Pertanyaan pertama dari fatwa nomor 16045

Soal:
Sudah menjadi tradisi, bahwa mahar pernikahan diambil oleh kedua orang tua (dari pihak istri), bukan oleh sang putri. Apakah yang seperti ini benar atau tidak?

_____________

Jawaban:
Boleh bagi orang tua untuk mengambil mahar putrinya selama tidak memadharatkan dan dia juga tidak membutuhkannya, berdasarkan sabda Beliau -shallallahu ‘alaihi wasallam:

“Kamu dan hartamu adalah milik ayahmu” (Riwayat Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah dan yang lainnya)

Demikian juga sabdanya:

“Sesungguhnya sebaik-baik apa yang kalian makan adalah dari hasil usaha kalian. Dan anak-anak kalian adalah dari hasil usaha kalian.” (Riwayat imam yang lima)

Wabillأ£hit Taufأ­q washallallأ£hu ‘alأ£ Nabiyyinأ£ Muhammad wa ‘alأ£ أ£lihأ­ wa shohbihأ­ wasallam

Al-Lajnah Ad-Dأ£’imah lil Buhأ؛s wal Iftأ£’

Ketua : Abdul Azأ­z bin Bأ£z
Wakil : Abdurrozأ£q Afifiy
Anggota : Abdullah bin Ghudayyan
Shalih bin Fauzan
Abdul Aziz Alu Syaikh
Bakr Abu Zaid

————–
Sumber
Judul Kitab:
Fatawa Al Lajnah Ad Da’imah
Urutan jilid/Pembahasan/Halaman:
19/An Nikah 2/71

Penyusun:
Syeikh Ahmad bin Abdurrozأ£q ad Duwaisy
——————

Alih bahasa:
Abu Dawud al Pasimiy

Bagikan Komentarmu