kita musibah yang telah menimpa mereka. 


Yahudi dan Nashrani begitu mudah menjadikan kuburan nabi atau orang saleh sebagai masjid, kemudian setelah itu, kuburan disembah sebagaimana terjadi pada kaum Nabi Nuh ‘alaihissalam.


Siapa yang melakukan sebab suatu yang haram maka dia akan jatuh kepada keharaman. Maka wajib untuk kita menjauhi segala sebab keharaman agar tidak jatuh kepada keharaman.”


📚 Syarh Iqtidha Ash Shirathal Mustaqim hal 158


⚪ WhatsApp Salafy Indonesia

⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/ForumSalafy


💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎