LUPA MENGERJAKAN SHALAT DALAM KEADAAN TELAH LEWAT EMPAT WAKTU SHALAT FARDHU

Fadhilatu Asy-syaikh ditanya tentang seseorang yang terlewat dari shalat subuh karena udzur syar’i, hingga akhirnya dia lupa mengerjakannya. Berlalu waktu zhuhur, ashar, maghrib, dan isya. Kemudian dia pun baru teringat bahwa ternyata dia belum mengerjakan shalat subuh.

Lalu apa yang semestinya dia lakukan, dan apakah shalat zhuhur, ashar, maghrib serta isyanya tersebut hukumnya sah?

Jawaban:
Apabila seseorang terlewat dari shalat subuh lantaran udzur syar’i hingga akhirnya dia lupa mengerjakannya, dia mengerjakan shalat zhuhur, ashar, maghrib, dan isya, setelahnya dia baru teringat bahwa ternyata dia belum mengerjakan shalat subuh – maka hendaklah dia mengerjakan shalat subuh (di kala itu juga). Dan hal itu tidaklah mengapa.

Sementara shalat zhuhur, ashar, maghrib dan isyanya tadi terhitung sah, karena dia mengerjakan shalat yang tidak urut tersebut hanyalah karena lupa. Dan seseorang, apabila dia tidak mengerjakan shalat dengan tidak urut karena lupa maka shalatnya tetap sah.

*[Ibnu Utsaimin, Majmu’ Fatawa wa Rasail Al-Utsaimin 226/12]*

* * * * * *
وسئل فضيلته: عن رجل فاتته صلاة الفجر لعذر شرعي ونسى أن يصليها وصلى الظهر والعصر والمغرب والعشاء ثم تذكر، فماذا يفعل؟ وهل صلاته للظهر والعصر والمغرب والعشاء صحيحة؟

فأجاب بقوله: إذا فاتت الإنسان صلاة الصبح لعذر شرعي ونسى أن يصليها، وصلى الظهر والعصر والمغرب والعشاء، ثم ذكر أنه لم يصل صلاة الفجر، فإنه يؤدي صلاة الصبح ولا حرج عليه، وصلاته للظهر والعصر والمغرب والعشاء صحيحة، لأنه ترك الترتيب ناسياً، والإنسان إذا ترك الترتيب ناسياً فصلاته صحيحة.

[ابن عثيمين ,مجموع فتاوى ورسائل العثيمين ,12/226]
* * * * * *

AD al-Basimiy

Kunjungi:
Alpasimiy.com